Makhachev Tuntaskan Garry di UFC 330, Klaim Takhta Pound-for-Pound
Skor akhir partai puncak UFC 330 menegaskan dominasi mutlak sang juara. Islam Makhachev berhasil mempertahankan mahkota kelas ringannya setelah mengalahkan Ian Garry lewat rear-naked choke pada menit ...
Skor akhir partai puncak UFC 330 menegaskan dominasi mutlak sang juara. Islam Makhachev berhasil mempertahankan mahkota kelas ringannya setelah mengalahkan Ian Garry lewat rear-naked choke pada menit ke-3 ronde keempat. Hasil ini tak cuma soal kemenangan—ini adalah pernyataan keras bahwa Makhachev kini berdiri sendiri di puncak sebagai petarung nomor satu dunia tanpa tanding.
Dari detik pembukaan starting XI utama keluar ke Oktagon, tensi sudah memuncak. Garry datang dengan rekor tak terkalahkan dan keyakinan tinggi, namun Makhachev memperlihatkan mengapa ia menjadi mimpi buruk bagi setiap striker murni. Formasi stand-up sang juara tampak tenang, membiarkan Garry mengukur jarak sebelum akhirnya melancarkan serangan balik yang terukur.
Ronde Awal: Kontrol Matras dan Penguasaan Oktagon
Menit ke-2 ronde pertama menjadi awal pembukaan skrip pertarungan. Makhachev langsung mengubah ritme dengan single-leg takedown pertama yang bersih. Begitu pertarungan menyentuh matras, fans menyaksikan masterclass grappling yang nyaris tanpa celah. Statistik ronde pertama mencatat Makhachev menguasai 4 menit 12 detik kontrol tanpa memberikan ruang bagi Garry untuk bangkit.
Garry mencoba membalikkan posisi dari full guard, namun setiap transisi ia lakukan, Makhachev selalu selangkah lebih cepat. Shots on target dari posisi ground-and-pound sang juara terus menggerus stamina lawan. Total 23 significant strikes mendarat di kepala dan badan Garry sebelum ronde pertama berakhir, sementara Makhachev hanya menyerap 4 tembakan balasan—catatan yang hampir mendekati clean sheet defensif.
Di sudut berlawanan, tim pelatih Garry terlihat frustrasi. Mereka berteriak instruksi agar mantan petarung Cage Warriors itu menjaga jarak, tapi assist verbal dari corner tak banyak membantu ketika kaki lawan sudah terlanjur terjebak dalam pancingan grappling Makhachev.
Ronde Dua-Tiga: Taktik Menekan Tanpa Ampun
Masuk ronde kedua, Makhachev tak mengubah formasi agresifnya. Menit ke-4 ronde kedua, ia kembali menjatuhkan Garry lewat trip takedown yang presisi. Kali ini, posisi berpindah ke half guard lalu side control dengan mulus. Statistik menunjukkan Makhachev meraih hat-trick takedown sukses dalam dua ronde awal—catatan dominan yang jarang terlihat dalam level elite kelas ringan.
Garry sempat mencoba serangan kimura dari bawah, namun wasit tak perlu mengeluarkan kartu kuning apapun karena tidak ada pelanggaran. Makhachev bekerja dengan legal dan efisien, memanfaatkan bobot tubuh untuk menekan pernapasan lawan. Di akhir ronde ketiga, monitor menampilkan data pukulan: Makhachev unggul 47-9 dalam significant strikes, dengan akurasi tembakan di atas 60 persen.
Pada menit ke-5 ronde ketiga, terjadi momen krusial. Garry berhasil menjaga jarak sejenak dan mendaratkan head kick yang mengena perisai tangan Makhachev. Namun, tanpa bantuan VAR apapun—karena MMA mengandalkan mata wasit langsung—serangan itu tak dianggap cukup signifikan untuk mengubah momentum. Makhachev langsung menutup jarak dan membanting kembali lawannya ke kanvas.
Ronde Keempat: Titik Penghabisan dan Pernyataan Takhta
Ketika ronde keempat dimulai, wajah Garry sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Makhachev, yang tampak masih segar, langsung melancarkan blitz takedown pada menit ke-1. Kali ini ia berhasil mengambil punggung Garry dalam posisi back mount sempurna. Jebakan darah (blood choke) mulai dibangun dengan forearm menekan leher lawan.
Menit ke-3 ronde keempat menjadi penentu. Garry berusaha melawan dengan hand-fighting, mencoba mengorek jari-jari Makhachev agar lepas. Namun, sang juara mengunci body triangle dan menarik tuas rear-naked choke hingga maksimal. Detik demi detik, warna wajah Garry berubah, dan pada hitungan 4 jari tangan wasit, Ian Garry menepuk matras—submission!
Kemenangan ini membawa skor akhir rekord Makhachev menjadi 27-1, dengan rentang kemenangan yang mayoritas datang dari submission dan ground control. Dalam wawancara pasca-laga, Makhachev mengangkat mikrofon dengan percaya diri. “Saya sudah bilang, datang dari Dagestan bukan cuma soal gulat. Malam ini saya buktikan siapa yang nomor satu. Tak peduli di kelas ringan atau pound-for-pound, ini takhta saya,” ujarnya tegas.
Data pertarungan akhir memperlihatkan total dominance: 6 takedown sukses dari 8 percobaan, 8 menit 45 detik control time, dan 71 significant strikes yang mendarat telak. Sementara Garry, yang sebelumnya tak terkalahkan, hanya mampu mencatat 14 tembakan signifikan dengan zero takedown berhasil. Performa semacam ini menunjukkan bahwa Makhachev tak hanya menang—ia mempermainkan lawan di setiap aspek.
Dengan hasil UFC 330 ini, diskusi soat petarung terbaik dunia sepertinya sudah menemukan jawabannya. Selama lawan masih terjebak dalam perebutan posisi tanpa bisa keluar dari offside grappling sang juara, takkan ada yang mampu menggoyahkan tahta Islam Makhachev dalam waktu dekat.
Comments (0)