Mac Allister Bawa Argentina Ungguli Swiss di Babak Pertama
Argentina mengakhiri 45 menit pertama dengan keunggulan tipis 1-0 atas Swiss lewat gol tunggal Alexis Mac Allister. Laga perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Bank of America, Mi...
Argentina mengakhiri 45 menit pertama dengan keunggulan tipis 1-0 atas Swiss lewat gol tunggal Alexis Mac Allister. Laga perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Bank of America, Minggu (12/7/2026) WIB, menyajikan tempo tinggi dan duel taktik yang menarik. Gol semata wayang tercipta pada menit ke-28 melalui eksekusi dingin gelandang Liverpool itu setelah menerima umpan terobosan brilian dari Enzo Fernández.
Dominasi Penguasaan Bola, Gol dari Satu Peluang Emas
Sejak kick-off, Argentina di bawah arahan Lionel Scaloni langsung mengambil inisiatif serangan dengan formasi 4-3-3. Meski demikian, Swiss asuhan Murat Yakin tampil disiplin dalam skema 4-2-3-1 yang mempersempit ruang di sepertiga akhir. Penguasaan bola 62%-38% untuk keunggulan La Albiceleste sempat tak berbanding lurus dengan torehan shots on target pada 20 menit awal. Tercatat, Argentina hanya melepaskan dua tembakan mengarah ke gawang dari delapan percobaan, sementara Swiss justru nyaris membuka skor lewat serangan balik cepat Breel Embolo pada menit ke-19 yang memaksa Emiliano Martínez melakukan penyelamatan gemilang.
Gol Mac Allister lahir dari skema satu-dua cepat di sisi kiri pertahanan Swiss. Enzo Fernández, yang menempati pos gelandang tengah dalam, mengirim bola lambung terukur ke kotak penalti—melewati blok Manuel Akanji. Mac Allister, yang melakukan overlapping run, menyambut bola dengan kaki kanan tanpa memberi kesempatan kiper Gregor Kobel bereaksi. Menit 28, assist Enzo Fernández, gol Alexis Mac Allister. Ini adalah gol keempat Mac Allister di Piala Dunia 2026, menjadikannya salah satu gelandang paling tajam di turnamen.
Solidnya Palang Pintu Swiss dan Adaptasi Taktik Scaloni
Patut diakui, pertahanan Swiss menjadi tembok tebal yang sulit ditembus pada babak pertama. Duet Akanji dan Nico Elvedi tampil kompak, memenangi 7 dari 12 duel udara, plus 5 kali intersep vital yang memaksa Lionel Messi dan Julián Álvarez melebar keluar kotak penalti. Sweeper-keeper Kobel juga mencatatkan 3 klaim bola silang yang meredam ancaman dari sepak pojok Argentina. Satu-satunya kelemahan Swiss—yang berhasil dieksploitasi—adalah transisi balik lambat dari wing-back kanan Silvan Widmer yang kerap meninggalkan celah di belakang.
Scaloni merespons dengan menginstruksikan Nicolás Tagliafico lebih ofensif, sementara Mac Allister diminta rajin masuk ke half-space. Data pergerakan menunjukkan Mac Allister menempati zona 14 sebanyak 8 kali pada babak pertama—area antara lini kedua lawan dan kotak penalti—yang terbukti menjadi lokasi kunci terciptanya gol.
Statistik Kunci Babak Pertama
Penguasaan bola: Argentina 62% - 38% Swiss.
Total tembakan: Argentina 8(2) - Swiss 5(1).
Akurasi umpan: Argentina 87% - Swiss 79%.
Kartu kuning: 1 untuk Swiss (Denis Zakaria, menit 36).
Pelanggaran: Argentina 6 - Swiss 9.
Tensi pertandingan sempat memanas menjelang turun minum setelah tekel keras Zakaria terhadap Rodrigo De Paul. Wasit Slavko Vinčić mengeluarkan kartu kuning pertama, sekaligus mengingatkan kedua kubu untuk menahan emosi. Momentum ini sedikit menguntungkan Argentina karena ritme permainan sempat melambat dan Swiss kehilangan waktu membangun serangan balik cepat andalan mereka.
"Kami tahu Swiss memiliki transisi berbahaya. Kami mencoba mengontrol tempo dengan umpan-umpan pendek dan mencari celah di balik sayap mereka. Satu gol adalah hasil yang bagus, namun belum cukup. Babak kedua akan menjadi ujian mental," ujar Lionel Scaloni dalam wawancara singkat di tepi lapangan.
Dengan skor 1-0, Argentina memiliki modal penting, tetapi sejarah menunjukkan Swiss bukan lawan yang mudah menyerah. Kedalaman skuad, kehadiran pemain energik seperti Fabian Rieder dan Xherdan Shaqiri dari bangku cadangan, bisa menjadi ancaman serius pada 45 menit kedua. Argentina wajib meningkatkan konversi peluang—saat ini hanya 25%—jika ingin memastikan tempat di semifinal tanpa drama.
Baca juga:
Comments (0)