Kartu Merah Romero Mewarnai Kekalahan Tottenham di Markas United

Manchester, 7 Februari 2026 — Skor akhir 2-1 untuk Manchester United di Old Trafford terasa pahit bagi Tottenham Hotspur. Bukan hanya karena kekalahan itu merusak tren positif tim asuhan pelatih any...

Kartu Merah Romero Mewarnai Kekalahan Tottenham di Markas United

Manchester, 7 Februari 2026 — Skor akhir 2-1 untuk Manchester United di Old Trafford terasa pahit bagi Tottenham Hotspur. Bukan hanya karena kekalahan itu merusak tren positif tim asuhan pelatih anyar mereka, tetapi juga karena insiden kartu merah langsung yang diterima bek tengah andalan, Cristian Romero, pada menit ke-67. Keputusan kontroversial wasit yang diambil setelah tinjauan VAR mengubah total ritme pertandingan yang sebelumnya dikuasai Spurs. Romero diusir keluar lapangan setelah dianggap melakukan pelanggaran serius terhadap striker United, Rasmus Højlund, yang berujung pada hadiah penalti yang dieksekusi dingin oleh Bruno Fernandes.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Tottenham sebenarnya tampil penuh percaya diri dengan penguasaan bola mencapai 62 persen. Starting XI Spurs yang memainkan formasi 4-2-3-1 mampu meredam gempuran serangan balik cepat United. Son Heung-min yang beroperasi dari sayap kiri beberapa kali mengirim umpan silang berbahaya ke kotak penalti, namun penyelesaian akhir dari Richarlison masih bisa dimentahkan Andre Onana. Statistik shots on target hingga menit ke-60 menunjukkan angka 4-1 untuk keunggulan tim tamu. Gol pembuka Spurs lahir pada menit ke-34 melalui aksi individu Dejan Kulusevski yang menusuk dari sayap kanan sebelum melepaskan tendangan melengkung ke pojok kiri bawah gawang Onana. Assist ciamik dari Pape Sarr yang mengirim bola terobosan memecah kebuntuan di menit-menit krusial babak pertama.

Dominasi Awal dan Gol Cepat Spurs

Sejak menit pertama, Tottenham mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-2-3-1 dengan double pivot Sarr dan Yves Bissouma memberikan keseimbangan antara pertahanan dan membangun serangan dari lini tengah. Pressing tinggi yang diterapkan pelatih Spurs sukses membuat lini belakang United kesulitan mengembangkan permainan. Data mencatat, hingga menit ke-15, Spurs sudah menciptakan dua peluang emas melalui tandukan Romero sendiri yang masih melebar dan tendangan jarak jauh James Maddison yang bisa ditepis Onana. Gol Kulusevski menjadi klimaks dari dominasi penguasaan bola yang solid.

United yang mengandalkan formasi 4-3-3 justru terlihat buntu. Kobbie Mainoo tidak mendapat ruang gerak yang cukup karena pergerakan disiplin Bissouma. Højlund pun tampak frustasi karena suplai bola dari sayap kiri Alejandro Garnacho kerap dipotong bek kanan Spurs, Pedro Porro. Statistik penguasaan bola babak pertama menunjukkan 58-42 untuk Spurs, dan tembakan ke gawang 5-2. Tottenham pantas memimpin 1-0 di babak pertama.

Insiden Menit ke-67 yang Mengubah Segalanya

Babak kedua berjalan tak jauh berbeda. Spurs masih nyaman memegang kendali. Namun, petaka datang di menit ke-67. Sebuah skema serangan balik cepat United membuat Garnacho lepas di sisi kiri dan melepaskan umpan tarik ke kotak penalti. Højlund mencoba menyongsong bola, namun Romero yang berdiri terlalu dekat melakukan tekel dari belakang yang mengenai tumit striker Denmark itu. Wasit sempat ragu, namun setelah mendapat rekomendasi dari ruang VAR, ia meninjau monitor lapangan dan memutuskan bahwa Romero melakukan pelanggaran profesional yang memenuhi kriteria kartu merah langsung. Stadion Old Trafford bergemuruh. Romero berjalan keluar lapangan dengan raut wajah frustasi. Tim tamu harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Penalti diberikan ke United dan Fernandes dengan dingin mengeksekusi, mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-70. Gol penyeimbang itu membakar semangat tuan rumah. Hanya berselang tujuh menit, tepatnya menit ke-77, United justru berbalik unggul. Berawal dari umpan lambung terukur Lisandro Martínez ke kotak penalti, sundulan Scott McTominay yang masuk sebagai pemain pengganti menghujam jala gawang yang dikawal Guglielmo Vicario. Gol tersebut sebenarnya sempat dikontrol VAR karena dugaan posisi offside, tetapi setelah pengecekan garis, gol dinyatakan sah. Skor 2-1 untuk United bertahan hingga peluit panjang.

Data dan Statistik Kunci yang Bicara

Kartu merah Romero menjadi titik balik yang terlihat jelas dari data. Sebelum insiden, Tottenham unggul penguasaan bola 62 persen dan total tembakan 8-4. Namun, dalam 23 menit terakhir setelah pengusiran Romero, United mendominasi dengan penguasaan bola 61 persen dan melepaskan 6 tembakan, 4 di antaranya tepat sasaran. Spurs hanya mampu menciptakan satu peluang setengah matang melalui tendangan bebas Maddison. Total shots on target berakhir 6-5 untuk United, menunjukkan betapa cepatnya momentum bergeser.

Secara individu, sebelum kartu merah Romero mencatat 4 sapuan, 2 intersep, dan 3 duel udara dimenangkan. Kehilangan dirinya membuat lini belakang Spurs rapuh. Eric Dier yang masuk menggantikan Richarlison untuk menambal lubang pertahanan tak mampu berduet solid dengan Micky van de Ven. Clean sheet yang dijaga Vicario selama 60 menit lebih pun akhirnya runtuh. Pelatih Spurs dalam keterangannya usai laga mengatakan, “Keputusan wasit sangat mengecewakan, tetapi kami harus fokus ke pertandingan selanjutnya. Ini bukan akhir dari segalanya,” ujarnya singkat.

Dengan hasil ini, Manchester United naik ke peringkat ketiga klasemen sementara, sementara Tottenham tertahan di posisi keenam. Sorotan utama tetap tertuju pada kartu merah Romero yang bisa berujung larangan bermain hingga tiga laga. Ketiadaan sang bek tengah Argentina jelas menjadi pukulan telak bagi Spurs yang sedang berjuang mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User