Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris baru saja usai, namun sorotan tak hanya tertuju pada skor akhir. Gelandang Argentina, Giovani Lo Celso, menjadi pusat perhatian setelah terlihat membawa spanduk bernuansa politik saat merayakan kemenangan timnya. Aksi tersebut terjadi di tengah lapangan, tepat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan yang berjalan dramatis.
Pertandingan sendiri berlangsung sengit sejak menit awal. Argentina tampil dengan formasi 4-3-3, mengandalkan trisula di lini depan yang didukung kreativitas Lo Celso di lini tengah. Inggris, di bawah asuhan pelatihnya, merespons dengan formasi 4-2-3-1 yang rapat. Statistik menunjukkan penguasaan bola hampir seimbang: Argentina 52 persen, Inggris 48 persen. Namun, shots on target Argentina lebih banyak, yakni 7 berbanding 4 milik Inggris.
Jalannya Pertandingan: Duel Ketat Dua Raksasa
Menit ke-23, Lo Celso nyaris membuka keunggulan lewat tendangan jarak jauh yang masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Inggris. Ia menjadi motor serangan Argentina dengan akurasi umpan mencapai 89 persen sepanjang babak pertama. Inggris beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat, tetapi lini belakang Argentina yang dikawal bek tengah berpengalaman mampu meredam tekanan. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Menit ke-57, Argentina akhirnya memecah kebuntuan melalui gol sundulan striker mereka setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri. Inggris merespons dengan memasukkan pemain sayap cepat untuk menambah daya gedor. Menit ke-74, Inggris menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti setelah wasit berkonsultasi dengan VAR terkait pelanggaran di kotak terlarang. Skor 1-1 membuat laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Di babak tambahan, Argentina tampil lebih agresif. Menit ke-108, sebuah serangan terorganisir berbuah gol kedua. Lo Celso menjadi penyumbang assist melalui umpan terobosan cerdas yang memecah garis pertahanan Inggris. Hingga peluit akhir, skor 2-1 untuk kemenangan Argentina bertahan. Bagi Inggris, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah sepanjang turnamen mencatat clean sheet di tiga laga sebelumnya.
Momen Kontroversial: Spanduk Politik Lo Celso
Usai pertandingan, saat para pemain Argentina merayakan kemenangan, Lo Celso terlihat mengambil sebuah spanduk bernuansa politik dan mengangkatnya di depan tribun penonton. Aksi itu segera menjadi viral di media sosial dan memicu beragam reaksi. Sejumlah pengamat menilai gestur tersebut bisa melanggar aturan FIFA yang melarang pesan politik di area pertandingan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari federasi maupun panitia penyelenggara.
"Kami fokus pada pertandingan. Apa yang terjadi di luar itu bukan bagian dari instruksi tim," ujar asisten pelatih Argentina dalam konferensi pers singkat, tanpa menyebut nama Lo Celso secara spesifik.
Di sisi lain, pelatih Inggris menyampaikan apresiasi terhadap performa anak asuhnya. "Kami kalah, tapi para pemain sudah memberikan segalanya. Sepak bola kadang tidak berpihak pada tim yang bermain lebih baik," ucapnya. Inggris mencatatkan 12 pelanggaran dan menerima dua kartu kuning, sementara Argentina mendapat satu kartu kuning.
Statistik Kunci dan Sorotan Pemain
Secara keseluruhan, Argentina melepaskan 14 tembakan dengan 7 di antaranya tepat sasaran. Inggris membuat 10 tembakan, 4 on target. Passing accuracy Argentina 85 persen, Inggris 82 persen. Lo Celso mencatatkan satu assist, 3 key passes, dan 2 dribel sukses. Penampilannya menjadi jembatan antara lini tengah dan depan, terutama di babak perpanjangan waktu ketika ruang mulai terbuka.
Dengan hasil ini, Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi pemenang laga antara dua tim unggulan lainnya. Sementara Inggris harus mengubur mimpi mengangkat trofi. Bagi Lo Celso, laga ini akan dikenang bukan hanya karena assist krusialnya, tetapi juga kontroversi spanduk politik yang menutup malam gemilangnya di atas lapangan.
Pertandingan final sendiri dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini. Publik sepak bola dunia kini menanti apakah Argentina mampu mempertahankan konsistensi dan meraih gelar juara, atau justru kehilangan fokus akibat polemik di luar lapangan yang kian memanas.
Comments (0)