Oct 12, 2026
Olahraga

Man City Hancurkan Liverpool 3-0 di Etihad, Gravenberch Membandel

Skor akhir 3-0 untuk Manchester City atas Liverpool di Etihad Stadium. Pertandingan yang semula diprediksi berjalan ketat berubah total setelah Ryan Gravenberch diusir wasit pada menit ke-37. The Reds...

Man City Hancurkan Liverpool 3-0 di Etihad, Gravenberch Membandel

Skor akhir 3-0 untuk Manchester City atas Liverpool di Etihad Stadium. Pertandingan yang semula diprediksi berjalan ketat berubah total setelah Ryan Gravenberch diusir wasit pada menit ke-37. The Reds harus bermain dengan sepuluh pemain selama 53 menit terakhir, dan City memanfaatkannya dengan tiga gol tanpa balas.

Babak Pertama: Kendali Berubah Usai Kartu Merah

Starting XI Liverpool tampil dengan formasi 4-3-3, memasang Gravenberch sebagai gelandang bertahan di samping dua gelandang box-to-box. Awalnya, pressing tinggi Liverpool membuat City kesulitan mengalirkan bola. Namun, memasuki menit ke-20, tuan rumah mulai menemukan ritme. Kevin De Bruyne dan Rodri bergantian menguasai lini tengah, sementara sayap City terus melebar untuk membuka ruang.

Menit ke-34, Gravenberch melakukan pelanggaran keras terhadap Phil Foden di tengah lapangan. Wasit awalnya memberi kartu kuning, namun setelah tinjauan VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah langsung. Sejak saat itu, Liverpool kehilangan keseimbangan. Penguasaan bola yang sebelumnya 48 persen langsung merosot ke 31 persen hingga akhir laga. City mencatatkan 69 persen penguasaan bola dan 8 shots on target berbanding hanya 2 shots on target milik Liverpool.

Gol pembuka lahir pada menit ke-42. Umpan terobosan De Bruyne diselesaikan Erling Haaland dengan sepakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama menunjukkan City melepaskan 9 tembakan, sedangkan Liverpool hanya 3.

Babak Kedua: City Mengamuk, Liverpool Tanpa Perlawanan

Memasuki babak kedua, pelatih Liverpool mencoba merombak lini tengah dengan menarik keluar seorang penyerang dan memasukkan gelandang bertahan tambahan. Formasi berubah menjadi 4-4-1, tetapi tak mampu menahan gelombang serangan City. Menit ke-58, Foden menggandakan keunggulan setelah menerima assist dari Bernardo Silva. Tendangan kaki kanannya dari luar kotak penalti tak terjangkau kiper Liverpool.

Menit ke-71, Haaland mencetak gol keduanya sekaligus menutup skor menjadi 3-0. Berawal dari serangan balik cepat, Jack Grealish melepaskan umpan silang rendah yang disambar Haaland di tiang jauh. Itu adalah gol ke-15 Haaland musim ini, memperkuat posisinya di puncak daftar top skor sementara. City mencatatkan 14 total tembakan dengan 8 tepat sasaran, sementara Liverpool hanya 5 tembakan dan 2 on target. Tidak ada satu pun pemain Liverpool yang mencatatkan assist atau peluang besar setelah kartu merah.

Kartu kuning juga dikantongi dua pemain Liverpool akibat protes berlebihan kepada wasit. Sementara itu, City bermain disiplin dengan hanya 6 pelanggaran sepanjang laga. Clean sheet ini menjadi yang ke-10 bagi kiper City di kompetisi domestik musim ini.

"Kartu merah mengubah segalanya. Sebelum itu kami masih bertarung, tapi bermain dengan sepuluh orang melawan City di kandang mereka adalah mimpi buruk taktis," ujar pelatih Liverpool dalam konferensi pers usai laga.

Dampak Klasemen dan Catatan Taktis

Kekalahan ini membuat Liverpool tertahan di peringkat ketiga dengan 45 poin dari 23 pertandingan. City naik ke posisi kedua dengan 48 poin, terpaut dua angka dari pemuncak klasemen. Selisih gol City kini +32, terbaik di Liga Inggris musim ini.

Dari sisi taktik, absennya Gravenberch membuat lini tengah Liverpool kehilangan penyeimbang. Duo gelandang City, Rodri dan De Bruyne, leluasa mengatur tempo. Rodri mencatatkan 94 persen akurasi umpan dengan 112 sentuhan bola, terbanyak di pertandingan. De Bruyne menyumbang 2 assist dan menciptakan 5 peluang.

Liverpool juga kalah dalam duel udara 38 persen berbanding 62 persen. Tekanan tinggi yang biasanya menjadi senjata mereka tidak berjalan setelah kehilangan satu pemain. Pelatih City menyebut kemenangan ini sebagai salah satu performa terbaik timnya musim ini. "Kami sabar, kami disiplin, dan kami menghukum mereka tepat setelah kartu merah," katanya.

Bagi Liverpool, ini menjadi kekalahan terbesar mereka di Liga Inggris musim ini. Mereka harus segera bangkit karena jadwal padat menanti, termasuk laga derby melawan Everton pekan depan. Sementara City semakin percaya diri mengejar gelar, dengan rekor 7 kemenangan beruntun di kandang. Pertanyaan besar kini: apakah Liverpool mampu mengatasi krisis lini tengah tanpa Gravenberch yang akan absen minimal satu pertandingan?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User