Kim Jae-joong Jadi Dukun di Film Horor Korea-Jepang The Shrine

Industri perfilman Asia kembali bergairah dengan kehadiran The Shrine, film horor thriller yang mempertemukan dua negara. Mengusung nuansa mistis khas Kore

Industri perfilman Asia kembali bergairah dengan kehadiran The Shrine, film horor thriller yang mempertemukan dua negara. Mengusung nuansa mistis khas Korea dan Jepang, film ini menampilkan transformasi mengejutkan mantan personel TVXQ dan JYJ, Kim Jae-joong, sebagai seorang dukun modern yang enggan. Diproduksi dalam format cross-country production yang melibatkan kru dari Seoul dan Tokyo, The Shrine sudah mencuri perhatian sejak teaser perdananya dirilis secara terbatas pada awal Juli 2026. Bukan sekadar teror supranatural biasa, kisahnya berakar pada legenda urban tentang kuil terlarang yang konon menjadi pintu gerbang antara dunia manusia dan arwah penasaran.

Lenyap di Kuil Tersembunyi: Sinopsis The Shrine

Cerita berawal dari lima mahasiswa arkeologi Universitas Nasional Seoul yang melakukan ekspedisi ke sebuah pulau kecil di perbatasan Korea-Jepang. Dipimpin oleh profesor mereka yang skeptis, mereka menemukan kompleks kuil kuno yang tidak tercatat dalam peta resmi pemerintah maupun literatur akademis. Kuil itu, yang oleh penduduk setempat disebut Kami no Haka atau "Makam Dewa" dalam bahasa Jepang, menyimpan relief-relief aneh yang menggambarkan ritual pengusiran roh dengan cara-cara brutal.

Malam pertama mereka di kuil berubah menjadi mimpi buruk: jeritan terdengar dari kedalaman hutan, bayangan hitam bergerak di antara tiang-tiang kayu, dan seorang mahasiswi—yang juga tunangan salah satu anggota tim—tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Pencarian oleh otoritas setempat tidak membuahkan hasil. Dalam keputusasaan, keluarga korban memanggil Yoon Shi-woo (Kim Jae-joong), seorang mudang (dukun pria dalam tradisi Korea) generasi muda yang sebenarnya sudah meninggalkan praktik leluhurnya demi hidup modern di ibu kota.

Namun, saat Shi-woo tiba di kuil, ia menyadari bahwa yang mereka hadapi bukan sekadar hantu penasaran, melainkan entitas jauh lebih tua dan jahat yang telah dikurung di sana selama berabad-abad. Dengan bekal pengetahuan spiritual yang selama ini ia coba kubur, Shi-woo harus memimpin ritual berbahaya yang bisa merenggut nyawanya sendiri.

Transformasi Kim Jae-joong: Dari Idola K-Pop ke Dukun yang Skeptis

Bagi Kim Jae-joong, peran ini merupakan langkah berani yang menuntutnya menyelami dua dunia sekaligus. Ia dikenal sebagai penyanyi bersuara emas dan aktor yang kerap memilih peran romantis atau dramatis—seperti dalam Manhole atau Triangle. Kini, ia harus meyakinkan penonton sebagai dukun yang skeptis terhadap kemampuannya sendiri, sekaligus menjadi ujung tombak dalam pertarungan spiritual melawan iblis kuno.

"Yoon Shi-woo adalah karakter yang sangat menantang. Ia dibesarkan dalam tradisi perdukunan yang kental, tetapi memilih lari darinya. Ketika ia dipaksa kembali, konflik batinnya terasa nyata. Saya harus mempelajari gerakan-gerakan ritual gut Korea asli, yang ternyata sangat melelahkan secara fisik dan emosional,"
ungkap Kim Jae-joong dalam wawancara eksklusif bersama SineAsia pada sesi syuting di Pulau Jeju, yang digunakan sebagai lokasi utama film tersebut.

Sutradara asal Jepang, Koji Shiraishi—yang dikenal lewat film horor dokumenter Noroi: The Curse—mengaku sengaja memilih Jae-joong karena kemampuannya menampilkan kerentanan sekaligus keteguhan. "Saya tidak ingin dukun yang sakti sejak awal. Saya ingin penonton merasakan pertumbuhannya, ketakutannya, dan keberanian yang lahir dari keputusasaan," jelas Shiraishi dalam konferensi pers di Tokyo.

Kolaborasi Korea-Jepang yang Sarat Riset Budaya

The Shrine bukanlah sekadar film hantu lompat (jump scare) biasa. Tim produksi mendatangkan konsultan dari kedua negara: seorang mudang senior dari Provinsi Gyeonggi dan seorang pendeta Shinto Jepang yang juga ahli dalam pemurnian spiritual. Tujuannya adalah menciptakan gambaran akurat tentang benturan dua sistem kepercayaan animisme yang berbeda namun saling bersinggungan.

Menurut produser eksekutif Park Hyun-woo dari Studio Podo, "Kami ingin menghormati kedua tradisi. Di Korea, dukun pria jarang diekspos media karena didominasi perempuan. Kami ingin menunjukkan bahwa warisan ini hidup, dan Jae-joong adalah jembatan yang sempurna untuk generasi muda."

Di sisi Jepang, nuansa kuil dirancang oleh desainer produksi pemenang penghargaan Yuji Hayashida (dikenal dari Shin Godzilla). Setiap ukiran kayu, tata letak bangunan, hingga jenis lumut di bebatuan didasarkan pada kuil-kuil era Heian yang ditinggalkan di pegunungan Shikoku.

Fakta produksi kunci:

  • Lokasi syuting: Pulau Jeju (adegan eksterior kuil), studio di Yongin (adegan interior ritual), dan hutan Aokigahara untuk beberapa adegan hutan Jepang.
  • Durasi syuting: 78 hari, dari Februari hingga April 2026.
  • Efek khusus: Kombinasi practical effects (prostetik, boneka animatronik terinspirasi yokai Jepang) dan CGI minimal untuk menjaga suasana organik.
  • Rilis: Rencana tayang serentak di Korea Selatan dan Jepang pada 15 Oktober 2026, diikuti perilisan global melalui platform streaming terpilih.

Adegan Ritual yang Paling Ditunggu

Salah satu adegan yang ramai dibicarakan di kalangan penggemar horor adalah "Ritual Gerbang Leluhur", di mana karakter Yoon Shi-woo harus mempersembahkan tarian salpuri yang dimodifikasi untuk memanggil roh penjaga kuil. Adegan ini, yang berdurasi hampir 10 menit, dikabarkan diambil dalam satu pengambilan gambar panjang (one long take) dengan koreografi rumit yang melibatkan 30 penari latar dan efek suara berdasarkan rekaman asli ritual perdukunan Korea di Pulau Jindo.

Produser musik Jung Jae-il (Parasite, Squid Game) digandeng untuk menciptakan skor yang menggabungkan instrumen tradisional Korea seperti haegeum dan janggu dengan alat musik Jepang shakuhachi dan taiko, menghasilkan lanskap suara yang mencekam dan sakral.

Dari Layar ke Realitas: Antusiasme Penggemar

Penggemar Kim Jae-joong di seluruh Asia langsung membanjiri media sosial dengan tagar #JaejoongInTheShrine begitu foto adegan dirinya mengenakan jubah putih ritual dan topi gat tradisional beredar. Banyak yang memuji keberaniannya mengambil peran di luar zona nyaman, sementara penggemar horor menyambut kembalinya Koji Shiraishi ke genre found footage dan horor rakyat.

Di sisi kritis, beberapa pengamat menilai The Shrine bisa menjadi titik temu baru bagi kolaborasi Korea-Jepang pasca ketegangan budaya yang sempat terjadi. Film ini diharapkan mampu menjadi jembatan yang merayakan akar mistisisme Asia Timur tanpa terjebak dalam stereotip murahan.

[SOCIAL_TWEET]: Kim Jae-joong bertransformasi jadi dukun skeptis di film horor Korea-Jepang 'The Shrine'. Sutradara Koji Shiraishi gandeng Jung Jae-il untuk skor musik. Ritual mistis, kuil angker, dan teror kuno siap menghantui 15 Oktober 2026! 🎬👻 #KimJaejoong #TheShrineMovie #HororAsia[SOCIAL_TG]: 🕯️ Kim Jae-joong jadi dukun di film 'The Shrine' – menelusuri hilangnya mahasiswa di kuil terlarang perbatasan Korea-Jepang. Sutradara horor legendaris Koji Shiraishi, skor oleh Jung Jae-il. Tayang Oktober 2026. Baca selengkapnya di sini!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User