Oct 13, 2026
Olahraga

Man City Hancurkan Liverpool, Iraola Protes Kartu Merah Gravenberch

Skor akhir 1-4 terpampang di papan skor Stadion Anfield. Manchester City meninggalkan markas Liverpool dengan kemenangan telak pada lanjutan Liga Inggris, sementara tuan rumah harus mengakhiri laga de...

Man City Hancurkan Liverpool, Iraola Protes Kartu Merah Gravenberch

Skor akhir 1-4 terpampang di papan skor Stadion Anfield. Manchester City meninggalkan markas Liverpool dengan kemenangan telak pada lanjutan Liga Inggris, sementara tuan rumah harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain setelah Ryan Gravenberch menerima kartu merah. Kekalahan ini menjadi salah satu momen terberat Liverpool musim ini, terutama karena terjadi di hadapan pendukung sendiri.

Sejak menit awal, City tampil agresif dengan formasi 4-2-3-1 yang menekan lini tengah Liverpool. Penguasaan bola dikuasai tim tamu dengan persentase 58 persen berbanding 42 persen. Liverpool sempat mengancam lewat serangan balik cepat, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka hanya mencatatkan empat shots on target dari total sebelas percobaan sepanjang pertandingan.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Menit ke-12, City membuka keunggulan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti setelah assist terukur dari sisi kanan. Kiper Liverpool sebenarnya sempat menyentuh bola, tetapi laju bola terlalu deras. Gol itu mengubah ritme pertandingan; Liverpool dipaksa keluar dari blok pertahanan dan meninggalkan ruang di lini belakang.

Menit ke-23, Liverpool nyaris menyamakan kedudukan melalui sundulan bek tengah mereka setelah memanfaatkan tendangan sudut. Namun, bola masih membentur mistar gawang. Hanya berselang tujuh menit, City menggandakan keunggulan lewat serangan balik cepat yang melibatkan tiga pemain dan diakhiri dengan penyelesaian dingin di depan gawang.

Sejak menit ke-35, Liverpool mulai kehilangan kontrol emosi. Beberapa pelanggaran keras terjadi di lini tengah, dan wasit harus mengeluarkan dua kartu kuning dalam kurun waktu lima menit. Starting XI Liverpool yang diharapkan mampu menekan lini belakang City justru kesulitan menembus pressing tinggi lawan.

Kartu Merah Gravenberch dan Protes Iraola

Momen paling kontroversial terjadi pada menit ke-58. Ryan Gravenberch dianggap melakukan pelanggaran berbahaya terhadap pemain City di tengah lapangan. Wasit awalnya memberikan kartu kuning, tetapi setelah tinjauan VAR, keputusan berubah menjadi kartu merah langsung. Keputusan itu memicu protes keras dari bangku cadangan Liverpool.

Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menyebut kartu merah tersebut tidak pantas. Menurutnya, intensitas pelanggaran tidak sebanding dengan hukuman yang diberikan. "Kami kehilangan pemain penting di momen krusial. Keputusan itu mengubah arah pertandingan secara drastis," ujar Iraola dalam konferensi pers usai laga. Ia juga menyoroti konsistensi wasit yang dinilainya tidak seimbang sepanjang pertandingan.

"Saya sudah melihat tayangan ulang berkali-kali. Kontaknya ada, tetapi tidak ada niat buruk. Kartu merah itu terlalu berat untuk sebuah duel di lini tengah," tegas Iraola.

Sejak kehilangan Gravenberch, Liverpool bermain dengan sepuluh pemain dan terpaksa mengubah formasi menjadi 4-4-1. City memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan menguasai bola lebih lama dan memperlebar permainan ke kedua sisi lapangan. Menit ke-71, City mencetak gol ketiga lewat eksekusi penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang. Penalti itu sendiri sempat diperiksa VAR, tetapi keputusan tetap berdiri.

Statistik dan Dampak Klasemen

Menit ke-84, Liverpool memperkecil kedudukan melalui gol hiburan dari pemain pengganti yang memanfaatkan kesalahan antisipasi bek City. Gol itu sempat membangkitkan semangat tuan rumah, tetapi hanya bertahan empat menit. City menutup pesta gol pada menit ke-88 lewat serangan cepat yang kembali membongkar lini pertahanan Liverpool yang sudah tidak seimbang.

Secara statistik, City mencatatkan delapan shots on target dan enam tendangan sudut, sementara Liverpool hanya menghasilkan empat shots on target dan tiga tendangan sudut. Akurasi umpan City mencapai 89 persen, unggul jauh dibanding Liverpool yang berada di angka 78 persen. City juga mencatatkan clean sheet di babak kedua hingga menit ke-84, meski akhirnya kebobolan satu gol.

Kekalahan ini membuat posisi Liverpool di papan klasemen semakin tertekan, sementara City memperkuat posisinya di papan atas. Bagi Iraola, tantangan berikutnya adalah memulihkan mental pemain setelah kekalahan besar di kandang sendiri, terlebih dengan absennya Gravenberch akibat kartu merah. Liverpool dipastikan kehilangan gelandang asal Belanda itu pada laga berikutnya, menambah daftar masalah di lini tengah yang sudah tipis.

Pertandingan ini menjadi pengingat keras bahwa disiplin dan efisiensi penyelesaian akhir adalah kunci di level tertinggi Liga Inggris. City tampil klinis, sementara Liverpool harus menerima kenyataan pahit di hadapan publik Anfield.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User