Ma'a Nonu Jawab Haka All Blacks dengan Haka Tunggal
Sebuah momen langka dan sarat makna tersaji dalam tur rugby All Blacks di Afrika Selatan. Setelah tim tamu menuntaskan Haka tradisional sebelum pertandinga
Sebuah momen langka dan sarat makna tersaji dalam tur rugby All Blacks di Afrika Selatan. Setelah tim tamu menuntaskan Haka tradisional sebelum pertandingan, sosok veteran berusia 44 tahun, Ma'a Nonu, melangkah maju seorang diri dan menyampaikan balasan atas tarian perang khas Selandia Baru itu di hadapan barisan lawan.
Momen tersebut menjadi sorotan utama laga ketika Nonu — yang kini berstatus pemain pengganti sekaligus mentor di Sharks — berdiri sendirian menghadapi seluruh skuad All Blacks. Alih-alih gentar, ia justru menunjukkan penghormatan tertinggi terhadap tradisi budaya Maori yang telah membesarkan namanya di pentas rugby dunia.
Bukan Kejutan bagi Kubu All Blacks
Pelatih kepala All Blacks, Scott Rennie, mengaku timnya sudah mengetahui bahwa Haka tunggal dari Nonu akan terjadi. Menurutnya, sang legenda telah berkomunikasi secara terbuka sehari sebelum pertandingan demi menjaga kesakralan tradisi tersebut.
"Kami tahu Haka dari Ma'a akan datang. Ma'a menemui pelatih bertahan kami, Tana Umaga, tadi malam dan mengatakan ingin bersikap hormat serta menanyakan cara yang tepat untuk merespons Haka," ujar Rennie kepada wartawan seusai laga.
Rennie sendiri memimpin All Blacks meraih kemenangan kedua beruntun sejak tur Afrika Selatan dimulai Jumat pekan lalu. Timnya tampil perkasa dengan mencetak delapan try dalam kondisi lapangan basah dan udara dingin yang menusuk tulang.
Pesan untuk Keluarga dan Tim yang Dicintainya
Nonu, peraih dua gelar Piala Dunia Rugby bersama Selandia Baru, menjelaskan alasannya melakukan Haka tersebut kepada SuperSport TV seusai pertandingan.
"Atas nama saya dan keluarga, saya pikir itu hal yang benar untuk dilakukan, menjawab para pemain dan All Blacks. Ini sebuah keistimewaan dan kehormatan besar, menampilkan Haka sebagai bentuk hormat dari keluarga saya untuk tim yang saya cintai," tuturnya.
Ia juga berbagi pengalamannya turun dari bangku cadangan menghadapi mantan rekan-rekannya. "Saya mendapat hampir 20 menit dari bench. Saya berusaha sebaik mungkin. Senang sekali bertemu kembali para pemain Selandia Baru," katanya dengan nada hangat.
"All Blacks membuka permainan di 30 menit terakhir dan saya terus mengejar. Kredit untuk mereka, permainannya terus membaik. Semoga sukses untuk saudara-saudara saya di laga berikutnya," lanjut Nonu.
Peran Mentor yang Tak Terduga
Nonu sebenarnya bergabung dengan Sharks bulan lalu dalam kapasitas sebagai mentor, bukan pemain aktif. Namun, panggilan tim nasional Springbok terhadap sejumlah pemain inti dan badai cedera yang melanda skuad memaksa pelatih JP Pietersen memasukkan namanya ke daftar pemain pengganti.
"Ma'a sangat baik untuk para pemain, terutama lini belakang. Ia tambahan luar biasa di luar lapangan — membantu pemain muda mempersiapkan diri, pemanasan, dan membangun mental bertanding yang tepat," kata Pietersen.
Pietersen juga mengungkap sisi humanis sang legenda di balik momen ikonik tersebut. "Ia berbicara dengan Tana soal cara merespons tradisi Haka, tetapi ia sempat gugup harus melakukannya sendirian," ungkapnya.
Jalannya Pertandingan
Nonu masuk ke lapangan pada menit ke-62, ketika Sharks sudah tertinggal 35-0. Hanya semenit berselang, scrum-half Kyle Preston mencetak try keenam bagi tim tamu, menegaskan dominasi All Blacks sepanjang pertandingan.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Kondisi Cuaca | Basah dan dingin |
| Try All Blacks | 8 try |
| Nonu Masuk | Menit ke-62, skor 35-0 |
| Menit Bermain Nonu | Hampir 20 menit |
"Kondisi membuat sulit mengalirkan banyak bola, tetapi ini upaya bertahan yang sangat solid," kata Rennie, yang menggantikan Scott Robertson sebagai pelatih kepala pada Maret lalu. "Babak kedua sangat positif. Saya pikir tendangan kami sangat baik, terutama di area tengah lapangan yang menemukan banyak ruang kosong."
Warisan Sang Legenda
Nama Ma'a Nonu bukanlah sosok sembarangan dalam sejarah rugby. Ia merupakan bagian dari generasi emas All Blacks yang menjuarai Piala Dunia Rugby dua kali, dan dikenal sebagai salah satu centre terbaik yang pernah dimiliki Selandia Baru. Kini, di usia 44 tahun, kehadirannya di Sharks menjadi jembatan antara pengalaman kelas dunia dan generasi muda rugby Afrika Selatan.
Tradisi Haka sendiri memiliki makna mendalam dalam budaya Maori — bukan sekadar tarian pembuka, melainkan pernyataan identitas, keberanian, dan rasa hormat. Balasan Haka secara tunggal seperti yang dilakukan Nonu jarang terlihat di era rugby profesional modern, sehingga momen ini dipastikan akan dikenang lama oleh para penggemar di seluruh dunia.
[SOCIAL_TWEET]: Momen bersejarah! Ma'a Nonu, 44 tahun, berdiri SENDIRIAN membalas Haka All Blacks. "Ini kehormatan untuk tim yang saya cintai." 🏉 #Rugby #AllBlacks #Haka[SOCIAL_TG]: 🏉 Ma'a Nonu menjawab Haka All Blacks secara SOLO di usia 44 tahun! Sang legenda All Blacks yang kini jadi mentor Sharks menyebutnya "kehormatan untuk tim yang saya cintai". All Blacks menang dengan 8 try. Selengkapnya di Beritainti.com
Comments (0)