Kylian Mbappe Cetak Gol, Prancis Kalahkan Swedia 2-0 di Babak 32 Besar
East Rutherford, New Jersey — Tim nasional Prancis mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Swedia. Dalam laga yang digelar di MetLife Stadium, Sela...
East Rutherford, New Jersey — Tim nasional Prancis mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Swedia. Dalam laga yang digelar di MetLife Stadium, Selasa malam waktu setempat, duo kreatif Kylian Mbappe dan Michael Olise menjadi arsitek utama keberhasilan Les Bleus menyingkirkan wakil Skandinavia tersebut.
Sejak peluit awal dibunyikan wasit Wilton Sampaio asal Brasil, Prancis langsung mengambil inisiatif permainan. Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih Didier Deschamps terbukti efektif membongkar pertahanan 4-4-2 Swedia yang dikomandoi Victor Lindelöf. Penguasaan bola mencapai 62 persen untuk Prancis di sepanjang pertandingan, dengan 15 tembakan mengarah ke gawang dari total 24 percobaan. Di sisi lain, Swedia hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit, menegaskan dominasi Tim Ayam Jantan.
Babak Pertama: Tekanan Tanpa Henti dan Gol Pembuka Mbappe
Menit ke-7, Mbappe sudah memberikan ancaman lewat tusukan dari sisi kiri yang memaksa kiper Robin Olsen melakukan penyelamatan gemilang memblok tendangan keras kaki kanannya. Serangan bertubi-tubi Prancis akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23. Berawal dari pergerakan pintar Michael Olise di sepertiga akhir lapangan, ia mengirim umpan terobosan vertikal kepada Mbappe yang melakukan overlap melalui bek kanan Filip Dagerstål. Dengan sekali kontrol, Mbappe melepaskan tendangan first-time ke sudut kiri bawah gawang. Skor 1-0 untuk Prancis.
Gol tersebut merupakan hasil kesabaran Prancis membongkar blok tengah Swedia yang dikawal Albin Ekdal dan Kristoffer Olsson. Statistik mencatat, sebelum gol terjadi, Prancis sudah mencatatkan 6 peluang dari permainan terbuka, sedangkan Swedia belum sekalipun mengancam gawang Mike Maignan. Hingga turun minum, skor 1-0 bertahan. Penguasaan bola Prancis 64 persen, dan mereka mencatatkan 5 tembakan tepat sasaran.
Babak Kedua: Olise Kunci Kemenangan, Swedia Gagal Bangkit
Memasuki babak kedua, Swedia mencoba mengambil pendekatan lebih ofensif dengan memasukkan striker cepat Anthony Elanga menggantikan Viktor Gyökeres pada menit ke-58. Namun, perubahan itu justru meninggalkan celah di lini tengah yang dimanfaatkan dengan cerdik oleh Prancis. Menit ke-67, Olise kembali mencatatkan kontribusi penting. Serangan balik cepat dari sapuan William Saliba di kotak penalti sendiri dilanjutkan dengan bola panjang ke arah Ousmane Dembélé di sisi kanan. Dembélé menusuk dan mengirim crossing matang ke kotak penalti, di mana Olise menyambut dengan sundulan keras tanpa bisa diantisipasi Olsen. Skor menjadi 2-0.
Michael Olise, yang tampil sebagai playmaker di posisi gelandang serang dalam formasi 4-3-3, menunjukkan kualitas teknik dan visi bermain di atas rata-rata. Tidak hanya assist untuk gol pertama dan golnya sendiri, ia juga mencatatkan 3 umpan kunci, akurasi umpan 88 persen, serta sukses dalam 4 dari 5 percobaan dribel. Performa fantastis pemain andalan Crystal Palace itu membuat lini kedua Prancis tampil begitu hidup dan sulit dibendung Swedia.
Setelah gol kedua, ritme pertandingan praktis berada dalam kendali Les Bleus. Deschamps melakukan rotasi pemain dengan memasukkan Eduardo Camavinga dan Randal Kolo Muani untuk menjaga kebugaran skuad. Swedia hanya memperoleh peluang emas lewat tendangan bebas Emil Forsberg pada menit ke-81 yang masih bisa ditepis Maignan dengan penyelamatan refleks spektakuler. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-0 tidak berubah. Prancis mencatat clean sheet ketiga di fase grup dan mengemas total 7 tembakan tepat sasaran di babak kedua, sementara Swedia hanya menambah 1 tembakan tepat sasaran.
Statistik Kunci dan Peta Perjalanan
Secara keseluruhan, statistik menunjukkan perbedaan kualitas signifikan. Prancis mencatatkan expected goals (xG) 2,8 berbanding 0,3 milik Swedia. Penjagaan solid dari duet bek tengah Ibrahima Konaté dan William Saliba membuat lini depan Swedia frustasi, dengan total 16 kali sapuan dan 5 intersepsi sukses. Peran gelandang bertahan Aurélien Tchouaméni juga patut diacungi jempol: 7 tekel sukses, 2 intersepsi, dan 91 persen akurasi operan menunjukkan dominasi di lapangan tengah.
Kemenangan ini mengantarkan Prancis ke babak 16 besar dengan status runner-up Grup E yang cukup menantang, namun performa melawan Swedia memperlihatkan potensi mereka untuk kembali melaju jauh—seperti saat menjuarai edisi 2018 dan mencapai final 2022. Kylian Mbappe kini mengoleksi 4 gol di turnamen, sementara Michael Olise menjadi pemain ketiga Prancis yang mencetak gol dan assist dalam satu pertandingan Piala Dunia 2026. Dalam konferensi pers usai laga, Deschamps memuji semangat tim: “Kami sabar dan bermain sesuai rencana. Hubungan antara Kylian dan Michael semakin solid, itu kabar baik untuk babak berikutnya.”
Dengan penampilan kolektif seperti ini, Prancis layak menjadi sorotan sebagai salah satu kandidat kuat peraih trofi. Tantangan berikutnya sudah menanti, tetapi malam di New Jersey menjadi bukti bahwa kombinasi pengalaman Mbappe dan kreativitas Olise akan terus menjadi mimpi buruk bagi lawan manapun.
Comments (0)