Oct 12, 2026
Olahraga

Marquez Finis Keenam, Kutukan Mandalika Berakhir

Marc Marquez akhirnya menuntaskan perlombaan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Pembalap Repsol Honda itu melintasi garis finis di posisi keenam, menorehkan catatan waktu yang terpaut 8,9 d...

Marquez Finis Keenam, Kutukan Mandalika Berakhir

Marc Marquez akhirnya menuntaskan perlombaan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Pembalap Repsol Honda itu melintasi garis finis di posisi keenam, menorehkan catatan waktu yang terpaut 8,9 detik dari sang pemenang. Hasil ini boleh dibilang bukan podium, bukan kemenangan, tetapi punya makna besar: untuk pertama kalinya sejak Mandalika masuk kalender MotoGP pada 2022, Marquez menyelesaikan balapan di trek Lombok tersebut.

Sebelumnya, dua kunjungan ke Mandalika selalu berakhir pahit. Musim 2022 ia terjatuh dan gagal finis, sementara edisi berikutnya kembali harus mengangkat tangan karena insiden. Kini, catatan itu resmi dihapus. Dari 20 pembalap yang turun, Marquez menjadi salah satu dari 15 pembalap yang berhasil mencapai bendera finis, di balapan yang tercatat sebagai salah satu yang paling menguras ban belakang sepanjang musim.

Jalannya Balapan: Start ke-12, Finis ke-6

Marquez memulai balapan dari posisi ke-12 pada grid, hasil kualifikasi yang jauh dari ideal. Formasi start-nya menggunakan ban belakang medium, pilihan yang berbeda dari mayoritas pembalap di depannya yang memakai kompon soft. Taktik itu ternyata tepat. Pada fase awal, ia sempat turun ke urutan ke-14 setelah bersenggolan ringan di tikungan pertama.

Menit ke-7, Marquez mulai menemukan ritme. Ia melewati dua pembalap sekaligus di tikungan 10, memanfaatkan late braking yang menjadi ciri khasnya. Memasuki putaran ke-10, ia sudah berada di posisi kesembilan. Statistik mencatat penguasaan posisi di lima besar zona poin sejak lap ke-14.

Puncaknya terjadi pada menit ke-26 ketika ia menyalip pembalap Aprilia di tikungan 16 dengan manuver ke dalam yang rapat. Dari situ, posisi keenam tidak lagi terancam. Ia menutup balapan dengan catatan lap tercepat pribadi 1 menit 31,4 detik, hanya 0,6 detik lebih lambat dari lap tercepat pembalap podium.

Statistik Bicara: Konsistensi di Atas Rata-rata

Meski tidak naik podium, angka-angka Marquez di Mandalika cukup solid. Ia mencatatkan 10 overtake bersih, terbanyak kedua di antara seluruh pembalap pada balapan tersebut. Tingkat penyelesaian balapannya juga impresif: dari 27 lap, ia hanya kehilangan satu posisi di awal lomba, lalu stabil di jalur poin sejak pertengahan race.

Yang menarik, konsumsi ban belakangnya tercatat 12 persen lebih efisien dibanding rata-rata pembalap yang memakai kompon soft. Manajemen gas yang halus di sektor ketiga menjadi kunci. Sektor itu memang dikenal menyiksa traksi karena kombinasi tikungan kanan cepat dan aspal yang suhunya naik drastis menjelang akhir balapan.

Dari sisi kualifikasi, Marquez sebenarnya sempat kesulitan. Ia hanya menempati urutan ke-12 dengan selisih 0,8 detik dari pole position. Namun, pada sesi warm-up, ia mencatat waktu terbaik ketiga, sinyal bahwa kecepatan balapannya jauh lebih baik daripada kecepatan satu lapnya.

Reaksi Paddock dan Makna Hasil Ini

"Kami tahu trek ini bukan yang termudah untuk saya. Tapi hari ini motor bekerja sesuai rencana, dan saya bisa menyelesaikan balapan. Itu langkah penting," ujar Marquez dalam sesi wawancara usai balapan.

Kepala timnya menambahkan bahwa hasil ini menjadi fondasi untuk sisa musim. Menurutnya, finis keenam di Mandalika lebih berharga daripada beberapa podium di trek yang sudah akrab, karena memberi data baru soal performa motor di kondisi cuaca tropis dengan kelembapan di atas 80 persen.

Pembalap lain pun mengakui ritme Marquez di paruh kedua balapan. Salah satu rival menyebut bahwa menjaga jarak dari pembalap nomor 93 di 10 lap terakhir bukan pekerjaan mudah, terutama karena ia konsisten mencetak lap di kisaran 1 menit 31 detik.

Dengan hasil ini, Marquez mengumpulkan tambahan 10 poin dan menjaga posisinya di papan tengah klasemen pembalap. Yang lebih penting, bayang-bayang 'kutukan Mandalika' resmi berakhir. Jika ia bisa mempertahankan efisiensi ban dan ritme balapan seperti ini, bukan tidak mungkin podium pertama di Sirkuit Mandalika tinggal menunggu waktu, mungkin bahkan pada musim berikutnya.

Bagi para penggemar di tribun, Sabtu dan Minggu di Lombok kali ini memberi cerita berbeda: bukan kemenangan, bukan podium, tetapi sebuah penyelesaian yang selama tiga tahun terasa mustahil. Marquez finis, dan itu sudah cukup untuk mengubah narasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User