Skor akhir 2-1 untuk Timnas Korea Selatan U-23 atas Jepang pada partai puncak sepak bola putra Asian Games 2026 di Toyota, Jepang tengah, Sabtu, 3 Oktober 2026. Kemenangan ini memastikan Taeguk Warriors muda membawa pulang medali emas sekaligus membalas kekalahan di turnamen edisi sebelumnya.
Jalannya Pertandingan: Babak Pertama
Sejak menit ke-1, Jepang yang tampil sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan dengan formasi 4-2-3-1. Penguasaan bola babak pertama memang dikuasai Jepang dengan angka 58 persen berbanding 42 persen. Namun, Korea Selatan yang menurunkan starting XI dengan skema 4-4-2 bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat lewat kedua sayap.
Menit ke-14, Jepang mencetak peluang pertama melalui tendangan voli dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melebar dari gawang. Kiper Korea Selatan, yang tampil dengan empat penyelamatan di babak pertama, menjadi tembok kokoh di bawah mistar. Menit ke-27, Jepang nyaris membuka skor melalui sundulan, namun bek tengah Korea Selatan berhasil melakukan blok tepat di garis gawang.
Serangan balik Korea Selatan mulai merepotkan lini belakang Jepang. Menit ke-38, sebuah umpan panjang dari tengah lapangan dilepaskan ke ruang kosong di sisi kanan, dan penyerang Korea Selatan berhasil melewati bek sebelum melepaskan tendangan. Bola menghantam tiang gawang, dan skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Gol dan Drama VAR
Memasuki babak kedua, Korea Selatan menaikkan garis pertahanan dan lebih berani menekan. Hasilnya terlihat pada menit ke-52. Berawal dari skema pressing tinggi di area tengah, bola direbut dan diteruskan dengan umpan terobosan. Penyerang Korea Selatan melepaskan tendangan mendatar dari dalam kotak penalti yang tidak mampu dijangkau kiper Jepang. Skor berubah 1-0. Asist diberikan oleh gelandang tengah yang mencatat satu assist di laga ini.
Jepang merespons dengan memasukkan dua pemain sayap tambahan pada menit ke-60. Taktik itu berbuah pada menit ke-71. Melalui skema umpan pendek dan pergerakan tanpa bola, Jepang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut sempat dicek oleh VAR karena ada indikasi offside, tetapi wasit memutuskan gol sah setelah melihat tayangan ulang.
Pertandingan berjalan semakin terbuka. Tercatat shots on target 6-5 untuk keunggulan tipis Jepang, tetapi Korea Selatan lebih efektif dalam penyelesaian akhir. Menit ke-84, Korea Selatan mendapat peluang emas lewat tendangan bebas di depan kotak penalti. Tendangan itu membentur pagar betis dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Momen Kunci: Gol Kemenangan Menit ke-88
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Korea Selatan mencetak gol kemenangan pada menit ke-88. Berawal dari skema serangan balik cepat setelah Jepang terlanjur naik ke depan, bola diumpan ke sisi kiri. Pemain pengganti yang baru masuk pada menit ke-79 melepaskan umpan silang mendatar ke mulut gawang, dan penyerang Korea Selatan menyambutnya dengan penyelesaian first-time. Skor menjadi 2-1 untuk Korea Selatan.
Jepang berusaha mengejar di sisa waktu tambahan lima menit, tetapi pertahanan Korea Selatan bermain disiplin. Satu kartu kuning dikeluarkan untuk pemain Korea Selatan pada menit ke-90+3 karena menunda permainan. Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada lagi gol tercipta.
Statistik Akhir dan Catatan Turnamen
Penguasaan bola akhir: Jepang 61 persen, Korea Selatan 39 persen. Shots on target: Jepang 6, Korea Selatan 5. Sepak pojok: Jepang 7, Korea Selatan 4. Kartu kuning: Jepang 1, Korea Selatan 3. Kiper Korea Selatan mencatat total lima penyelamatan dan tampil sebagai salah satu pemain terbaik laga. Clean sheet tidak tercipta, tetapi lini belakang Korea Selatan mampu meredam tekanan tuan rumah di menit-menit krusial.
Sepanjang turnamen, Korea Selatan U-23 tampil konsisten dengan formasi 4-4-2 yang fleksibel. Dari fase grup hingga final, mereka mencatatkan rata-rata 1,8 gol per pertandingan dan hanya kebobolan lima kali dalam tujuh laga. Sementara Jepang harus puas dengan medali perak meski mendominasi statistik penguasaan bola di partai puncak.
Kemenangan ini menjadi catatan penting bagi regenerasi sepak bola Korea Selatan. Sebanyak enam pemain dalam starting XI final berusia di bawah 21 tahun, menandakan kedalaman skuad yang siap diproyeksikan ke level senior. Bagi Jepang, hasil ini menjadi evaluasi karena kembali gagal memaksimalkan status tuan rumah di partai final.
"Kami tahu Jepang akan menguasai bola lebih banyak. Kunci kami adalah disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik. Para pemain menjalankan rencana dengan sempurna," ujar pelatih Korea Selatan dalam sesi konferensi pers usai laga.
Dengan hasil ini, Korea Selatan U-23 menambah koleksi medali emas sepak bola putra Asian Games mereka, sekaligus menutup turnamen dengan catatan tak terkalahkan. Jepang harus menerima kenyataan pahit di hadapan pendukung sendiri, meski secara statistik mencatat lebih banyak penguasaan bola dan shots on target.
Comments (0)