Menpora Erick Thohir Paparkan Cetak Biru Olahraga Nasional

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, tampil penuh semangat saat memberikan keterangan pers di halaman kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia membeberkan sejuml...

Menpora Erick Thohir Paparkan Cetak Biru Olahraga Nasional

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, tampil penuh semangat saat memberikan keterangan pers di halaman kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia membeberkan sejumlah langkah strategis yang akan menjadi fondasi baru bagi perkembangan olahraga Tanah Air. Penjelasan tersebut disampaikan langsung kepada puluhan jurnalis yang memadati lokasi, menandakan besarnya perhatian publik terhadap arah kebijakan Kemenpora selanjutnya.

Empat Pilar Utama Pengembangan Olahraga

Erick Thohir menegaskan bahwa pembangunan olahraga nasional tidak cukup hanya mengandalkan talenta individu. Pihaknya merumuskan empat pilar utama yang akan dijalankan secara simultan, yakni pembinaan usia dini, perbaikan infrastruktur, digitalisasi tata kelola, dan peningkatan kesejahteraan atlet. Menurutnya, keempat aspek ini saling terintegrasi dan tidak bisa dipisahkan.

Pada pilar pembinaan usia dini, Menpora menyoroti pentingnya memperluas pusat-pusat pelatihan daerah. Ia mengungkapkan bahwa dari 38 provinsi, baru sebagian kecil yang memiliki sentra latihan berstandar nasional. "Kami ingin agar seorang anak di Nusa Tenggara Timur atau Papua Barat memiliki kesempatan yang sama dengan anak di Jakarta untuk mengakses pelatihan berkualitas," ujar Erick. Untuk itu, Kemenpora akan menggandeng pemerintah daerah dan sektor swasta guna membangun 200 sentra pembinaan berbasis komunitas dalam dua tahun mendatang.

Sementara untuk infrastruktur, Erick menyebut bahwa renovasi dan pembangunan venue tidak hanya terfokus di Pulau Jawa. Ada rencana untuk menjadikan beberapa kota di luar Jawa sebagai tuan rumah kejuaraan internasional, sehingga terjadi pemerataan fasilitas. Ia juga menekankan pentingnya manajemen berkelanjutan agar venue tidak terbengkalai setelah event selesai.

Transformasi Digital dan Data Atlet

Aspek digitalisasi menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian khusus. Menpora mengkritisi masih banyaknya data atlet yang tersebar secara manual, sehingga menghambat proses pemantauan dan pemanggilan untuk pelatnas. Kemenpora kini tengah membangun Sistem Informasi Atlet Nasional (SIAtlet), platform digital yang akan merekam seluruh riwayat prestasi, kesehatan, hingga program latihan setiap atlet dari level daerah hingga nasional.

Erick menjelaskan bahwa dengan SIAtlet, pemanggilan atlet untuk SEA Games, Asian Games, atau Olimpiade tidak lagi bergantung pada lobi-lobi subjektif. "Data tidak bisa bohong. Siapa yang catatan waktunya terbaik, dialah yang berhak mewakili Indonesia. Tidak ada lagi cerita titipan," tegasnya. Sistem ini juga akan terhubung dengan database KONI dan cabang olahraga, sehingga menciptakan transparansi yang selama ini menjadi harapan para pelaku olahraga.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa digitalisasi juga menyentuh aspek sports science. Kemenpora berencana menggandeng perguruan tinggi dan lembaga riset untuk mengintegrasikan analisis biomekanika dan nutrisi ke dalam platform tersebut. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak performa atlet Indonesia di kancah internasional, terutama menjelang Olimpiade 2028 dan 2032.

Kesejahteraan Atlet dan Bonus Prestasi

Isu kesejahteraan atlet menjadi topik yang paling dinanti oleh para pewarta. Erick dengan gamblang mengakui bahwa selama ini masih banyak atlet nasional yang kesulitan mendapatkan jaminan masa depan, bahkan setelah mengharumkan nama bangsa. Untuk itu, Kemenpora telah merancang program asuransi dan dana pensiun atlet yang akan diujicobakan mulai triwulan depan.

Menteri yang juga dikenal sebagai pengusaha dan mantan pemilik klub sepak bola ini menambahkan, negara tidak boleh hanya hadir saat atlet meraih medali. "Mereka berdarah-darah, berlatih bertahun-tahun. Setelah itu kadang tidak ada kepastian pekerjaan. Ini yang harus kita ubah," ucapnya lirih. Skema dana pensiun akan dikelola oleh badan khusus, dengan kontribusi dari pemerintah dan sponsor. Atlet yang telah menyumbangkan minimal satu medali di ajang multievent internasional otomatis terdaftar sebagai peserta.

Selain itu, Erick juga mengingatkan bahwa bonus prestasi tidak lagi mengalami keterlambatan seperti yang sempat terjadi pada periode sebelumnya. Ia memastikan bahwa seluruh bonus atlet peraih medali di SEA Games 2025 telah tersalurkan, dan pihaknya berkomitmen untuk terus mempercepat proses pencairan di masa mendatang.

Persiapan Menuju Event Internasional

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah jurnalis menanyakan kesiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Erick menyatakan bahwa Kemenpora telah menetapkan 25 cabang olahraga prioritas yang akan menjalani pelatnas jangka panjang. Dari jumlah tersebut, pihaknya menargetkan peningkatan perolehan medali minimal 20 persen dibandingkan edisi sebelumnya.

Ia juga menyinggung tentang pentingnya mengirim atlet ke berbagai kejuaraan uji coba. Kemenpora, kata Erick, telah menyetujui anggaran untuk partisipasi di lebih dari 40 turnamen internasional sepanjang tahun 2025-2026. Kebijakan ini diambil agar atlet terbiasa dengan tekanan pertandingan level dunia.

Di penghujung keterangannya, Menpora Erick Thohir menyampaikan optimismenya bahwa olahraga Indonesia sedang berada di jalur yang tepat. Namun ia menekankan bahwa semua rencana besar tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. "Ini bukan pekerjaan satu kementerian, tapi perjuangan bersama. Mulai dari orang tua yang mengantar anaknya latihan, pelatih di daerah, hingga media yang terus mengawal," pungkasnya, disambut anggukan para hadirin.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User