Kopenhagen — Kabar mengejutkan datang dari kubu ganda putra Indonesia jelang bergulirnya Denmark Open 2026. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dipastikan mundur dari turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut. Keputusan ini disampaikan langsung oleh pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, yang mengungkap alasan di balik absennya salah satu andalan Merah Putih itu.
Dengan mundurnya Leo/Daniel, komposisi starting XI sektor ganda putra Indonesia di Denmark Open 2026 otomatis mengalami perubahan. Pasangan yang sempat menempati peringkat 10 besar dunia ini harus merelakan kesempatan mengumpulkan poin penting dalam perburuan tiket ke BWF World Tour Finals. Keputusan mundur tentu bukan langkah mudah, mengingat Denmark Open merupakan salah satu turnamen bergengsi dengan level kompetisi yang sangat tinggi.
Alasan di Balik Keputusan Mundur
Antonius Budi Ariantho menjelaskan bahwa faktor kebugaran dan kondisi fisik menjadi pertimbangan utama. Menurutnya, Leo/Daniel membutuhkan waktu pemulihan setelah menjalani rangkaian turnamen yang padat dalam beberapa pekan terakhir. Beban pertandingan yang tinggi, ditambah perjalanan panjang antarnegara, membuat tim pelatih memilih untuk tidak memaksakan keduanya tampil di Kopenhagen.
"Kami sudah berdiskusi dengan tim medis dan pemain. Kondisi Leo dan Daniel tidak dalam keadaan optimal. Lebih baik istirahat dan fokus pemulihan daripada memaksakan tampil dan berisiko cedera lebih serius," ujar Antonius dalam keterangannya kepada media.
Keputusan ini sejalan dengan pendekatan jangka panjang yang diterapkan pelatih asal Indonesia tersebut. Alih-alih mengejar hasil instan di satu turnamen, tim pelatih memprioritaskan kebugaran pemain demi performa stabil di sisa musim. Denmark Open 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 13-18 Oktober 2026 di Jyske Bank Arena, Herning, dengan total hadiah yang tidak sedikit.
Dampak pada Peta Persaingan Ganda Putra
Absennya Leo/Daniel membuka peluang bagi pasangan lain untuk mendulang poin. Penguasaan bola dan durabilitas rally panjang menjadi kunci di lapangan berkarakter keras khas Eropa, sehingga kehadiran pasangan dengan fisik prima sangat menentukan. Tanpa Leo/Daniel, beban Indonesia di sektor ganda putra kemungkinan besar bertumpu pada pasangan lain yang masih bertahan di daftar undian.
Dari sisi statistik, Leo/Daniel sepanjang musim ini mencatatkan performa yang cukup kompetitif. Mereka beberapa kali memaksa pertandingan berjalan hingga rubber game, dengan rata-rata durasi pertandingan di atas 55 menit. Efisiensi serangan mereka dari posisi belakang lapangan—terutama smash jump Daniel Marthin—menjadi salah satu senjata andalan. Namun, konsistensi menjadi catatan tersendiri, terutama saat menghadapi pasangan peringkat atas dunia.
Dengan mundurnya mereka, para pesaing dari Denmark, China, dan Malaysia diprediksi lebih leluasa mengamankan posisi di babak-babak lanjut. Ini tentu menjadi kerugian tersendiri bagi Indonesia dalam upaya menjaga tradisi kuat di sektor ganda putra pada turnamen Eropa.
Fokus Pemulihan dan Agenda Selanjutnya
Tim pelatih menegaskan bahwa Leo/Daniel tetap masuk dalam rencana besar menghadapi turnamen-turnamen berikutnya. Pemulihan akan dijalankan secara intensif, termasuk latihan fisik ringan dan terapi untuk menjaga kondisi otot. Targetnya, keduanya bisa kembali tampil dalam kondisi prima pada agenda berikutnya, baik di French Open maupun turnamen Asia yang menanti.
"Kami tidak ingin kehilangan mereka dalam waktu lama. Ini murni soal manajemen beban. Setelah pulih, mereka akan kembali berlatih penuh dan bersiap untuk turnamen berikutnya," lanjut Antonius.
Bagi para penggemar bulu tangkis Tanah Air, absennya Leo/Daniel memang mengurangi daya tarik Denmark Open 2026. Namun, keputusan ini justru menunjukkan profesionalisme tim pelatih dalam menjaga aset jangka panjang. Dengan fisik yang bugar, Leo/Daniel berpeluang kembali menunjukkan clean sheet performa terbaiknya dan kembali bersaing di papan atas dunia. Sisa musim ini masih panjang, dan peta persaingan ganda putra dipastikan akan terus bergerak dinamis hingga turnamen penutup nanti.
Comments (0)