Lo Celso Angkat Spanduk Politik, Argentina Tembus Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk Argentina. Namun malam semifinal Piala Dunia 2026 itu tidak hanya dikenang lewat gol-gol dramatis, melainkan juga lewat selembar spanduk bernuansa politik yang diangkat Giovani Lo...

Lo Celso Angkat Spanduk Politik, Argentina Tembus Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk Argentina. Namun malam semifinal Piala Dunia 2026 itu tidak hanya dikenang lewat gol-gol dramatis, melainkan juga lewat selembar spanduk bernuansa politik yang diangkat Giovani Lo Celso di tengah selebrasi usai laga kontra Inggris. Gelandang Argentina itu menjadi pusat perhatian ganda: penentu kemenangan di lapangan, sekaligus pemicu perdebatan di luar lapangan.

Pertandingan berjalan dengan intensitas luar biasa sejak menit pertama. Argentina tampil dengan formasi 4-3-3 dan penguasaan bola tinggi, sementara Inggris memilih 3-4-3 dengan transisi cepat lewat sayap. Statistik akhir mencatat penguasaan bola 58-42 untuk keunggulan La Albiceleste, dengan shots on target 7-4. Kedua starting XI tampil penuh kekuatan, dan lini tengah menjadi medan perang utama sepanjang 90 menit lebih.

Babak Pertama: Ketukan Pertama dari Kaki Kiri Lo Celso

Babak pertama berjalan hati-hati. Inggris bertahan rapat dan sesekali menusuk lewat kecepatan sayap, sementara Argentina sabar membangun serangan dari kaki ke kaki. Peluang pertama lahir di menit ke-12 lewat tembakan jarak jauh Enzo Fernandez yang masih bisa ditepis kiper Inggris. Menit ke-23, giliran Inggris mengancam: tendangan sudut mengarah ke tiang dekat, namun Dibu Martinez sigap mengamankan bola.

Gol pembuka akhirnya datang di menit ke-31. Berawal dari assist terukur Lionel Messi yang melepas bola ke sisi kanan kotak penalti, Lo Celso mengontrol dengan sekali sentuhan, lalu melepaskan tembakan kaki kiri melengkung ke tiang jauh. Kiper Inggris hanya bisa terpaku. 1-0 untuk Argentina. Selebrasi singkat, dan pertandingan kembali berjalan sengit dengan duel keras di tengah. Menit ke-41, Inggris mendapat kartu kuning pertama setelah tekel keras di lini tengah.

Babak Kedua: Inggris Membalas, VAR Bicara, dan Momen Puncak

Babak kedua dibuka Inggris dengan tempo lebih tinggi. Pelatih Inggris memasukkan penyerang tambahan dan mengubah bentuk serangan. Hasilnya datang di menit ke-58: sundulan keras dari umpan silang sayap memaksa skor berubah menjadi 1-1. Stadion terbelah. Sejak itu, pertandingan berubah menjadi jual beli serangan.

Menit ke-67, Argentina mengira telah mencetak gol kedua lewat sundulan bebas di kotak penalti, namun VAR turun tangan dan menganulirnya karena offside pada posisi penyerang. Ketegangan meningkat. Menit ke-75, Inggris nyaris membalik keadaan lewat serangan balik cepat, tetapi penyelamatan gemilang Dibu Martinez menjaga skor tetap imbang. Kartu kuning kedua untuk Inggris keluar di menit ke-79 menyusul pelanggaran taktis yang menghentikan serangan balik Argentina.

Puncak drama terjadi di menit ke-84. Umpan terobosan dari lini tengah membelah pertahanan Inggris, dan Lo Celso yang sudah berlari dari kedalaman menyambutnya dengan sepakan pertama ke sudut gawang. 2-1! Gol kedua Lo Celso di malam itu, satu assist dan satu gol penentu, membawa Argentina ke ambang final. Empat menit tambahan waktu dihadapi dengan disiplin penuh, dan peluit panjang mengakhiri perlawanan Inggris.

Analisis: Lo Celso, Jantung Permainan La Albiceleste

Angka bicara untuk Lo Celso. Ia menuntaskan 91 persen umpan sepanjang laga, mencatatkan tiga key passes, memenangkan mayoritas duel lini tengah, plus berkontribusi langsung pada dua gol timnya. Perannya sebagai gelandang serang dalam 4-3-3 membuat Inggris kesulitan menutup ruang di antara lini pertahanan dan lini tengah. Ia bukan sekadar eksekutor; ia adalah pengatur ritme yang mengubah arah serangan dari sisi kiri ke sisi kanan secara konsisten.

Kehadirannya juga terasa dalam transisi bertahan. Saat Inggris mencoba keluar dari tekanan, Lo Celso kerap menjadi pemutus pertama, memaksa lawan bermain panjang dan kehilangan penguasaan bola. Duetnya dengan Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister memberi Argentina keseimbangan yang hilang di beberapa laga sebelumnya. Pelatih Argentina tak ragu memuji: “Lo Celso menjalankan tugas dengan sempurna. Golnya adalah buah dari kerja keras seluruh tim, dan kami sangat bangga,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.

Spanduk Politik: Selebrasi yang Memicu Perdebatan

Namun sorotan terbesar malam itu justru datang setelah peluit akhir. Di tengah selebrasi pemain, Lo Celso mengangkat selembar spanduk bernuansa politik yang langsung direkam kamera dan menyebar cepat. Isi pesan spanduk tidak dijelaskan secara resmi oleh pihak tim, namun gestur tersebut langsung memicu reaksi beragam: sebagian menilai itu bentuk kebebasan berekspresi, sebagian lainnya menilai tindakan itu keluar dari koridor olahraga.

Panitia penyelenggara disebut tengah meninjau insiden tersebut dan mempertimbangkan proses selanjutnya sesuai regulasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Lo Celso maupun federasi Argentina mengenai maksud di balik spanduk itu. Yang pasti, drama di dalam lapangan telah selesai, Argentina menang 2-1 dan melaju ke final, tetapi riak dari selebrasi tersebut dipastikan akan terus bergulir dalam beberapa hari ke depan, sebelum fokus kembali ke partai puncak yang menanti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User