Oct 23, 2026
Olahraga

Mbappe Kembali Beri Isyarat Kemenangan untuk Real Madrid

Menit ke-90+3, San Mames bergemuruh, tetapi bukan untuk tuan rumah. Kylian Mbappe berdiri di tepi lapangan dengan gestur tangan yang tegas, mengarahkan rekan-rekannya untuk menahan bola di sudut lapan...

Mbappe Kembali Beri Isyarat Kemenangan untuk Real Madrid

Menit ke-90+3, San Mames bergemuruh, tetapi bukan untuk tuan rumah. Kylian Mbappe berdiri di tepi lapangan dengan gestur tangan yang tegas, mengarahkan rekan-rekannya untuk menahan bola di sudut lapangan. Skor akhir 2-1 untuk Real Madrid atas Athletic Bilbao pada jornada La Liga, dan penyerang asal Prancis itu kembali menjadi pusat perhatian meski tidak mencetak gol penentu.

Laga yang digelar pada 3 Desember 2025 di stadion ikonik Basque tersebut berjalan dengan intensitas tinggi khas duel La Liga. Athletic Bilbao, yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 di bawah arahan pelatih mereka, mencoba menekan sejak menit awal. Namun, Real Madrid yang menggunakan skema 4-3-3 dengan Mbappe sebagai ujung tombak tunggal, mampu mengontrol tempo permainan. Penguasaan bola Los Blancos mencapai 58 persen, sementara Athletic hanya 42 persen. Shots on target Madrid tercatat enam dari total 13 percobaan, sedangkan tuan rumah hanya tiga dari sembilan tembakan.

Babak Pertama: Mbappe Jadi Magnet Pertahanan

Sejak peluit kick-off, Mbappe langsung menjadi target utama pertahanan Athletic. Bek tengah tuan rumah kerap melakukan penggandaan pemain setiap kali Mbappe menerima bola di sisi kiri. Hal ini membuka ruang bagi gelandang Madrid untuk masuk dari lini kedua. Menit ke-23, Mbappe melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melebar tipis di sisi gawang. Meski begitu, pergerakannya tanpa bola terus merepotkan lini belakang Athletic. Pada menit ke-37, ia menarik dua pemain bertahan ke sisi kanan, memberi ruang bagi rekan setimnya untuk mencetak gol pembuka. Assist tidak tercatat atas namanya, tetapi peran magnetnya terlihat jelas dalam statistik expected goals (xG) Madrid yang mencapai 1,8 di babak pertama.

Pelatih Athletic Bilbao, dalam konferensi pers setelah laga, mengakui sulitnya mengawal Mbappe.

"Kami sudah menyiapkan rencana khusus, tetapi kualitas individu Mbappe membuat kami harus selalu waspada. Satu momen lengah, dia bisa mengubah permainan," ujarnya.
Mbappe sendiri tidak banyak berbicara setelah laga, tetapi isyarat tangannya di akhir pertandingan menunjukkan kepemimpinan yang semakin matang di skuad Madrid.

Babak Kedua: Ketegangan dan Kartu Kuning

Memasuki babak kedua, Athletic Bilbao meningkatkan intensitas pressing. Mereka beberapa kali merepotkan lini belakang Madrid melalui serangan balik cepat. Menit ke-58, wasit mengeluarkan kartu kuning pertama untuk gelandang Athletic setelah pelanggaran keras terhadap Mbappe di tengah lapangan. Situasi ini sempat memicu kerumunan pemain, tetapi wasit berhasil meredam ketegangan. Madrid tetap tenang dan kembali mencetak gol pada menit ke-67 melalui serangan terorganisir dari sisi kanan. Mbappe, yang berada di posisi tengah, melakukan gerakan tipuan untuk membuka jalur tembakan bagi rekannya.

Sistem VAR sempat digunakan pada menit ke-74 untuk memeriksa potensi offside dalam proses gol kedua Madrid. Setelah peninjauan selama dua menit, wasit memutuskan gol sah karena posisi Mbappe dan rekan setimnya tidak melewati garis pertahanan terakhir. Keputusan ini membuat publik tuan rumah bersorak kecewa, tetapi Madrid tetap unggul 2-0. Athletic memperkecil kedudukan pada menit ke-82 melalui sundulan bek mereka setelah memanfaatkan sepak pojok. Clean sheet Madrid buyar, tetapi tiga poin sudah di depan mata.

Menit Akhir: Isyarat Mbappe dan Dampak Taktis

Pada menit-menit akhir, Mbappe terlihat beberapa kali memberi instruksi kepada rekan-rekannya untuk memperlambat tempo. Isyarat tangannya yang mengarah ke bawah menjadi sinyal untuk menahan bola dan menghabiskan waktu. Meski tidak mencetak gol atau assist dalam laga ini, kontribusinya secara taktis sangat besar. Ia menyelesaikan pertandingan dengan tiga dribel sukses, dua peluang diciptakan, dan empat kali dilanggar—tertinggi di antara pemain Madrid. Dengan hasil ini, Real Madrid menjaga jarak dari pesaing terdekat di puncak klasemen La Liga, sementara Athletic Bilbao harus puas tertahan di posisi papan tengah.

Bagi Mbappe, laga di San Mames menjadi bukti bahwa perannya bukan sekadar pencetak gol. Isyarat yang ia berikan di penghujung pertandingan mencerminkan evolusi sebagai pemimpin di lini serang. Madrid akan menghadapi jadwal padat berikutnya, dan kemampuan Mbappe membaca situasi di lapangan akan menjadi aset berharga. Jika ia terus menunjukkan kematangan seperti ini, bukan tidak mungkin Los Blancos kembali mengangkat trofi La Liga musim ini. San Mames mungkin bukan kandangnya, tetapi malam itu, isyarat tangan Mbappe berbicara lebih lantang daripada gemuruh tuan rumah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User