Oct 27, 2026
Olahraga

Mario Aji Beberkan Tantangan Moto2 2026 di Luar Faktor Kecepatan

JAKARTA - Pembalap Indonesia Mario Aji mengungkapkan bahwa kesulitan utama yang dihadapinya untuk bersaing di barisan depan Moto2 2026 bukanlah soal kecepatan murni, melainkan aspek teknis dan adaptas...

Mario Aji Beberkan Tantangan Moto2 2026 di Luar Faktor Kecepatan

JAKARTA - Pembalap Indonesia Mario Aji mengungkapkan bahwa kesulitan utama yang dihadapinya untuk bersaing di barisan depan Moto2 2026 bukanlah soal kecepatan murni, melainkan aspek teknis dan adaptasi yang lebih kompleks. Hal ini ia sampaikan setelah menjalani rangkaian balapan awal musim yang penuh dinamika.

Bukan Sekadar Gas Pol: Faktor di Balik Performa

Dalam beberapa sesi balapan, Mario tercatat beberapa kali harus puas finis di luar posisi lima besar meski memiliki catatan waktu lap yang kompetitif. Data menunjukkan kecepatan puncaknya di sektor tertentu mampu menyamai pembalap papan atas. Namun, konsistensi menjadi kendala utama sepanjang 20 lap balapan.

"Kecepatan satu lap bukan masalah. Kami sudah membuktikan bisa masuk sepuluh besar saat kualifikasi. Tapi di balapan, manajemen ban dan traksi keluar tikungan masih jadi pekerjaan rumah," ujar pembalap berusia 21 tahun tersebut. Pernyataan ini diperkuat statistik di mana ia kehilangan rata-rata 0,3 detik per lap pada sepuluh lap terakhir di dua seri terakhir akibat degradasi ban belakang.

Adaptasi Motor dan Elektronik Jadi Kunci

Mario menyoroti bahwa Moto2 2026 menghadirkan paket elektronik baru yang menuntut pemahaman lebih dalam. Sistem kontrol traksi dan anti-wheelie yang lebih sensitif membuat gaya balap harus disesuaikan. Ia mengaku masih dalam proses mencari setting ideal antara agresivitas dan efisiensi bahan bakar.

Menurut data tim, penguasaan bola tidak relevan di sini, tetapi yang paling krusial adalah berapa banyak shots on target dalam artian overtake yang berhasil. Mario mencatatkan 7 overtake sukses dari 12 percobaan di tiga seri awal, angka yang terbilang wajar untuk pembalap yang baru beradaptasi. Namun, ia beberapa kali terjebak dalam pertarungan kelompok yang membuat lajunya terhambat.

"Kami tidak bisa hanya mengandalkan kecepatan. Setiap tikungan punya karakter. Saya perlu memahami di mana bisa menyerang dan di mana harus sabar," tegasnya.

Peta Persaingan Moto2 2026 yang Ketat

Kelas Moto2 musim ini dihuni oleh sederet nama berpengalaman yang telah menguasai sirkuit. Mario menyadari bahwa selisih waktu antar pembalap sangat tipis, seringkali di bawah 0,1 detik. Hal ini membuat start dan posisi grid menjadi sangat menentukan.

Ia juga menyebut faktor angin dan suhu aspal yang berubah-ubah sebagai variabel yang sulit diprediksi. "Di beberapa sirkuit, angin kencang membuat motor sulit dikendalikan saat pengereman. Itu bukan soal kecepatan, tapi soal feeling," tambahnya.

Meski demikian, Mario tetap optimistis. Ia menargetkan perbaikan pada paruh musim, dengan fokus pada konsistensi lap dan manajemen ban. Timnya dikabarkan tengah mengembangkan paket update pada lengan ayun dan sistem suspensi belakang untuk meningkatkan grip keluar tikungan.

Dengan sisa musim yang masih panjang, Mario Aji masih memiliki peluang besar untuk menunjukkan tajinya. Yang jelas, ia telah mengidentifikasi bahwa kecepatan bukan satu-satunya kunci. Adaptasi, strategi, dan pemahaman teknis akan menjadi penentu apakah ia bisa bersaing di barisan depan Moto2 2026.

"Saya tidak mau cepat puas. Setiap balapan adalah pelajaran. Kalau bisa konsisten di lima besar, itu sudah langkah bagus," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User