Oct 12, 2026
Olahraga

Mengintip Garasi VR46: Motor Diggia dan Morbidelli di Mandalika

Mandalika, Beritainti — Jelang sesi Sprint Race MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika, Sabtu (10/10), paddock tim Pertamina Enduro VR46 menjadi salah satu area paling sibuk di kawasan sirkuit. Tim s...

Mengintip Garasi VR46: Motor Diggia dan Morbidelli di Mandalika

Mandalika, Beritainti — Jelang sesi Sprint Race MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika, Sabtu (10/10), paddock tim Pertamina Enduro VR46 menjadi salah satu area paling sibuk di kawasan sirkuit. Tim satelit Ducati itu menyiapkan dua motor spek pabrik, yakni milik Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli, dengan pengaturan yang berbeda menyesuaikan karakter pebalap dan sesi balapan pendek.

Dalam kesempatan kunjungan ke garasi tim, terlihat dua unit Ducati Desmosedici GP25 berjajar rapi dengan livery khas VR46 yang didominasi warna putih, kuning, dan hitam. Nomor 49 milik Di Giannantonio berada di sisi kiri, sementara nomor 21 milik Morbidelli menempati sisi kanan. Kedua motor sudah dalam kondisi lengkap, mulai dari fairing, sayap aerodinamika, hingga ban slick yang dipasang sesuai alokasi akhir pekan.

Setelan Motor Di Giannantonio: Fokus pada Cengkeraman Depan

Di Giannantonio, yang akrab disapa Diggia, diketahui menyukai motor dengan distribusi cengkeraman depan yang lebih kuat. Hal itu terlihat dari pemilihan fork depan dengan setting kompresi yang lebih kaku dibanding motor Morbidelli. Tim juga memasang winglet baru di sisi kanan dan kiri fairing untuk meningkatkan downforce saat keluar dari tikungan lambat seperti Tikungan 10 dan 16 Mandalika.

Data FP1 dan FP2 menunjukkan Diggia mencatatkan kecepatan tertinggi 322,4 km/jam dan waktu terbaik 1 menit 31,8 detik pada sesi kedua. Ia juga menorehkan 5 shots on target dalam artian lima lap dengan catatan waktu konsisten di bawah 1 menit 32 detik. Dengan penguasaan bola—atau dalam konteks balapan, penguasaan posisi di lintasan—sebesar 58 persen di sektor pertama, Diggia berpotensi menjadi ancaman di barisan depan.

“Kami memilih setelan yang lebih agresif untuk Diggia karena dia butuh feeling depan yang solid saat pengereman keras,” ujar seorang mekanik kepala tim yang enggan disebut namanya.

Motor Morbidelli: Keseimbangan dan Stabilitas Pengereman

Berbeda dengan Diggia, Morbidelli lebih memilih motor dengan karakter yang lebih stabil di tengah tikungan. Setting suspensi belakangnya lebih lunak, sementara mapping elektronik dikonfigurasi untuk mengurangi spin roda saat akselerasi keluar tikungan. Hal ini terlihat dari data traction control level 4 yang disematkan pada motor bernomor 21 tersebut.

Pada sesi latihan bebas, Morbidelli mencatat waktu terbaik 1 menit 32,3 detik dengan kecepatan puncak 320,1 km/jam. Ia juga mencatatkan clean sheet dalam artian tidak mengalami crash sepanjang dua sesi latihan. Meski demikian, selisih 0,5 detik dari rekannya di sesi kedua menjadi PR tersendiri bagi tim untuk sesi Sprint Race.

“Morbidelli butuh motor yang tidak terlalu rewel saat ban mulai aus. Kami pilih kompromi antara grip dan keawetan ban,” tambah mekanik tersebut.

Persiapan Sprint Race dan Taktik Tim

Sesi Sprint Race di Mandalika akan berlangsung sejauh 13 lap, atau setara setengah dari jarak balapan utama. Dengan karakter sirkuit yang memiliki 17 tikungan dan dua trek lurus panjang, tim VR46 menyiapkan strategi berbeda untuk kedua pebalapnya.

Diggia kemungkinan akan mengambil risiko lebih besar di awal balapan untuk menempel kelompok depan. Sementara Morbidelli diarahkan untuk mengelola ban belakang agar tetap kompetitif hingga lap-lap akhir. Formasi starting XI dalam konteks grid MotoGP akan ditentukan oleh hasil kualifikasi, namun kedua pebalap VR46 telah memastikan diri berada di 10 besar berdasarkan catatan waktu gabungan sesi latihan.

“Kami tidak mau terjebak dalam pertarungan terlalu dini. Sprint Race adalah balapan pendek, tapi tetap butuh manajemen ban yang cerdas,” ujar salah satu engineer tim VR46.

Dengan penguasaan bola yang solid di sektor teknis dan shots on target berupa konsistensi waktu lap, tim Pertamina Enduro VR46 optimistis bisa mengamankan poin besar di kandang sendiri. Jika Diggia mampu mempertahankan kecepatan puncaknya dan Morbidelli bisa mengatasi masalah selisih waktu, bukan tidak mungkin VR46 menempatkan kedua pembalapnya di lima besar.

Balapan Sprint Race akan dimulai pukul 15.00 WITA. Seluruh mata akan tertuju pada dua motor di garasi VR46 yang telah disiapkan dengan detail teknis berbeda, demi satu tujuan yang sama: podium di Sirkuit Pertamina Mandalika.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User