Marquez Tercepat di Latihan Bebas MotoGP Jerman 2026
Jelang Grand Prix MotoGP Jerman, Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo langsung menancapkan taringnya pada sesi latihan bebas perdana yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal, Jerma...
Jelang Grand Prix MotoGP Jerman, Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo langsung menancapkan taringnya pada sesi latihan bebas perdana yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal, Jerman, Jumat (10/7/2026). Dalam kondisi trek yang diselimuti awan tipis dan suhu aspal ideal, pembalap asal Spanyol itu membukukan catatan waktu terbaik yang mempertajam rekor pribadinya di lintasan legendaris tersebut.
Kembali ke Puncak di Sirkuit Favorit
Sachsenring memang tak pernah menjadi sirkuit biasa bagi Marquez. Sejak debutnya di kelas premier, ia nyaris tak tersentuh di sini. Sebelum pindah ke Ducati, ia sudah mengoleksi rentetan kemenangan yang sulit disaingi rider lain. Sekarang, dengan motor merah yang berbeda karakter dari RC213V yang dulu ia tunggangi, Marquez seolah mengirim sinyal bahwa dominasi itu belum usai. Latihan bebas Jumat sore memperlihatkan betapa cepat ia beradaptasi. Setiap tikungan kiri yang menjadi ciri Sachsenring—terutama tikungan 3 dan 11—ia lalui dengan presisi tinggi, seakan lintasan itu memang diciptakan untuk gaya membalap agresifnya.
Pencapaian ini bukan sekadar kebetulan. Data menunjukkan Marquez mencatatkan waktu 1 menit 19,824 detik, unggul 0,274 detik dari pesaing terdekat. Perolehan itu didapat pada lap ke-12 dari total 18 putaran yang ia selesaikan. Sepanjang sesi, ia sempat bertukar posisi puncak dengan rekan setimnya, Francesco Bagnaia, sebelum akhirnya memantapkan diri di posisi pertama pada detik-detik terakhir. Kerumunan penonton yang memadati tribun utama sontak bergemuruh saat papan waktu menunjukkan nama Marquez di urutan teratas.
Detil Sesi dan Persaingan Ketat
Sepanjang 45 menit sesi, penguasaan lintasan benar-benar menjadi panggung bagi para penunggang Ducati. Tiga motor Desmosedici GP26 bertengger di lima besar. Bagnaia, yang mendominasi awal musim ini, tampil kompetitif dengan selisih tipis. Namun, Marquez menunjukkan keunggulan di sektor tiga, area yang didominasi tikungan cepat dan perubahan arah mendadak—karakter yang dulu menjadi kelemahan saat masih bersama Honda. Kini, undercowl Ducati yang lebih stabil memberikan kepercayaan diri penuh untuk membuka gas lebih awal.
Di belakang duo pabrikan Bologna, ada nama Fabio Quartararo yang membawa Yamaha ke posisi ketiga. Pembalap Prancis itu tertinggal 0,389 detik dan sempat mengeluhkan daya cengkeram ban belakang yang menurun di putaran terakhir. Sementara itu, Pedro Acosta dari tim KTM Factory Racing melengkapi posisi lima besar, mengonfirmasi potensi rookie sensasional yang terus menapaki tangga persaingan.
Yang menarik, sesi ini juga diwarnai momen menegangkan saat Jorge Martin mengalami kecelakaan hebat di tikungan 7. Pembalap Aprilia itu kehilangan kendali bagian depan saat mencoba memangkas waktu, dan meski terjatuh, ia bisa langsung bangkit tanpa cedera berarti. Insiden tersebut membuat sesi sempat dihentikan beberapa menit, tapi Marquez tampak tidak terpengaruh. Ia kembali masuk trek dan langsung menorehkan lap terbaiknya.
Transisi Ducati yang Kian Menjanjikan
Proses adaptasi Marquez ke Ducati memang sempat diwarnai keraguan. Awal musim 2026 ia masih tampak mencari setup ideal, bahkan sesekali terjatuh akibat terlalu memaksa motor yang berbeda karakter dibandingkan Honda. Namun, data perolehan poin menunjukkan tren menanjak: podium di Jerez, kemenangan di Le Mans, dan kini performa menjanjikan di sirkuit yang pekan lalu ia sebut sebagai “rumah kedua”. Dalam wawancara singkat setelah sesi, insinyur balap Marquez mengungkapkan bahwa motor sudah diseting dengan distribusi bobot yang lebih mengarah ke belakang untuk memaksimalkan traksi di tikungan kiri panjang Sachsenring. Strategi itu terbukti berhasil.
Tak hanya itu, Marquez juga mendapat dukungan penuh dari tim pabrikan. Direktur Teknis Ducati Corse menyebut bahwa masukan pembalap bernomor 93 itu sangat penting dalam pengembangan komponen baru, terutama pada desain fairing yang digunakan akhir pekan ini. “Marc memberikan umpan balik yang luar biasa, terutama tentang karakter pengereman. Dia selalu tahu apa yang diinginkan,” ujar sang direktur dalam konferensi pers virtual.
Kutipan dan Antisipasi Balapan
Meski tampil impresif, Marquez tetap rendah hati saat ditemui di tepi trek. “Ini baru latihan. Saya senang dengan waktu yang dicatat, tapi semua bisa berubah besok. Kami harus tetap fokus mempersiapkan kualifikasi dan balapan. Cuaca di sini bisa sangat berubah-ubah,” tuturnya sembari tersenyum. Komentar itu mengingatkan semua pihak bahwa hujan kerap menjadi bumbu tak terduga di Sachsenring. Prediksi cuaca untuk Sabtu dan Minggu memang menyebutkan potensi hujan ringan, yang bisa mengocok ulang pakem persaingan.
Meski demikian, angka tidak pernah berbohong: 11 kemenangan beruntun di Sachsenring dari 2013 hingga 2024 adalah warisan yang sulit diabaikan. Jika Marquez bisa mempertahankan performa latihan ini, bukan tidak mungkin ia akan menambah koleksi kemenangannya di Jerman. Apalagi, data kecepatan puncak Ducati yang mencapai 345 km/jam di trek lurus utama memberi keuntungan besar saat duel slipstream.
Latihan bebas kedua dan sesi kualifikasi akan berlangsung Sabtu besok, di mana prediksi awal menyebut Marquez dan Bagnaia akan kembali bertarung sengit memperebutkan pole position. Satu hal yang pasti, atmosfer Sachsenring sudah memanas dan ribuan pasang mata akan tertuju pada nomor 93. Bisakah ia menorehkan tinta emas baru bersama Ducati? Kita tunggu aksinya di lintasan.
Baca juga:
Comments (0)