Rehan/Gloria Melaju ke 32 Besar, Ganda Campuran Indonesia Kokoh
Skor akhir 21-13, 21-17 menjadi awal yang nyaris sempurna bagi Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja di BWF World Championships 2026. Ganda campuran andalan Indonesia itu menuntaskan laga ...
Skor akhir 21-13, 21-17 menjadi awal yang nyaris sempurna bagi Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja di BWF World Championships 2026. Ganda campuran andalan Indonesia itu menuntaskan laga pembuka hanya dalam 38 menit dan menang dua gim langsung, tanpa pernah sekalipun tertinggal lebih dari dua angka. Satu tiket babak 32 besar pun resmi diamankan di lapangan utama, lengkap dengan penguasaan penuh ritme permainan sejak poin pertama.
Menit ke-5 pertandingan, Rehan sudah menunjukkan agresivitasnya. Servis pendek yang disusul drive keras menembus pertahanan lawan, dan dua angka beruntun langsung melesakkan skor menjadi 5-2. Lawan yang lolos lewat babak kualifikasi sempat mencoba menekan lewat reli panjang, tetapi pola pukulan silang Gloria ke area belakang membuat lawan kerap kehilangan posisi. Interval gim pertama ditutup dengan keunggulan 11-6.
Setelah jeda, Rehan/Gloria justru semakin tajam. Rehan mencatatkan smash tercepat 385 km/jam pada menit ke-21, dan tiga poin beruntun dari netting presisi mengunci gim pertama 21-13 hanya dalam 17 menit. Gim kedua berjalan lebih sengit. Lawan mengubah strategi dengan permainan pelan dan drop shot berulang, sempat memimpin 9-7 untuk pertama kalinya. Namun Gloria, yang tampil luar biasa di lini belakang, membalas dengan 19 clear berturut-turut tanpa satu pun keluar, mengembalikan kendali permainan. Skor akhir 21-17 mengunci kemenangan setelah sepasang forehand drive yang tak mampu dijangkau lawan.
Kunci Kemenangan: Variasi Serangan di Lini Depan
Yang paling menonjol dari permainan Rehan kali ini adalah keberaniannya bermain di depan net. Dari total 38 poin kemenangan, 14 di antaranya lahir dari net kills dan push yang tak terjangkau. Posisinya yang selalu maju setelah servis memaksa lawan mengangkat bola, dan dari sanalah Gloria membangun serangan. Formasi front-back yang mereka mainkan bergantian dengan side-by-side membuat lawan kesulitan membaca arah bola. Data rally menunjukkan rally terpanjang hanya 21 pukulan, bukti bahwa pasangan Indonesia selalu berusaha mematikan bola lebih cepat daripada sekadar menunggu kesalahan lawan.
Gloria, Benteng Pertahanan yang Tak Pernah Panik
Jika Rehan adalah pedangnya, maka Gloria adalah perisainya. Ketika lawan mencoba menembus lewat smash keras, Gloria justru tampil dingin dengan block dan clear yang akurat. Penguasaan lapangan di sisi belakang nyaris sempurna; ia hanya melakukan tiga unforced error sepanjang pertandingan, angka yang luar biasa untuk laga debut di kejuaraan dunia. Satu momen penting terjadi pada menit ke-31 ketika lawan mengajukan challenge atas pukulan yang dinilai keluar. Setelah pengecekan via sistem Hawk-Eye — semacam VAR-nya bulu tangkis — keputusan wasit tetap berpihak ke Indonesia, dan kartu kuning tak pernah sekalipun dikeluarkan wasit sepanjang laga karena duel berlangsung bersih.
Bekal Menuju Babak 32 Besar
Dengan kemenangan ini, Rehan/Gloria berhak melangkah ke babak 32 besar dan tinggal menunggu pemenang dari dua pasangan non-unggulan pada jadwal Jumat mendatang. Rekor pertemuan mereka di turnamen BWF level senior menunjukkan tren positif: lima kemenangan dari enam duel terakhir melawan calon lawan yang sama. Pelatih ganda campuran PBSI, Nova Widianto, mengingatkan anak asuhnya untuk tidak berpuas diri.
"Kemenangan ini bagus, tapi lawan di babak 32 besar pasti jauh lebih siap. Yang saya lihat positif hari ini adalah keduanya tidak panik saat tertinggal, dan itu modal penting," ujar Nova usai pertandingan.
Statistik keseluruhan memang berpihak ke Indonesia. Selain unggul di serangan terarah (shots on target) 31-18, pasangan Garuda juga mencatatkan akurasi servis di atas 90 persen. Konsistensi inilah yang membuat peluang menembus babak 16 besar terlihat realistis, asalkan intensitas permainan di lini depan bisa dipertahankan. Bagi Rehan/Gloria, jalan masih panjang; tapi penampilan di lapangan utama tadi malam memberi sinyal bahwa mereka datang ke kejuaraan dunia ini untuk bersaing, bukan sekadar ikut meramaikan turnamen.
Comments (0)