Argentina Singkirkan Swiss 3-1 di Perpanjangan Waktu, Lawan Inggris di Semifinal

DOHA — Argentina mengunci tiket semifinal Piala Dunia 2026 dengan susah payah setelah menundukkan Swiss 3-1 dalam laga yang harus diselesaikan hingga babak tambahan, Senin (13/7) dini hari WIB. Duel...

Argentina Singkirkan Swiss 3-1 di Perpanjangan Waktu, Lawan Inggris di Semifinal

DOHA — Argentina mengunci tiket semifinal Piala Dunia 2026 dengan susah payah setelah menundukkan Swiss 3-1 dalam laga yang harus diselesaikan hingga babak tambahan, Senin (13/7) dini hari WIB. Duel sengit di Lusail Stadium ini berakhir dengan skor 3-1 setelah 120 menit, memastikan La Albiceleste akan menantang Inggris di babak empat besar.

Drama 120 Menit: Gol Cepat, Balasan Swiss, dan Letupan di Perpanjangan Waktu

Argentina langsung menggebrak sejak peluit pertama dibunyikan. Formasi 4-3-3 racikan Lionel Scaloni menekan dari sayap melalui Angel Di Maria dan Julian Alvarez. Hasilnya, menit ke-18, umpan silang Di Maria dari sisi kiri diselesaikan dengan sundulan tajam Lautaro Martinez yang tak mampu dijangkau kiper Yann Sommer. 1-0 untuk Argentina. Gol tersebut menjadi satu-satunya di babak pertama, meskipun penguasaan bola mencapai 62% dengan tiga tembakan tepat sasaran. Swiss, yang memainkan formasi 3-5-2, lebih banyak bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik Breel Embolo serta Noah Okafor.

Babak kedua berubah total. Pelatih Swiss, Murat Yakin, memasukkan gelandang kreatif Fabian Rieder dan langsung meningkatkan intensitas tekanan. Hasilnya, menit ke-67, skema serangan balik cepat berhasil mengejutkan pertahanan Argentina. Umpan terobosan Granit Xhaka diterima Embolo di kotak penalti, lalu dengan tenang menaklukkan Emiliano Martinez via tembakan mendatar. Stadion mendadak sunyi. Swiss mendapatkan momentum dan hampir membalikkan keadaan lewat sundulan Manuel Akanji di menit ke-82, namun VAR menganulir gol tersebut karena offside terlebih dahulu.

Dengan skor 1-1, laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Di sinilah Argentina kembali menunjukkan kualitasnya. Menit ke-98, Lionel Messi yang sepanjang laga dijaga ketat oleh Denis Zakaria, mampu melepaskan umpan terobosan khasnya yang merobek lini belakang Swiss. Julian Alvarez menerima bola di sisi kanan dan melepaskan tembakan keras ke sudut bawah gawang — tak terbendung. Gol ini memulihkan keunggulan Argentina menjadi 2-1. Swiss coba merespons, namun stamina mulai mengendur. Argentina mengunci kemenangan di menit ke-115, saat handball Akanji di kotak penalti setelah tinjauan VAR berbuah penalti. Messi maju sebagai eksekutor dan dengan dingin memperdaya Sommer. Skor akhir 3-1.

Statistik Kunci: Dominasi Argentina di Area Krusial

Meski Swiss bermain solid, statistik mendukung keunggulan Argentina. Penguasaan bola selisih jauh: Argentina 64% - 36% Swiss. Akan tetapi, jumlah tembakan total tidak terlalu timpang: 11 untuk Argentina, 8 untuk Swiss. Perbedaan terletak pada tembakan tepat sasaran (shots on target): Argentina mencatatkan 7, sementara Swiss hanya 3. Akurasi umpan Argentina mencapai 89%, dengan Messi menciptakan tiga peluang kunci (key passes) dari posisi false nine. Di sisi lain, Swiss mencatatkan 22 tekel sukses dan 5 penyelamatan penting dari Sommer yang tampil gemilang sebelum akhirnya kebobolan tiga gol.

Dari segi disiplin, wasit hanya mengeluarkan satu kartu kuning untuk Zakaria di menit ke-55. Tidak ada kartu merah. Pertandingan berjalan relatif bersih dengan Argentina melakukan 14 pelanggaran berbanding 11 milik Swiss.

Pahlawan Kemenangan dan Kutipan Pelatih

Julian Alvarez dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan berkat satu gol dan assist. Messi, meskipun tidak mencetak gol dari permainan terbuka, tetap menjadi motor serangan dengan 106 sentuhan bola dan umpan kunci yang membuahkan gol kedua. Emiliano Martinez juga layak disebut setelah melakukan penyelamatan krusial di menit ke-72 saat menggagalkan peluang emas Xhaka.

“Saya bangga dengan mentalitas pemain. Kami tahu Swiss tim yang berat, tapi kami tidak panik setelah kebobolan. Perpanjangan waktu adalah tentang fokus dan kebugaran, dan kami lebih baik di area itu malam ini,”

ungkap Scaloni usai laga. Sementara itu, Yakin memuji perjuangan timnya: “Kami memberikan segalanya. VAR mungkin merugikan kami, tapi Argentina memang tim superior di 30 menit terakhir.”

Menantikan Inggris: Ulangan Klasik di Semifinal

Kemenangan ini memastikan Argentina akan berhadapan dengan Inggris, yang di perempat final sebelumnya menumbangkan Portugal lewat adu penalti. Ini akan menjadi ulangan duel klasik penuh sejarah, termasuk legenda “Tangan Tuhan” Maradona (1986) dan pertemuan di 1998. Argentina punya rekor bagus di semifinal terakhir: pada 2022 mereka melaju dan juara. Kini, dengan Messi di edisi terakhir Piala Dunia-nya, tim ini bertekad menulis cerita manis lagi. Duel Argentina vs Inggris dijadwalkan pada 17 Juli di Al Bayt Stadium.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User