402 Rumah Sakit Angker Korea Adaptasi Gonjiam, Ini Mitos dan Faktanya

Industri perfilman horor Tanah Air kembali diramaikan dengan kehadiran 402 Rumah Sakit Angker Korea, sebuah film yang diadaptasi dari film horor legendaris

Industri perfilman horor Tanah Air kembali diramaikan dengan kehadiran 402 Rumah Sakit Angker Korea, sebuah film yang diadaptasi dari film horor legendaris Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum. Film aslinya yang rilis pada 2018 silam sukses menggemparkan jagat perfilman horor Asia bahkan dunia berkat pendekatan found-footage yang mencekam dan cerita yang konon terinspirasi dari kisah nyata. Lantas, seberapa besar mitos dan fakta yang melingkupi kedua film ini? Simak bedah lengkapnya berikut.

Asal-Usul Gonjiam: Rumah Sakit Jiwa yang Benar-Benar Ada

Nama Gonjiam bukanlah rekaan semata. Gonjiam Psychiatric Hospital benar-benar pernah berdiri di Kota Gwangju, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Rumah sakit jiwa ini beroperasi selama beberapa dekade sebelum akhirnya terbengkalai pada tahun 1990-an. Penyebab pasti penutupannya masih menjadi misteri, namun rumor yang beredar menyebutkan bahwa rumah sakit ini ditutup secara tiba-tiba setelah terjadi serangkaian kematian misterius pasien yang tidak wajar.

CNN Travel bahkan pernah memasukkan Gonjiam ke dalam daftar "7 Tempat Paling Angker di Dunia". Bangunan tua dengan arsitektur suram, jendela-jendela pecah, serta lorong-lorong gelap yang dipenuhi coretan menjadi pemandangan khas tempat ini. Legenda urban yang berkembang menyebutkan bahwa arwah para pasien masih gentayangan di setiap sudut ruangan, menciptakan atmosfer horor yang sulit ditandingi oleh bangunan terbengkalai lainnya. Menariknya, gedung asli Gonjiam telah dirobohkan total pada Juni 2018, hanya berselang tiga bulan setelah film "Gonjiam: Haunted Asylum" dirilis dan mencetak rekor box office di Korea Selatan.

Kesuksesan Gonjiam: Haunted Asylum dan Lahirnya Adaptasi Indonesia

Disutradarai oleh Jung Bum-shik, Gonjiam: Haunted Asylum mengisahkan sekelompok kru acara horor daring yang melakukan siaran langsung dari dalam rumah sakit jiwa terbengkalai tersebut. Dengan gaya found-footage yang imersif, penonton diajak merasakan teror secara langsung melalui sudut pandang kamera para karakter. Film ini sukses meraup lebih dari 2,6 juta penonton di bioskop Korea Selatan dan menjadi salah satu film horor Korea tersukses sepanjang masa. Kepopulerannya melahirkan gelombang baru film horor found-footage di Asia, termasuk inspirasi bagi sineas Indonesia untuk menghadirkan versi lokal bertajuk 402 Rumah Sakit Angker Korea.

Adaptasi Indonesia ini mengambil benang merah yang sama—sekelompok kreator konten yang nekat menyusuri rumah sakit angker demi mengejar popularitas dan jumlah penonton. Namun, versi Indonesia menyuntikkan bumbu lokal dengan mengangkat isu-isu yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, seperti fenomena konten viral yang sering kali menjebak pembuatnya dalam situasi berbahaya. Pergeseran latar dari Gonjiam ke "Rumah Sakit Angker Korea" versi fiksi bernomor 402 juga memberikan fleksibilitas naratif lebih luas tanpa terikat detail historis lokasi asli.

Mitos vs Fakta: Membongkar Lapisan Cerita di Balik Film

Berikut adalah perbandingan antara mitos yang berkembang dan fakta yang sesungguhnya melingkupi kedua film ini:

  • Mitos: Gonjiam Psychiatric Hospital adalah tempat pembantaian massal pasien jiwa oleh dokter yang gila. Fakta: Tidak ada catatan resmi yang membuktikan adanya pembantaian. Namun, penutupan mendadak ditambah buruknya dokumentasi masa itu memang menciptakan ruang bagi spekulasi liar.
  • Mitos: Film 402 Rumah Sakit Angker Korea adalah remake shot-for-shot dari Gonjiam: Haunted Asylum. Fakta: Film Indonesia ini lebih tepat disebut sebagai adaptasi bebas. Banyak elemen horor yang disesuaikan dengan selera penonton lokal, termasuk penambahan unsur mistis khas Asia Tenggara.
  • Mitos: Seluruh adegan dalam Gonjiam direkam di lokasi asli. Fakta: Rumah sakit yang digunakan untuk syuting bukanlah Gonjiam asli, melainkan gedung bekas sekolah di Busan yang didesain ulang menyerupai rumah sakit jiwa terbengkalai. Sementara syuting 402 Rumah Sakit Angker Korea dilakukan di sebuah gedung tua di kawasan Puncak, Jawa Barat.

Respon Publik dan Fenomena Adaptasi Horor Asia

Kehadiran 402 Rumah Sakit Angker Korea menuai beragam reaksi. Penggemar horor Tanah Air menyambut antusias kesempatan menikmati konsep Gonjiam yang dikemas ulang dengan sentuhan lokal. Sebagian lainnya skeptis mengingat rekam jejak adaptasi film horor asing yang kerap kehilangan esensi teror versi aslinya. Namun, yang menarik adalah bagaimana kedua film ini sama-sama menyuarakan kritik terhadap obsesi generasi digital terhadap konten viral—sebuah benang merah yang melampaui batas negara dan budaya.

Adaptasi ini juga menjadi bukti bahwa gelombang "Asian horror renaissance" terus bergulir, di mana cerita-cerita horor lintas negara di Asia saling menginspirasi dan menciptakan ekosistem kreatif yang dinamis. Dari Thailand, Jepang, Korea Selatan, hingga Indonesia, horor menjadi bahasa universal yang mampu mengeksplorasi ketakutan kolektif masyarakat modern.

[SOCIAL_TWEET]: Film horor Korea Gonjiam: Haunted Asylum kini hadir dalam adaptasi Indonesia, 402 Rumah Sakit Angker Korea. Dari mitos rumah sakit jiwa terbengkalai hingga fenomena konten viral, ini bedah fakta di balik layarnya! #FilmHororIndonesia #402RumahSakitAngker #GonjiamAdaptasi[SOCIAL_TG]: 👻 402 Rumah Sakit Angker Korea — adaptasi Indonesia dari Gonjiam: Haunted Asylum. Ini mitos vs fakta di balik rumah sakit jiwa terbengkalai yang legendaris! 🏚️🇰🇷

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User