BANDUNG — Marc Klok tidak ingin ambisi Persib Bandung berhenti di level domestik. Gelandang berpaspor Indonesia itu menegaskan bahwa Maung Bandung memasang target tinggi di dua front sekaligus: kompetisi Liga 1 dan pentas AFC Champions League Two 2026/2027. Pernyataan ini muncul menjelang laga melawan Cong Viettel, sebuah duel yang ia nilai sebagai tolok ukur keseriusan Persib di kancah Asia.
Klok, yang dikenal sebagai pengatur tempo di lini tengah, menyebut bahwa mentalitas juara harus dibuktikan lewat konsistensi, bukan sekadar retorika. Ia menekankan bahwa setiap pertandingan, baik di Liga 1 maupun ACL Two, adalah peluang untuk menunjukkan kualitas tim di hadapan publik sendiri maupun lawan-lawan Asia.
Duel Melawan Cong Viettel Jadi Ujian Karakter
Menghadapi Cong Viettel, Klok memproyeksikan laga berjalan ketat. Tim asal Vietnam itu dikenal memiliki transisi cepat dan organisasi bertahan yang rapi. Ia mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terjebak dalam ritme lawan dan tetap menjaga penguasaan bola sejak menit awal.
Dalam skema yang kemungkinan besar digunakan, Persib dapat mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Klok sebagai poros ganda. Peran itu menuntut ia tidak hanya memutus serangan, tetapi juga mendistribusikan bola ke sisi sayap. “Kami ingin tampil dominan, bukan hanya di kandang, tapi juga saat melawat,” ujarnya, dikutip dari sesi konferensi pers jelang pertandingan.
Klok menambahkan bahwa kemenangan di kompetisi Asia akan memberi efek berantai bagi kepercayaan diri di Liga 1. Sebaliknya, hasil buruk di Asia bisa merembet ke performa domestik. Karena itu, ia menuntut standar tinggi di setiap sesi latihan.
Statistik dan Target Konkret Persib
Secara data, Persib memang menargetkan penguasaan bola di atas 55 persen pada laga melawan Cong Viettel. Klok sendiri mencatat rata-rata 1,8 peluang cipta dan akurasi umpan 87 persen pada laga-laga terakhir, indikator bahwa ia adalah mesin utama lini tengah. Namun, ia menegaskan angka individu tak berarti bila tim gagal meraih clean sheet.
Ambisi di ACL Two 2026/2027 juga bukan isapan jempol. Persib ingin melangkah jauh, setidaknya melewati fase grup. Klok menyebut bahwa pengalaman bertemu tim-tim Asia akan mempercepat perkembangan pemain muda. Ia berharap manajemen terus mendukung dengan fasilitas dan kedalaman skuad yang memadai.
“Kami tidak mau hanya ikut meramaikan. Kami mau dominan di Asia dan domestik. Itu target yang harus kami kejar bersama,” tegas Klok.
Sinergi Domestik dan Asia
Menurut Klok, rotasi pemain menjadi kunci agar Persib tetap kompetitif di dua kompetisi. Jadwal padat menuntut pelatih melakukan manajemen beban, terutama bagi pemain kunci. Ia menilai skuad saat ini punya kualitas merata, sehingga persaingan internal bisa mendorong performa.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan suporter. Atmosfer Stadion Si Jalak Harupat dinilai bisa menjadi pemain ke-12. Namun, ia mengingatkan bahwa dukungan harus dibarengi fokus, bukan euforia berlebihan.
Dengan ambisi yang ditegaskan Klok, laga melawan Cong Viettel bukan sekadar pertandingan pembuka, melainkan pernyataan bahwa Persib serius mengejar prestasi lintas kompetisi. Jika target itu terwujud, Maung Bandung berpotensi menorehkan sejarah baru di sepak bola Asia.
Comments (0)