Oct 13, 2026
Olahraga

Maresca Antar Manchester City Hancurkan Liverpool 3-0 di Anfield

Skor akhir 3-0 untuk Manchester City atas Liverpool di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 11 Oktober 2026. Kemenangan itu jadi pernyataan taktik pelatih asal Italia, Enzo Maresca, yang berdi...

Maresca Antar Manchester City Hancurkan Liverpool 3-0 di Anfield

Skor akhir 3-0 untuk Manchester City atas Liverpool di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 11 Oktober 2026. Kemenangan itu jadi pernyataan taktik pelatih asal Italia, Enzo Maresca, yang berdiri di tepi lapangan menyaksikan anak asuhnya menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal.

Anfield biasanya jadi benteng yang sulit ditembus. Namun malam ini, Manchester City tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang sangat disiplin, menekan lini tengah Liverpool dan memotong aliran bola dari bek ke gelandang. Starting XI yang diturunkan Maresca memberi keseimbangan antara soliditas bertahan dan ketajaman serangan balik.

Babak Pertama: City Buka Keran Gol Sejak Menit ke-12

Menit ke-12, Manchester City membuka keunggulan. Berawal dari pressing tinggi di area pertahanan Liverpool, bola direbut di sepertiga akhir lapangan. Umpan terobosan cepat dilepaskan ke sisi kanan, lalu diselesaikan dengan tendangan kaki dalam yang tidak bisa dijangkau kiper Liverpool. 1-0 untuk City.

Liverpool mencoba merespons. Penguasaan bola sempat berimbang di menit ke-20 hingga ke-35, tapi City tetap efektif. Tercatat penguasaan bola babak pertama: Liverpool 54 persen, Manchester City 46 persen. Meski kalah dalam possession, City unggul jauh dalam shots on target dengan 5 berbanding 1.

Menit ke-38, City menggandakan skor. Serangan balik cepat dari sisi kiri berakhir dengan sepakan first-time dari tepi kotak penalti. Kiper Liverpool hanya bisa menatap bola masuk ke sudut kanan gawang. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 2-0 untuk tim tamu.

Babak Kedua: Kontrol Penuh dan Clean Sheet yang Terjaga

Memasuki babak kedua, Maresca mengubah pendekatan. City menurunkan tempo, menjaga jarak antarlini, dan memaksa Liverpool membangun serangan dari sayap. Pertahanan berlapis itu membuat Liverpool kesulitan menembus kotak penalti. Tercatat hanya 2 shots on target untuk Liverpool sepanjang 45 menit kedua.

Menit ke-67, City memastikan kemenangan. Sebuah assist manis dari gelandang tengah melepaskan penyerang ke ruang kosong di antara bek tengah dan bek sayap Liverpool. Tendangan mendatar ke tiang jauh membuat skor berubah 3-0. Gol itu praktis menutup harapan tuan rumah.

Beberapa menit berselang, Liverpool mendapat peluang melalui bola mati. Namun rapatnya blok pertahanan City membuat bola membentur pagar pemain. Wasit sempat mengecek VAR untuk potensi handsball di area terlarang, tetapi tidak ada indikasi pelanggaran. Tidak ada penalti, tidak ada perubahan skor.

Menit ke-78, Liverpool harus bermain dengan 10 orang setelah gelandang bertahannya menerima kartu kuning kedua. Keputusan itu membuat tuan rumah kehilangan daya gedor. City memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menguasai sisa pertandingan, meski tidak lagi mencetak gol tambahan.

Statistik Kunci dan Pujian untuk Maresca

Secara keseluruhan, Liverpool mencatatkan penguasaan bola 51 persen, tetapi hanya melepaskan 3 shots on target. Manchester City lebih efisien dengan 7 shots on target dan konversi tiga gol. City juga mencatat clean sheet keempat dalam lima pertandingan terakhir Liga Inggris musim ini.

Kemenangan ini menegaskan tangan dingin Enzo Maresca. Pelatih asal Italia itu sukses meracik strategi bertahan yang rapat sekaligus memaksimalkan kecepatan pemain sayap dalam transisi. Ia juga berani mengambil keputusan taktis di babak kedua dengan menarik satu penyerang dan menambah gelandang bertahan untuk mengunci kemenangan.

"Kami tahu Anfield bukan tempat yang mudah. Para pemain menjalankan rencana dengan luar biasa, terutama dalam bertahan dan menyerang balik. Tiga gol dan clean sheet adalah hasil kerja kolektif," ujar Maresca dalam konferensi pers usai laga.

Dengan tambahan tiga poin ini, Manchester City memperkuat posisinya di papan atas klasemen. Sementara Liverpool harus segera berbenah menjelang laga berikutnya. Bagi City, performa ini jadi sinyal bahwa mesin juara mereka kembali menyala di musim 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User