Oct 15, 2026
Olahraga

Lo Celso Pamer Pesan Politik Usai Argentina Tumbangkan Inggris di Semifinal

Argentina melangkah ke final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis atas Inggris di babak semifinal. Skor akhir 2-1 memastikan Albiceleste kembali ke partai puncak, tetapi sorotan justru bergeser...

Lo Celso Pamer Pesan Politik Usai Argentina Tumbangkan Inggris di Semifinal

Argentina melangkah ke final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis atas Inggris di babak semifinal. Skor akhir 2-1 memastikan Albiceleste kembali ke partai puncak, tetapi sorotan justru bergeser ke gelandang Giovani Lo Celso yang memperlihatkan spanduk bernuansa politik usai laga. Aksi itu terekam kamera televisi dan langsung menjadi perbincangan di jagat sepak bola.

Menit ke-23, Argentina membuka keunggulan lewat serangan balik cepat dari sisi kanan. Umpan terobosan matang diselesaikan dengan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti, mengubah kedudukan menjadi 1-0. Inggris merespons dengan penguasaan bola lebih dominan, mencapai 58 persen sepanjang babak pertama, namun hanya mencatatkan dua shots on target dari tujuh percobaan.

Dominasi Inggris Patah di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, formasi 4-3-3 Inggris diubah menjadi 3-4-3 untuk menekan lini tengah Argentina. Perubahan itu berbuah pada menit ke-61 melalui sundulan usai sepak pojok. Skor imbang 1-1 membuat tensi pertandingan meningkat. Argentina yang tampil dengan starting XI terbaiknya kembali menaikkan garis pertahanan dan menekan lewat transisi cepat.

Menit ke-78, keputusan pelatih Argentina memasukkan Lo Celso menjadi kunci. Gelandang berusia 30 tahun itu langsung mengubah ritme lini tengah. Umpan silangnya di menit ke-84 hampir berbuah gol, sebelum akhirnya Argentina mencetak gol kemenangan di menit ke-89 lewat penyelesaian dingin di depan gawang. Penguasaan bola Argentina di 15 menit terakhir naik menjadi 61 persen, berbanding terbalik dengan dominasi Inggris di paruh awal.

"Kami tahu Inggris akan menguasai bola. Yang penting adalah disiplin bertahan dan efisiensi serangan. Para pemain menjalankan rencana dengan sempurna," ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga.

Statistik Kunci Semifinal

Secara keseluruhan, Inggris mencatatkan 64 persen penguasaan bola dengan sembilan total tembakan, namun hanya empat shots on target. Argentina lebih efisien dengan enam tembakan, empat di antaranya tepat sasaran, plus satu clean sheet di babak perpanjangan yang tak terjadi karena gol kemenangan lahir di waktu normal.

Disiplin menjadi pembeda. Argentina menerima tiga kartu kuning, sementara Inggris dua kartu kuning. Tidak ada kartu merah, meski dua keputusan VAR sempat menghentikan jalannya pertandingan. Satu gol Inggris di menit ke-70 dianulir karena offside setelah pengecekan video assistant referee selama hampir tiga menit.

Lo Celso sendiri tampil selama 12 menit plus injury time, dengan catatan satu key pass, satu tekel sukses, dan tingkat akurasi umpan 92 persen. Kontribusinya memang tidak tercatat di papan skor, tetapi perannya menjaga tempo di lini tengah menjadi penopang kemenangan Argentina.

Kontroversi Spanduk Politik Lo Celso

Usai peluit panjang, Lo Celso berlari ke sisi lapangan dan mengangkat spanduk bernuansa politik. Momen itu terjadi di tengah selebrasi skuad Argentina bersama ribuan suporter yang memadati stadion. Kamera utama pertandingan sempat menyorot aksi tersebut selama beberapa detik sebelum beralih ke pemain lain.

Federasi sepak bola dunia belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Regulasi FIFA secara tegas melarang pesan politik di area pertandingan, termasuk selebrasi maupun atribut yang dibawa pemain. Sanksi berupa denda hingga larangan bertanding bisa diterapkan jika terbukti melanggar kode disiplin.

Pelatih Argentina enggan berkomentar panjang. "Saya hanya ingin berbicara soal sepak bola malam ini. Para pemain sudah memberikan segalanya," ujarnya singkat ketika ditanya soal spanduk tersebut.

Bagi Argentina, kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di fase gugur Piala Dunia 2026 menjadi empat laga, dengan total 10 gol dan hanya dua kebobolan. Inggris harus mengakhiri perjalanan di semifinal untuk kedua kalinya dalam tiga edisi terakhir, meski mencatatkan rata-rata penguasaan bola tertinggi di turnamen ini, yakni 61 persen.

Argentina akan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya di partai puncak. Sementara itu, sorotan terhadap Lo Celso diprediksi masih berlanjut, mengingat aksi politik di lapangan selalu memicu debat panjang antara kebebasan berekspresi dan aturan kompetisi. Di atas lapangan, Argentina layak melaju. Namun di luar lapangan, pertandingan lain baru saja dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User