Kontroversi Sentuhan Ganda Julian Alvarez Buyarkan Mimpi Atletico

Atletico Madrid secara dramatis tersingkir dari Liga Champions setelah skor 1-0 di laga kedua hanya mampu memaksa agregat 2-2, dan akhirnya kalah adu penalti 4-2 dari Real Madrid, Kamis dini hari WIB ...

Kontroversi Sentuhan Ganda Julian Alvarez Buyarkan Mimpi Atletico

Atletico Madrid secara dramatis tersingkir dari Liga Champions setelah skor 1-0 di laga kedua hanya mampu memaksa agregat 2-2, dan akhirnya kalah adu penalti 4-2 dari Real Madrid, Kamis dini hari WIB (13/3/2025). Bintang Argentina Julian Alvarez menjadi tokoh utama tragedi itu: eksekusi penaltinya dianulir karena sentuhan ganda, keputusan VAR yang kontroversial dan menghentikan langkah Los Rojiblancos di depan pendukung sendiri.

Gol Cepat dan Blokade Simeone

Bermain di Stadion Metropolitano dengan defisit satu gol, Atletico langsung tampil menekan lewat formasi 5-3-2 yang cair. Menit ke-15, ancaman pertama datang dari Julian Alvarez. Menerima umpan terobosan Koke, sepakan melengkungnya memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan spektakuler. Real Madrid merespons melalui skema serangan balik Kylian Mbappe, tetapi tembakan rendahnya masih mampu ditepis Jan Oblak.

Gol yang ditunggu publik Metropolitano lahir di menit ke-23. Nahuel Molina melepaskan umpan silang dari sisi kanan, Antoine Griezmann lolos dari kawalan Antonio Rüdiger dan menyundul bola ke pojok gawang. Skor 1-0 membuat agregat imbang 2-2 dan tensi laga semakin memanas. Hingga turun minum, Atletico unggul penguasaan bola 58% dan melepaskan 8 tembakan (4 on target), sementara Real Madrid hanya mencatatkan 3 percobaan dengan satu tepat sasaran.

Oblak Pahlawan 90 Menit, Bellingham Nyaris Mencuri

Selepas jeda, Real Madrid meningkatkan intensitas. Jude Bellingham hampir membungkam Metropolitano di menit ke-63 lewat sundulan dari sepak pojok, tetapi Oblak kembali menunjukkan refleks kelas dunia. Atletico sendiri lebih memilih bertahan rapat dan sesekali melancarkan serangan balik. Marcos Llorente sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh yang membentur tiang pada menit ke-78. Total expected goals (xG) mencatat 1,91 untuk tuan rumah berbanding 0,87 untuk tim tamu—statistik yang menegaskan dominasi Atletico sepanjang 90 menit normal.

Duel Sengit 120 Menit Tanpa Pemenang

Kedua tim memaksakan perpanjangan waktu karena agregat 2-2 bertahan. Kondisi fisik pemain menjadi faktor kunci; tempo menurun dan peluang emas sulit tercipta. Atletico mengandalkan bola-bola panjang ke Alvaro Morata, sementara Real Madrid mencoba tusukan dari Vinicius Junior. Satu-satunya kans berbahaya terjadi di menit ke-112 saat Federico Valverde melepaskan sepakan voli yang menyamping tipis dari sasaran. Laga harus ditentukan melalui adu penalti.

Alvarez: Dari Ancaman ke Anti-Klimaks

Julian Alvarez tampil tajam sepanjang 120 menit: ia mencatatkan 2 tembakan tepat sasaran, 4 dribel sukses, dan akurasi umpan 87 persen. Perannya sebagai second striker di belakang Griezmann merepotkan lini belakang Madrid. Namun, sorotan justru jatuh pada momen krusial di titik putih. Sebagai penendang ketiga Atletico, Alvarez terpeleset ketika melepaskan tembakan. Bola tetap melesat masuk gawang, tapi VAR mengintervensi: tayangan ulang menunjukkan kaki tumpu—kaki kiri—secara tidak sengaja menyentuh bola sebelum tendangan kaki kanan.

Wasit Szymon Marciniak menganulir gol tersebut berdasar Pasal 14 IFAB tentang sentuhan ganda. Keputusan ini memicu protes sengit. Para pemain Atletico, dipimpin Koke dan Griezmann, mengerumuni wasit. Diego Simeone di pinggir lapangan terlihat berteriak frustrasi. Setelah penundaan selama tiga menit, adu penalti berlanjut.

Esksekusi Dingin Madrid, Mimpi Atletico Runtuh

Sebelum insiden Alvarez, Griezmann dan Mbappe sukses mengeksekusi. Penendang ketiga Madrid, Bellingham, dengan dingin menaklukkan Oblak. Setelah anulir Alvarez, Valverde memperbesar keunggulan Madrid. Tekanan kini pada Marcos Llorente sebagai algojo keempat Atletico; sepakannya menghantam mistar. Vinicius Junior kemudian memastikan kemenangan 4-2 untuk Real Madrid—sekaligus memastikan tiket perempat final.

Statistik Kunci dan Reaksi Pelatih

Data full-time menunjukkan dominasi Atletico yang sia-sia: 14 tembakan (6 on target), 58% penguasaan bola, dan 5 sepak pojok. Real Madrid hanya mencatat 9 tembakan dengan 3 on target dan 2 penyelamatan krusial Courtois. Kekalahan ini menambah catatan pahit Atletico yang selalu tersisih oleh tetangga sekota dalam lima pertemuan Liga Champions.

Diego Simeone enggan menyalahkan aturan. "Saya bangga dengan permainan kami. Detil kecil seperti itu bisa terjadi pada siapa saja. Aturan adalah aturan, meski rasanya sangat menyakitkan," ujarnya. Carlo Ancelotti mengakui keberuntungan timnya. "Kami bertahan dengan baik dan beruntung di adu penalti. Alvarez adalah pemain hebat, tetapi malam ini bukan miliknya."

Real Madrid selanjutnya akan bertemu pemenang antara Arsenal dan Porto di perempat final. Sementara Atletico harus segera bangkit: La Liga dan Copa del Rey kini menjadi harga mati untuk menyelamatkan musim yang penuh gejolak.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User