Mbappe Puncaki 10 Gaji Tertinggi La Liga 2026

Skor akhir dalam perang kontrak La Liga musim 2026 hanya punya satu pemenang: Real Madrid. Klub ibu kota Spanyol itu menempatkan Kylian Mbappe di puncak daftar pemain bergaji termahal dengan nominal y...

Mbappe Puncaki 10 Gaji Tertinggi La Liga 2026

Skor akhir dalam perang kontrak La Liga musim 2026 hanya punya satu pemenang: Real Madrid. Klub ibu kota Spanyol itu menempatkan Kylian Mbappe di puncak daftar pemain bergaji termahal dengan nominal yang bikin tercengang — Rp10 miliar per pekan. Angka itu bukan sekadar gaji pokok; di dalamnya tercakup bonus penampilan, hak gambar, hingga insentif trofi, menjadikan kontrak penyerang Prancis itu salah satu yang paling bernilai dalam sejarah sepak bola Spanyol.

Publik di Santiago Bernabeu boleh menganggapnya mahal, tetapi statistik membela keputusan tersebut. Sepanjang musim 2025/26, Mbappe konsisten menjadi mesin gol utama Los Blancos dengan torehan nyaris 40 gol di semua kompetisi. Ketika ia tampil dalam starting XI di formasi 4-3-3 racikan Carlo Ancelotti, Real Madrid mencatat penguasaan bola rata-rata di atas 60 persen dengan jumlah shots on target hampir dua kali lipat lawan. Dalam salah satu El Clasico musim ini, ia bahkan menyarangkan hat-trick: gol pertama lahir dari serangan balik kilat, gol kedua dari titik penalti, dan gol ketiga lewat sundulan memanfaatkan assist Vinicius Junior. Drama tidak berhenti di situ — satu gol sempat dianulir VAR karena offside tipis, dan laga diwarnai kartu kuning bagi bek lawan yang frustrasi mengawalnya.

Posisi 10-6: Bukti Investasi di Semua Lini

Daftar gaji tertinggi tidak melulu soal penyerang. Jan Oblak dari Atletico Madrid menempati posisi kesepuluh dengan estimasi Rp3,5 miliar per pekan. Kiper asal Slovenia itu tetap menjadi alasan utama Los Colchoneros mencatat clean sheet di belasan laga liga, membuktikan bahwa klub yang bermain pragmatis pun rela membayar mahal untuk keamanan gawang.

Di atasnya ada Ilkay Gundogan (Barcelona) dengan sekitar Rp4 miliar per pekan, disusul Antoine Griezmann (Atletico Madrid) di angka Rp4,5 miliar. Gundogan membawa kedewasaan bermain di lini tengah Blaugrana, sementara Griezmann tetap menjadi pengatur serangan paling penting bagi Diego Simeone. Posisi keenam dihuni Gavi dengan Rp5 miliar per pekan — kontrak panjang dengan klausul rilis besar yang sengaja dibuat Barcelona untuk mengunci aset muda mereka dari incaran klub-klub Premier League.

Posisi 5-2: Blaugrana Menekan, Bellingham Menyusul

Barcelona menghuni tiga slot sekaligus di jajaran lima besar. Pedri menerima sekitar Rp5,5 miliar per pekan, sementara Frenkie de Jong berada di angka Rp6 miliar berkat kontrak yang ditandatangani sebelum krisis keuangan klub. Di posisi keempat, Robert Lewandowski masih mengantongi sekitar Rp6,5 miliar per pekan meski usianya sudah di kepala tiga — bukti bahwa produktivitas golnya di kotak penalti tetap dihargai setinggi langit.

Slot ketiga ditempati Jude Bellingham dengan estimasi Rp7 miliar per pekan. Gelandang Inggris itu menjadi fenomena: gol-golnya dari lini kedua dan assist-assist akuratnya menjadikannya pemain paling serba bisa di skuad Real Madrid. Jika dihitung per menit bermain, kontribusinya bahkan disebut media Spanyol melebihi banyak striker murni — sebuah anomali langka untuk pemain berposisi gelandang.

Duo Puncak: Vinicius dan Mbappe

Posisi kedua dihuni Vinicius Junior dengan Rp8 miliar per pekan. Winger Brasil itu menjadi simbol lini serang Los Blancos setelah sekian musim menjadi mimpi buruk bek kanan lawan. Namun puncak daftar tetap milik Mbappe dengan Rp10 miliar per pekan — jarak Rp2 miliar dari Vinicius yang menjadi bukti betapa seriusnya Real Madrid menjadikan sang kapten Prancis sebagai wajah baru klub.

Menariknya, dominasi Real Madrid di daftar gaji ini juga terlihat di lapangan: tim asuhan Ancelotti memimpin klasemen dengan selisih gol terbaik liga. Sebaliknya, klub-klub dengan anggaran lebih kecil justru bertahan lewat kolektivitas — formasi rapat, transisi cepat, dan disiplin taktik yang menekan ruang gerak bintang lawan.

Gaji Besar, Tekanan Lebih Besar

Di balik angka fantastis itu ada risiko yang tak kalah besar. La Liga memberlakukan aturan Financial Fair Play ketat, sehingga setiap kontrak gede harus diimbangi penjualan pemain atau kenaikan pendapatan komersial. Barcelona, misalnya, berulang kali harus melepas aset demi menyeimbangkan neraca — sementara Real Madrid justru diuntungkan pendapatan stadion dan hak siar yang membuatnya mampu membayar dua bintang super sekaligus.

Para pengamat juga mengingatkan bahwa gaji tertinggi tak pernah menjamin trofi. Sejarah liga penuh contoh pemain bergaji selangit yang gagal memenuhi ekspektasi, dan sebaliknya, pemain muda dari akademi dengan gaji pas-pasan yang mencetak gol penentu di menit ke-90. Pada akhirnya, skor akhir musim 2026 akan menentukan siapa yang benar: klub yang membayar mahal untuk bintang, atau tim yang cerdas mengelola uangnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User