Oct 15, 2026
Olahraga

Lamine Yamal Bawa Spanyol Tekuk Arab Saudi di Piala Dunia 2026

ATLANTA — Lamine Yamal menjadi mimpi buruk Arab Saudi. Winger muda Spanyol itu mencetak gol pembuka saat La Roja menaklukkan Arab Saudi pada matchday kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium...

Lamine Yamal Bawa Spanyol Tekuk Arab Saudi di Piala Dunia 2026

ATLANTA — Lamine Yamal menjadi mimpi buruk Arab Saudi. Winger muda Spanyol itu mencetak gol pembuka saat La Roja menaklukkan Arab Saudi pada matchday kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari WIB. Skor akhir menempel di papan skor, tapi dominasi Spanyol sepanjang 90 menit tak terbantahkan: penguasaan bola 68 persen berbanding 32 persen, dengan 7 shots on target dari total 18 percobaan.

Sejak menit pertama, pelatih Spanyol menurunkan formasi 4-3-3 dengan Yamal di sayap kanan, Rodri sebagai jangkar, dan Pedri mengatur tempo di lini tengah. Starting XI Arab Saudi memakai 5-4-1 defensif, berharap memancing serangan balik lewat kecepatan Salem Al-Dawsari. Tapi rencana itu buyar lebih cepat dari dugaan.

Menit ke-23: Yamal Memecah Kebuntuan

Menit ke-23, Yamal menerima umpan terobosan Pedri di ruang sempit sisi kanan. Dengan dua sentuhan, ia melewati satu bek, lalu melepaskan tendangan kaki kiri melengkung ke tiang jauh. Bola tak terjangkau kiper Arab Saudi. Gol itu menjadi gol kelima Yamal dalam sembilan penampilan terakhirnya bersama timnas, sekaligus membuktikan statusnya sebagai pemain paling produktif Spanyol di usia di bawah 20 tahun pada ajang Piala Dunia.

Statistik babak pertama menegaskan jurang kualitas: Spanyol mencatatkan 11 percobaan, 4 di antaranya tepat sasaran, plus 6 sepak pojok. Arab Saudi hanya sekali mengancam lewat sepakan Al-Dawsari yang masih melebar di menit ke-38. Lini belakang Spanyol bermain rapi, mencatatkan clean sheet di paruh pertama dengan hanya 2 pelanggaran.

Menit ke-41, VAR sempat meninjau potensi offside pada proses gol kedua Spanyol, tapi wasit mengesahkan setelah memastikan Alvaro Morata berada sejajar dengan bek terakhir. Spanyol masuk ruang ganti dengan keunggulan dua gol, sementara Arab Saudi harus menelan kenyataan pahit kehilangan penguasaan bola di area sendiri hingga 14 kali.

Kedua: Rotasi Spanyol dan Kartu Kuning

Babak kedua berjalan lebih keras. Arab Saudi mengubah pendekatan menjadi 4-3-3 dan menaikkan garis pertahanan. Hasilnya, tempo permainan naik, tapi justru membuka ruang untuk Yamal dan Nico Williams di sisi sayap. Menit ke-58, Williams memaksa kiper Arab Saudi melakukan penyelamatan penting, sebelum Morata menyundul bola rebound ke mistar gawang.

Kartu kuning mulai keluar. Dua pemain Arab Saudi mendapat ganjaran pada menit ke-61 dan 67 karena menghentikan laju Yamal dengan tekel terlambat. Spanyol sendiri menerima satu kartu kuning di menit ke-74 akibat taktik breaking saat Arab Saudi memenangkan bola di lini tengah.

Menit ke-79, sang pelatih menarik Yamal, disambut tepuk tangan standing dari sekitar 68.000 penonton yang hadir di Atlanta Stadium. Data pertandingan mencatat Yamal menyelesaikan 5 dribel sukses dari 7 percobaan, akurasi umpan 89 persen, dan menciptakan 3 peluang. Performa itu membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik laga.

Dampak ke Klasemen Grup H

Dengan hasil ini, Spanyol mengoleksi 4 poin dari dua laga dan menempatkan diri di puncak sementara Grup H. Arab Saudi tertahan di posisi tiga dengan 1 poin. Secara head-to-head, ini menjadi kekalahan pertama Arab Saudi atas Spanyol dalam lima pertemuan terakhir di semua kompetisi, sekaligus memperpanjang catatan Spanyol selalu mencetak gol di 12 laga terakhir fase grup Piala Dunia.

Arab Saudi memang tampil disiplin di lini belakang pada awal laga, tapi data tidak bisa dibohongi: mereka kalah dalam duel udara 6-14, kalah dalam tekel bersih 8-15, dan hanya mencatat 1 shots on target sepanjang 90 menit. Kehilangan Firas Al-Buraikan di menit ke-30 karena cedera pergelangan kaki memperburuk daya gedor mereka.

"Lamine adalah pemain yang bisa mengubah pertandingan dalam satu momen. Kami mengontrol tempo, dan dia mengeksekusi peluang dengan tenang. Tapi kami belum puas, masih ada satu laga penentu," ujar pelatih Spanyol dalam konferensi pers usai laga.

Bagi Arab Saudi, pelatih mereka mengakui selisih kualitas individu menjadi pembeda. "Kami bertahan sesuai rencana, tetapi Yamal bermain di level berbeda. Kami harus fokus ke laga terakhir," katanya.

Spanyol berikutnya akan menghadapi lawan terberat di grup pada matchday terakhir, sementara Arab Saudi wajib menang untuk menjaga asa lolos ke babak 32 besar. Jika Yamal terus tampil seperti ini, mimpi Spanyol untuk mengulang kejayaan 2010 bukan sekadar wacana statistik semata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User