Oct 13, 2026
Olahraga

Messi Hat-Trick Penalti, Argentina Tundukkan Benin di Laga Perpisahan

Skor akhir 3-0 untuk Argentina dalam laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu (7/10/2026). Namun angka itu nyaris tidak berarti dibanding satu nama yang tertulis di papan skor: Lionel Mes...

Messi Hat-Trick Penalti, Argentina Tundukkan Benin di Laga Perpisahan

Skor akhir 3-0 untuk Argentina dalam laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu (7/10/2026). Namun angka itu nyaris tidak berarti dibanding satu nama yang tertulis di papan skor: Lionel Messi, yang menutup perjalanannya bersama tim nasional dengan hat-trick—ketiganya dari titik penalti.

Menit ke-18, wasit menunjuk titik putih setelah bek Benin menjatuhkan penyerang Argentina di kotak terlarang. Messi maju, menatap kiper, lalu menempatkan bola ke sudut kanan bawah. 1-0. Menit ke-43, situasi serupa terulang; kali ini eksekusi Messi lebih tenang, mengangkat bola ke tengah gawang yang sudah ditinggalkan kiper. 2-0 bertahan hingga turun minum.

Dominasi Total di Babak Pertama

Statistik babak pertama mencerminkan kesenjangan kelas kedua tim. Argentina menguasai bola hingga 68 persen dengan 9 shots on target dari 14 percobaan. Benin, yang bermain dengan formasi 5-4-1 defensif, hanya mencatat satu tembakan ke arah gawang dan nihil peluang bersih. Formasi 4-3-3 Argentina membuat lini tengah Benin kewalahan; umpan-umpan terobosan terus menghubungkan sayap kanan dengan Messi yang bergerak bebas di ruang antara bek dan gelandang bertahan.

Menit ke-57, Benin nyaris memperkecil kedudukan lewat serangan balik cepat, tetapi tendangan penyerangnya membentur tiang gawang. Dua menit berselang, pelatih Argentina menarik keluar dua gelandang utamanya—sebuah rotasi yang justru membuka ruang lebih lebar bagi Messi. Menit ke-76, ia kembali ke titik penalti untuk ketiga kalinya setelah pelanggaran di tepi kotak. Eksekusi ketiga sama klinisnya. 3-0, dan seluruh stadion berdiri.

Rekor dan Warisan Angka

Dengan tiga gol ini, Messi menutup karier internasionalnya dengan catatan yang sulit disaingi. Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak hat-trick penalti dalam satu pertandingan internasional sejak pencatatan statistik modern dimulai. Sepanjang laga, ia melepaskan 11 operan kunci, memenangkan 7 duel, dan mencatat akurasi umpan 91 persen—angka yang luar biasa untuk pemain yang bermain 90 menit penuh di usia 39 tahun.

"Dia tidak butuh gol untuk membuktikan apa pun. Tiga penalti itu hanya cara semesta memberi tepuk tangan terakhir," kata pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga.

Benin sendiri tampil dengan disiplin meski kalah kualitas. Kiper mereka mencatat 6 penyelamatan, termasuk dua refleks gemilang di babak kedua. Bek tengah Benin juga tercatat 9 clearance dan 4 intersep—statistik yang menjelaskan mengapa skor tidak berakhir lebih besar. Dari sisi penguasaan bola, Benin hanya menyentuh angka 32 persen, dengan 2 shots on target sepanjang 90 menit.

Panggung yang Layak untuk Perpisahan

Laga ini bukan sekadar persahabatan. Argentina menurunkannya sebagai starting XI terbaik, dengan formasi yang sengaja dibangun untuk memberi ruang bagi Messi bergerak bebas. Tidak ada kartu merah, hanya tiga kartu kuning untuk Benin—semuanya akibat pelanggaran terhadap Messi. VAR sempat meninjau penalti ketiga, namun keputusan wasit bertahan.

Setelah peluit panjang, Messi berjalan mengelilingi lapangan, mengangkat tangan ke tribun yang bergemuruh. Tidak ada konfeti berlebihan, tidak ada pidato panjang. Hanya skor akhir Argentina 3-0 Benin, tiga tanda titik dari titik putih, dan satu nama yang telah lama menjadi definisi sepak bola modern. Bagi Argentina, ini akhir dari sebuah era. Bagi statistik, ini bab baru yang akan dikutip puluhan tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User