Makhachev Tundukkan Garry di Ronde Tiga, Pecahkan Rekor UFC
Skor akhir tak terbantahkan! Islam Makhachev menutup laga pamungkas melawan Ian Machado Garry via submission arm-triangle choke pada menit ke-3:42 ronde ketiga, sekaligus resmi memecahkan rekor kemena...
Skor akhir tak terbantahkan! Islam Makhachev menutup laga pamungkas melawan Ian Machado Garry via submission arm-triangle choke pada menit ke-3:42 ronde ketiga, sekaligus resmi memecahkan rekor kemenangan beruntun terpanjang dalam sejarah UFC. Di bawah sorotan terang octagon, sang juara kelas ringan menunjukkan dominasi absolut dengan perpaduan sempurna antara wrestling ofensif dan ground control yang membuat Garry tak pernah menemukan ritme perlawanan.
Dominasi Grappling dan Ground Control
Sejak bel pembuka ronde pertama berbunyi, Makhachev langsung mengimplementasikan taktik pressure fighting dengan stance southpaw yang familiar. Berbeda dengan duel kontra striker murni sebelumnya, kali ini ia menghadapi lawan dengan reach lebih panjang dan footwork lincah. Solusinya? 4 dari 6 attempt takedown berhasil dijebolkan sepanjang pertarungan, dengan total control time mencapai 8 menit 47 detik dari 15 menit total sebelum fight berakhir di ronde ketiga.
Garry yang biasa nyaman beroperasi di open space dengan side kicks dan straight right, justru terjebak dalam posisi half-guard dan full mount berulang kali. Statistik significant strikes mencatat 78-23 secara total, di mana 52 significant strikes Makhachev mendarat dari posisi ground and pound. Tak heran jika shots on target alias serangan akurat sang juara mencapai angka 68 persen, sementara Garry hanya mampu balas dengan 19 persen akurasi. Bukan cuma soal pukulan, Makhachev juga menguasai tempo dengan 3 submission attempts yang terus menguras energi lawan.
Analisis Ronde demi Ronde
Ronde pertama dimulai dengan probing kick dari kedua fighter. Menit ke-2, Makhachev melancarkan double-leg blast yang membanting Garry ke kanvas untuk pertama kalinya. Dari top position, ia langsung melakukan posture control dan melepaskan elbow pendek yang membuka luka di pelipis kanan Garry. Ronde ini sepenuhnya dikontrol dengan ground control 3 menit 12 detik tanpa satu pun significant strike bersih dari sang penantang.
Masuk ronde kedua, Garry mencoba menyesuaikan gameplan dengan menambah volume low kicks. Namun, footwork Makhachev yang presisi membuat setiap tendangan itu meleset. Menit ke-4, sang juara kembali menjebol kaki belakang Garry dan membawanya ke fence. Transisi cepat dari side control ke back mount hampir membuat rear-naked choke terkunci, tapi Garry berhasil scramble. Sayangnya, escape itu justru membawanya ke posisi lebih buruk saat Makhachev mengunci arm-triangle choke dari posisi half-guard. Garry bertahan hingga bel ronde, tapi napasnya sudah terengah-engah.
Ronde ketiga menjadi penentuan. Makhachev yang tak ingin ambil pusing dengan judge scorecard langsung menaikkan pace. Kombinasi jab-cross disusul dengan level change cepat berhasil menjatuhkan Garry untuk ketiga kalinya. Kali ini tak ada ampun. Dari mount position, Makhachev memutar posisi dan mengunci arm-triangle choke yang dalam. Referee langsung menghentikan laga saat Garry terlihat tak sadarkan diri sesaat setelah tap. Technical Submission tercatat pada menit ke-3:42, memberikan kemenangan ke-17 beruntun bagi Makhachev di UFC.
Rekor Bersejarah dan Komentar Sudut
Dengan kemenangan ini, Makhachev resmi menyalip catatan legendaris Anderson Silva dan Khabib Nurmagomedov di daftar kemenangan beruntun UFC. Catatan clean sheet di kelas ringan pun terus berlanjut, mempertegas statusnya sebagai salah satu grappler terbaik yang pernah menginjakkan kaki di octagon. Meski tak ada kartu kuning atau merah dalam fight, dominasi ini setara dengan pengusiran total dari sang juara terhadap aspirasi Garry.
"Islam sudah bekerja untuk momen ini selama bertahun-tahun. Kemenangan beruntun ini bukan soal angka, tapi soal konsistensi elite level. Ia membuktikan bahwa wrestling dan grappling bisa mengalahkan striker mana pun," ujar suara dari sudut corner yang familiar.
Dari sisi taktis, formasi southpaw-orthodox matchup ini jelas dimenangkan oleh tim Makhachev. Gameplan untuk mengekspos defensive wrestling Garry dieksekusi dengan sempurna. Bahkan ketika laga berada di striking range, Makhachev unggul dalam penguasaan jarak dengan leg kicks dan body kicks yang merusak base lawan. VAR atau instant replay tak diperlukan di laga ini karena kejelasan submission finish yang terjadi di depan mata juri dan penonton.
Langkah selanjutnya? Makhachev kini memegang tahta tak terbantahkan dengan rekor beruntun baru. Siapa pun yang akan datang—apakah itu juara divisi lain atau rematch dengan rival lama—harus menyadari bahwa standar elite telah kembali diangkat. Seperti komentator octagon sering bilang: di dunia UFC, rekor bukan cuma angka, tapi jejak dominasi sejati. Dan malam ini, Islam Makhachev menulis babak baru yang tak terlupakan.
Comments (0)