Oct 13, 2026
Olahraga

Man City Hancurkan Liverpool 3-0 di Anfield, Kokoh di Puncak Klasemen

Skor akhir 3-0 untuk Manchester City. Anfield yang biasanya menjadi benteng terakhir Liverpool harus menelan kenyataan pahit setelah pasukan Pep Guardiola membungkam tuan rumah pada laga pekan kesembi...

Man City Hancurkan Liverpool 3-0 di Anfield, Kokoh di Puncak Klasemen

Skor akhir 3-0 untuk Manchester City. Anfield yang biasanya menjadi benteng terakhir Liverpool harus menelan kenyataan pahit setelah pasukan Pep Guardiola membungkam tuan rumah pada laga pekan kesembilan Liga Inggris 2026/2027, Minggu (11/10/2026). Kemenangan ini membuat City semakin kokoh di puncak klasemen, sementara Liverpool terpuruk dan gagal memangkas jarak poin di papan atas.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, The Citizens tampil dengan pressing tinggi yang membuat lini tengah Liverpool kehilangan ruang. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Guardiola berubah menjadi 3-2-4-1 saat menguasai bola, dengan kedua bek sayap naik tinggi untuk membuka celah di sektor flank. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola 61 persen untuk City berbanding 39 persen milik Liverpool, dengan shots on target 5 berbanding 1.

Babak Pertama: Gol Pembuka di Menit ke-23

Menit ke-23, Erling Haaland melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan dari Kevin De Bruyne. Bola menghujam sudut kanan gawang tanpa mampu dijangkau Alisson Becker. Skor 1-0 untuk Manchester City, dan Anfield mendadak sunyi. Gol tersebut menjadi yang ke-11 bagi Haaland musim ini, mempertegas statusnya sebagai top skorer sementara Liga Inggris.

Liverpool berusaha merespons melalui Mohamed Salah dan Darwin Nunez, namun rapatnya lini belakang City yang dikawal Ruben Dias dan Josko Gvardiol membuat peluang tuan rumah selalu kandas. Menit ke-38, VAR memeriksa potensi handball di kotak penalti City, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Babak pertama berakhir dengan keunggulan tipis 1-0 untuk tim tamu.

Babak Kedua: Dua Gol Tambahan dan Kartu Merah

Memasuki babak kedua, Liverpool mencoba menaikkan garis pertahanan dan menambah intensitas serangan. Namun justru City yang menggandakan keunggulan pada menit ke-57. Phil Foden mencetak gol kedua setelah memanfaatkan kesalahan umpan Virgil van Dijk di lini tengah. Foden berlari sendirian, melewati dua pemain, lalu menempatkan bola ke sisi kiri gawang. Assist diberikan kepada Bernardo Silva yang merebut bola lebih dulu.

Menit ke-71, petaka datang untuk Liverpool. Van Dijk menerima kartu kuning keduanya setelah melanggar Haaland di luar kotak penalti, dan wasit mengeluarkan kartu merah. Bermain dengan sepuluh pemain, Liverpool semakin kesulitan menahan gempuran City. Menit ke-84, Haaland mencetak gol keduanya sekaligus menutup laga dengan skor 3-0. Umpan silang rendah dari Jeremy Doku diselesaikan Haaland dengan sekali sentuhan di depan gawang.

"Kami bermain dengan disiplin tinggi selama 90 menit. Penguasaan bola dan efektivitas serangan menjadi kunci. Namun Liga masih panjang, kami tidak boleh terlena," ujar Pep Guardiola dalam konferensi pers usai laga.

Dari kubu Liverpool, pelatih Arne Slot mengakui timnya kalah dalam duel fisik dan taktik. "Kartu merah mengubah segalanya. Kami kehilangan keseimbangan, dan City menghukum setiap kesalahan kami," ungkapnya.

Statistik Laga dan Dampak Klasemen

Secara keseluruhan, Manchester City mencatat penguasaan bola 64 persen, shots on target 9, dan akurasi umpan 91 persen. Liverpool hanya mencatat 36 persen penguasaan bola, 3 shots on target, serta 2 kartu kuning dan 1 kartu merah. Kiper City, Ederson, menorehkan clean sheet kelimanya musim ini, menegaskan solidnya lini pertahanan juara bertahan.

Tambahan tiga poin membuat Manchester City mengoleksi 25 poin dari sembilan pertandingan, unggul lima poin atas Arsenal di posisi kedua. Sementara Liverpool tertahan di peringkat keenam dengan 14 poin, terpaut 11 poin dari puncak klasemen. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi The Reds untuk kembali bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris musim ini.

Dengan performa yang semakin matang, Manchester City tampil sebagai kandidat terkuat juara. Namun Guardiola menegaskan bahwa konsistensi dan rotasi pemain akan menjadi faktor penentu hingga akhir musim. Bagi Liverpool, laga melawan tim-tim papan tengah dalam beberapa pekan ke depan menjadi momen krusial untuk bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User