Manchester United ke Final Liga Europa, Mason Mount Jadi Pahlawan Old Trafford

Skor akhir 3-1 memastikan Manchester United melaju ke final Liga Europa 2024/2025 dengan agregat 5-2 atas Athletic Club Bilbao. Old Trafford bergemuruh pada 8 Mei 2025 saat peluit panjang dibunyikan, ...

Manchester United ke Final Liga Europa, Mason Mount Jadi Pahlawan Old Trafford

Skor akhir 3-1 memastikan Manchester United melaju ke final Liga Europa 2024/2025 dengan agregat 5-2 atas Athletic Club Bilbao. Old Trafford bergemuruh pada 8 Mei 2025 saat peluit panjang dibunyikan, dan di tengah pusaran selebrasi itu, satu sosok mencuri perhatian: Mason Mount. Gelandang bernomor punggung 07 itu bukan sekadar merayakan kemenangan—ia adalah arsitek utama di balik tiket final yang akhirnya kembali ke tangan Setan Merah setelah penantian panjang di kompetisi Eropa.

Babak Pertama: Dominasi dan Gol Pembuka Mount

Manchester United tampil dengan formasi 4-2-3-1 andalan Ruben Amorim. Starting XI yang diturunkan menampilkan Bruno Fernandes sebagai playmaker, Rasmus Højlund di ujung tombak, serta duet gelandang tengah Mount dan Kobbie Mainoo. Sejak menit awal, intensitas tinggi langsung diperagakan tuan rumah. Penguasaan bola mencapai 62% di 20 menit pertama, sesuatu yang kontras dengan gaya United musim ini yang kerap mengandalkan transisi cepat.

Menit ke-23 menjadi titik ledakan. Sebuah skema serangan terstruktur dimulai dari sisi kanan pertahanan Bilbao. Diogo Dalot menusuk ke kotak penalti, memberikan umpan tarik mendatar yang sempat diblok lini belakang tamu. Bola muntah justru jatuh di kaki Mount yang berdiri di luar kotak penalti. Tanpa ragu, ia melepaskan tendangan first-time melengkung yang bersarang di pojok kiri atas gawang Unai Simón. Gol spektakuler. Old Trafford meledak. Itu adalah gol kelima Mount di Liga Europa musim ini, sekaligus yang terpenting.

Bilbao mencoba merespons. Ernesto Valverde mendorong Nico Williams lebih agresif menusuk dari sisi kiri. Menit ke-34, Williams sempat melepaskan tembakan yang mengenai tiang luar setelah melewati dua pemain. Satu-satunya shots on target Bilbao di babak pertama datang dari sundulan Gorka Guruzeta di menit ke-39, namun André Onana menepisnya. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk United dan statistik penguasaan bola 58%-42%.

Babak Kedua: Drama, Kartu Merah, dan Gol Penentu

Babak kedua dimulai dengan Bilbao meningkatkan tekanan. Menit ke-51, Álex Berenguer menyamakan kedudukan lewat skema serangan balik cepat yang memperdaya lini belakang United. Umpan terobosan Oihan Sancet memotong dua bek tengah, dan Berenguer dengan dingin menaklukkan Onana. Skor menjadi 1-1. Agregat masih 3-2 untuk United, namun tensi meningkat drastis.

Titik balik terjadi di menit ke-63. Sebuah tekel keras dari Dani Vivian terhadap Alejandro Garnacho memicu tinjauan VAR. Wasit asal Prancis, Clément Turpin, setelah melihat monitor, mengeluarkan kartu merah langsung. Bilbao harus bermain dengan 10 orang. Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Amorim dengan memasukkan Marcus Rashford dan Antony untuk menambah daya gedor.

Menit ke-74, United kembali memimpin. Sebuah sepak pojok yang dieksekusi Bruno Fernandes menemui kepala Harry Maguire yang berdiri bebas di tiang jauh. Sundulan kerasnya tak mampu dihalau Simón. Skor 2-1. Old Trafford kembali bergemuruh. Mount yang menjadi kreator kedua dengan pergerakannya membuka ruang di kotak penalti mendapat apresiasi besar—meski namanya tak tercatat di papan skor, assist tak terlihat itu krusial.

Gol ketiga lahir di menit ke-88 lewat serangan balik mematikan. Mount merebut bola di lini tengah, mengirim umpan terobosan kepada Rashford yang berlari di sisi kiri. Rashford menusuk ke dalam, lalu melepaskan penyelesaian klinis ke tiang dekat. Gol. Skor akhir 3-1. Agregat 5-2. United ke final.

Analisis: Mount, Jantung Keseimbangan United

Lembar statistik berbicara jujur tentang performa Mount malam itu. Satu gol, 87% akurasi umpan, empat tekel sukses, dua intersep, dan tiga umpan kunci menjadikannya pemain terbaik pertandingan. Shots on target United mencapai 7 dari 14 percobaan, sementara Bilbao hanya mencatat 2 shots on target dari 6. Penguasaan bola akhir 55%-45% untuk tuan rumah.

Yang menarik adalah bagaimana Mount beroperasi di ruang antara lini tengah dan pertahanan Bilbao. Amorim memberinya lisensi sebagai box-to-box midfielder dengan tanggung jawab defensif saat transisi. Duetnya bersama Mainoo menciptakan keseimbangan yang selama ini dicari United—satu destruktif dan progresif dalam membawa bola, satu lagi cerdas membaca ruang dan memotong serangan lawan.

Kartu merah Vivian menjadi momen kontroversial, tapi tak mengurangi dominasi United yang memang superior sejak awal. Bilbao asuhan Valverde datang dengan misi sulit: mengejar defisit 2-1 dari leg pertama di San Mamés. Tapi atmosfer Old Trafford pada malam Eropa terbukti terlalu berat.

"Kami menunjukkan mentalitas luar biasa malam ini. Mason luar biasa—bukan hanya golnya, tapi bagaimana ia bekerja untuk tim. Ini kemenangan kolektif, dan sekarang kami fokus ke final," ujar Ruben Amorim dalam konferensi pers usai laga.

Dengan hasil ini, Manchester United akan berhadapan dengan pemenang antara AS Roma dan Bayer Leverkusen di final yang akan digelar di Stadion Energa Gdańsk, Polandia. Bagi Mount, ini adalah kesempatan emas untuk menambah trofi Eropa ke dalam kabinet kariernya—dan membungkam kritik yang sempat menghujaninya di awal musim akibat cedera panjang. Old Trafford telah menyaksikan malam di mana pemain bernomor 07 itu menulis ulang narasinya sendiri. Final menanti.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User