Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Inggris dengan skor akhir 2-1 dalam laga semifinal yang berlangsung dramatis di Stadion MetLife, New Jersey. Kemenangan ini tidak hanya menyisakan euforia sepak bola, tetapi juga memunculkan kontroversi baru setelah gelandang Giovani Lo Celso terlihat mengangkat spanduk bernuansa politik seusai peluit panjang ditiup.
Menit ke-67, Lo Celso masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Enzo Fernández dalam formasi 4-3-3 yang diinstruksikan pelatih Lionel Scaloni. Kehadirannya di lini tengah langsung mengubah tempo permainan. Sentuhan pertamanya di menit ke-71 nyaris berbuah assist, namun tendangan Nicolás González masih membentur tiang gawang. Statistik mencatat Lo Celso menorehkan 89 persen akurasi umpan, 3 key passes, dan 2 dribel sukses hanya dalam 23 menit bermain.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Argentina di Babak Kedua
Inggris sebenarnya memulai laga dengan agresif. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Gareth Southgate membuat Harry Kane dan Jude Bellingham bergantian menusuk ke kotak penalti. Menit ke-23, Bellingham melepaskan tendangan voli dari tepi kotak penalti yang masih bisa ditepis Emiliano Martínez. Penguasaan bola babak pertama berimbang, 52 persen untuk Argentina dan 48 persen untuk Inggris, dengan shots on target 3-2 untuk keunggulan tim Tiga Singa.
Namun babak kedua menjadi milik Argentina. Menit ke-58, Lionel Messi mengirim umpan terobosan kepada Julián Álvarez yang dengan tenang menaklukkan Jordan Pickford. VAR sempat mengecek potensi offside, tetapi gol dinyatakan sah. Menit ke-74, Inggris menyamakan kedudukan lewat sundulan Kane memanfaatkan sepak pojok Bukayo Saka. Skor 1-1 bertahan hingga menit ke-88, sebelum Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Kontroversi Spanduk: Lo Celso di Pusat Perhatian
Selebrasi kemenangan berubah menjadi sorotan ketika Lo Celso terlihat membentangkan spanduk bertuliskan pesan politik. Aksi ini dilakukan di tengah lapangan saat para pemain Argentina merayakan tiket final. Petugas keamanan FIFA langsung bergerak mendekat, namun Lo Celso sempat memamerkan spanduk tersebut selama beberapa detik sebelum akhirnya digulung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Lo Celso maupun federasi sepak bola Argentina terkait motif di balik aksi tersebut. Regulasi FIFA Pasal 12 tentang Larangan Pesan Politik di area pertandingan bisa berujung sanksi disiplin, termasuk denda hingga larangan bermain. Pengamat sepak bola menilai insiden ini berpotensi mencoreng kemenangan bersejarah Argentina, meski secara teknis Lo Celso tampil impresif sebagai super sub.
Statistik Kunci dan Catatan Taktik
Secara keseluruhan, Argentina mencatatkan penguasaan bola 55 persen dengan 7 shots on target dari 14 percobaan. Inggris hanya mampu melepaskan 4 shots on target dari 11 upaya. Emi Martínez mencatat 3 penyelamatan penting, termasuk satu save krusial di menit ke-90+3 yang mencegah laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Kartu kuning dikeluarkan wasit sebanyak 5 kali, tiga untuk pemain Inggris.
Kemenangan ini membawa Argentina ke final untuk menghadapi pemenang antara Prancis dan Brasil. Bagi Inggris, kekalahan ini memperpanjang puasa gelar Piala Dunia sejak 1966. Southgate dalam konferensi pers menyebut anak asuhnya kurang beruntung. "Kami memiliki peluang, tetapi Argentina lebih klinis di momen-momen krusial," ujarnya.
Sementara itu, Scaloni memuji mentalitas timnya. "Para pemain yang masuk dari bangku cadangan mengubah permainan. Lo Celso memberikan kontrol yang kami butuhkan," kata Scaloni tanpa menyinggung insiden spanduk. Kini perhatian dunia tertuju pada Lo Celso dan potensi sanksi yang bisa memengaruhi kesiapan Argentina di partai puncak.
Comments (0)