Skor akhir 4-1 untuk Manchester United atas Athletic Club Bilbao di leg kedua semifinal Liga Europa, Kamis (8/5/2025) dini hari WIB, memastikan tiket final bagi Setan Merah dengan agregat 7-1. Namun di balik pesta gol di Old Trafford, nama Mason Mount menjadi sorotan utama. Gelandang bernomor punggung 7 itu tampil sebagai pengubah ritme permainan sejak menit pertama, mencetak satu gol dan mencatatkan satu assist dalam kemenangan yang mengantarkan United ke partai puncak.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Sejak Menit Awal
Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Ruben Amorim menempatkan Mount sebagai salah satu dari dua gelandang serang di belakang penyerang tunggal. Starting XI United tampil agresif sejak peluit kick-off. Menit ke-12, Mount melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Bilbao. Statistik penguasaan bola babak pertama mencatat United mendominasi dengan 61 persen berbanding 39 persen.
Gol pembuka lahir pada menit ke-22. Mount menerima bola di ruang sempit, melakukan one-two dengan Bruno Fernandes, lalu melepaskan tendangan placing ke sudut kiri bawah gawang. Kiper Bilbao, Unai Simón, tidak mampu menjangkau bola. Skor berubah 1-0, dan Old Trafford bergemuruh. Shots on target United di babak pertama mencapai lima, sementara Bilbao hanya mencatatkan satu.
Menit ke-38, Mount kembali menjadi kreator. Umpan terobosannya dari sisi kiri menemukan Alejandro Garnacho yang berlari di belakang garis pertahanan lawan. Garnacho menyelesaikan peluang itu dengan tenang, mencatatkan assist kedua Mount di kompetisi Eropa musim ini. Babak pertama ditutup dengan skor 2-0 untuk tuan rumah.
Analisis Babak Kedua: Mount sebagai Motor Serangan
Memasuki babak kedua, Bilbao mencoba menaikkan garis pertahanan untuk menekan. Namun Mount justru memanfaatkan ruang yang ditinggalkan. Menit ke-58, ia melakukan pressing tinggi yang memaksa bek Bilbao melakukan kesalahan umpan. Bola direbut Casemiro, lalu diteruskan kepada Rasmus Højlund yang mencetak gol ketiga United. Meski tidak tercatat sebagai assist resmi, statistik menunjukkan Mount memenangkan empat duel di area tengah, tertinggi di antara gelandang United pada laga ini.
Bilbao memperkecil kedudukan pada menit ke-67 melalui sundulan Óscar de Marcos setelah sepak pojok. Skor menjadi 3-1. Namun tekanan balik United tidak surut. Menit ke-74, Mount nyaris menambah gol keduanya lewat tendangan voli dari tepi kotak penalti, tetapi bola masih membentur mistar gawang. Total, Mount mencatatkan tiga shots on target, dua key passes, dan 89 persen akurasi umpan sepanjang pertandingan.
Gol keempat United lahir pada menit ke-83 melalui aksi individu Amad Diallo. Skor akhir 4-1 menutup leg kedua, dan agregat 7-1 membuat United melaju tanpa keraguan. Kartu kuning tercatat untuk dua pemain Bilbao, sementara United menyelesaikan pertandingan tanpa kartu merah. Clean sheet tidak tercipta bagi United, tetapi dominasi statistik tetap terlihat: 17 total shots berbanding 8 milik Bilbao.
Pengaruh Mount bagi Lini Tengah United
Kembalinya Mount ke performa terbaik menjadi berkah tersendiri bagi Amorim. Sebelumnya, gelandang berusia 26 tahun itu sempat absen panjang karena cedera hamstring yang membuatnya hanya tampil terbatas di Premier League. Melawan Bilbao, ia membuktikan kualitasnya sebagai penghubung antara lini tengah dan lini serang. Heat map pertandingan menunjukkan Mount aktif di kedua sisi lapangan, dengan persentase sentuhan bola tertinggi di area antara garis tengah dan kotak penalti lawan.
"Mason memberi kami kontrol di ruang sempit. Ketika ia bermain seperti ini, kami punya opsi tambahan dalam membangun serangan," ujar Ruben Amorim dalam konferensi pers usai laga.
Dengan hasil ini, Manchester United melaju ke final Liga Europa dan akan menghadapi pemenang antara Tottenham Hotspur dan Bodø/Glimt. Mount diprediksi tetap menjadi pilihan utama di starting XI final nanti. Jika mampu mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin ia menjadi kunci gelar Eropa pertama United sejak 2017. Statistiknya malam itu bukan sekadar angka — ia adalah mesin penggerak di balik pesta gol Old Trafford.
Comments (0)