Man City Hancurkan Liverpool 3-0 di Anfield, Puncak Klasemen Makin Kokoh

Skor akhir 3-0 untuk Manchester City saat bertandang ke Anfield, Minggu (11/10/2026). Kemenangan ini membuat tim asuhan Pep Guardiola semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris 2026/2027, sementara...

Oct 13, 2026 - 18:57
0 0
Man City Hancurkan Liverpool 3-0 di Anfield, Puncak Klasemen Makin Kokoh

Skor akhir 3-0 untuk Manchester City saat bertandang ke Anfield, Minggu (11/10/2026). Kemenangan ini membuat tim asuhan Pep Guardiola semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris 2026/2027, sementara Liverpool harus menelan kekalahan telak di hadapan pendukung sendiri. Tiga gol City tercipta melalui dominasi penguasaan bola yang mencapai 62 persen dan 7 shots on target dari total 14 percobaan.

Babak Pertama: City Buka Keran Gol di Menit 23

Sejak kick-off, City langsung mengambil inisiatif dengan formasi 4-3-3 yang menempatkan Rodri sebagai anchor tunggal. Liverpool yang memakai 4-2-3-1 mencoba menekan tinggi, tetapi pressing mereka mudah dilewati oleh umpan-umpan pendek City. Menit ke-23, Erling Haaland melepaskan tendangan first-time dari dalam kotak penalti setelah menerima assist terukur dari Phil Foden. Kiper Liverpool tidak berkutik, 1-0 untuk City.

Lima menit berselang, Liverpool nyaris menyamakan kedudukan melalui sepakan Mohamed Salah, namun bola masih membentur tiang gawang. Justru City yang menambah keunggulan pada menit ke-38. Kali ini Bernardo Silva menuntaskan serangan balik cepat dengan tembakan kaki kiri dari tepi kotak penalti. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama mencatat City unggul dalam penguasaan bola 64 persen dan 4 shots on target berbanding hanya 1 milik Liverpool.

Babak Kedua: Kontrol Penuh dan Gol Ketiga

Memasuki babak kedua, Liverpool mencoba mengubah ritme dengan memasukkan dua pemain segar di lini tengah. Namun, City tetap memegang kendali permainan. Menit ke-67, Haaland mencetak gol keduanya malam itu—sekaligus menjadi brace—setelah menerima umpan silang rendah dari Jeremy Doku. Wasit sempat mengecek VAR untuk potensi offside, tetapi gol dinyatakan sah. Skor berubah 3-0.

Liverpool berusaha bangkit dan menciptakan beberapa peluang, tetapi rapatnya pertahanan City yang dikomandoi Ruben Dias membuat mereka frustrasi. Hingga peluit panjang, tidak ada gol balasan. City mencatatkan clean sheet ke-6 musim ini. Total, Liverpool hanya mencatat 2 shots on target dari 9 percobaan, sebuah angka yang sangat minim untuk ukuran tim tuan rumah sekelas mereka.

Analisis Pemain: Haaland dan Foden Jadi Bintang

Erling Haaland kembali membuktikan ketajamannya dengan dua gol di laga sebesar ini. Ia kini mengoleksi 11 gol dari 9 pertandingan Liga Inggris musim ini. Phil Foden juga tampil impresif dengan satu assist dan beberapa kali merepotkan lini belakang Liverpool. Di kubu Liverpool, Mohamed Salah menjadi satu-satunya pemain yang konsisten menciptakan peluang, namun ia terlalu sering terisolasi di sayap kanan.

"Kami bermain dengan disiplin taktik yang luar biasa. Penguasaan bola dan pressing kami berjalan sesuai rencana. Haaland dan Foden berada di level terbaik mereka," ujar Pep Guardiola dalam konferensi pers usai laga.

Sementara itu, pelatih Liverpool mengakui kekalahan ini sebagai pukulan berat. "Kami kalah di semua aspek. City lebih tajam, lebih sabar, dan lebih efisien. Ini pelajaran mahal bagi kami," ungkapnya.

Implikasi Klasemen: City Makin Nyaman di Puncak

Dengan tambahan tiga poin, Manchester City kini mengoleksi 25 poin dari 9 pertandingan, unggul 4 poin atas pesaing terdekat. Sementara Liverpool tertahan di peringkat ke-6 dengan 14 poin, terpaut 11 poin dari puncak. Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Liverpool yang hanya menang sekali dalam lima laga terakhir.

Dari sisi statistik, City mencatatkan 14 shots (7 on target), 8 kartu kuning tidak ada, dan 0 kartu merah. Liverpool sendiri mengumpulkan 2 kartu kuning akibat pelanggaran taktis di lini tengah. City juga mencatatkan 89 persen akurasi passing, jauh di atas Liverpool yang hanya 78 persen.

Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pesan mental bahwa City masih menjadi tim yang harus dikalahkan di Liga Inggris. Jika konsistensi ini terjaga, gelar juara keenam berturut-turut bukan hal yang mustahil. Bagi Liverpool, laga melawan tim-tim papan tengah dalam beberapa pekan ke depan menjadi kesempatan wajib untuk bangkit—jika tidak, ambisi finis empat besar bisa berada di ujung tanduk.

Liga Inggris 2026/2027 masih panjang, tetapi satu hal yang jelas dari laga di Anfield malam ini: Manchester City sedang berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan takhtanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User