Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss di perempat final Piala Dunia 2026, tetapi pertandingan di Stadion MetLife itu akan dikenang karena satu momen di menit ke-67: kartu merah langsung untuk striker Swiss, Breel Embolo. Wasit asal Brasil, Raphael Claus, tidak ragu mengusir Embolo setelah pelanggaran keras terhadap bek Argentina, Cristian Romero. Keputusan itu mengubah total peta permainan. Swiss yang tertinggal 1-2 harus bermain dengan sepuluh pemain selama 23 menit terakhir plus injury time, dan Argentina pun mengunci tiket semifinal.
Jalannya Pertandingan: Dua Babak yang Berbeda
Argentina memulai dengan formasi 4-3-3, menempatkan Lautaro Martínez sebagai ujung tombak, didukung Julián Álvarez dan Alejandro Garnacho di sayap. Swiss menjawab dengan 4-2-3-1, mengandalkan Embolo sebagai target man dan Xherdan Shaqiri sebagai playmaker. Sejak menit awal, Argentina menguasai bola. Statistik penguasaan bola babak pertama mencatat 63 persen untuk Argentina berbanding 37 persen untuk Swiss. Namun, Swiss bukan tanpa peluang. Menit ke-12, Embolo melepaskan tendangan voli dari tepi kotak penalti, tetapi masih melebar tipis di sisi kanan gawang Emiliano Martínez.
Argentina membuka keunggulan pada menit ke-23. Umpan terobosan Enzo Fernández diselesaikan Lautaro Martínez dengan tendangan kaki kiri ke sudut bawah gawang. Skor 1-0. Swiss merespons cepat. Hanya delapan menit berselang, menit ke-31, Shaqiri mengirim umpan silang akurat yang disundul Embolo menjadi gol penyeimbang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Babak pertama mencatat shots on target: Argentina 4, Swiss 3. Duel udara juga ketat, dengan Swiss menang 11 dari 18 duel udara.
Babak kedua berjalan lebih terbuka. Argentina kembali unggul pada menit ke-58 lewat aksi individu Álvarez, yang melewati dua pemain Swiss sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Skor 2-1. Tekanan Swiss meningkat, tetapi justru Embolo yang kehilangan kendali. Menit ke-67, dalam upaya merebut bola di tengah lapangan, ia menekel Romero dari belakang dengan kaki terangkat. Wasit Claus langsung mengeluarkan kartu merah. VAR mengonfirmasi keputusan tersebut. Embolo meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk, meninggalkan rekan-rekannya bermain dengan sepuluh orang.
Analisis Taktik: Bagaimana Argentina Memanfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Setelah kartu merah, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengubah formasi menjadi 4-2-4 dengan memasukkan Thiago Almada untuk menambah daya serang. Swiss yang dipimpin Murat Yakin menarik Shaqiri ke lini tengah dan mencoba bertahan dengan blok rendah. Namun, dominasi Argentina semakin terasa. Penguasaan bola di sisa pertandingan melonjak menjadi 71 persen untuk Argentina. Total shots on target sepanjang laga: Argentina 8, Swiss 4. Argentina juga mencatat 12 tendangan sudut berbanding 3 milik Swiss.
Menariknya, Swiss justru nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-81. Remo Freuler melepaskan tendangan jarak jauh yang membentur mistar gawang. Itu adalah peluang terbaik Swiss di babak kedua. Setelahnya, Argentina lebih banyak menguasai bola dan memperlambat tempo. Bek Argentina, Lisandro Martínez, tampil solid dengan 7 clearance dan 3 intersepsi. Kiper Emiliano Martínez mencatat 4 penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan gemilang atas sundulan Manuel Akanji di menit ke-89.
Kartu merah Embolo menjadi titik balik psikologis. Sebelum insiden itu, Swiss mampu menciptakan 6 peluang berbahaya. Setelahnya, mereka hanya menciptakan 1 peluang. Embolo sendiri sebenarnya tampil impresif sebelum diusir: 1 gol, 2 tembakan tepat sasaran, dan 4 duel udara dimenangkan. Namun, disiplin buruk membuatnya menjadi sorotan negatif. Ini bukan pertama kalinya Embolo mendapat kartu merah di level internasional, dan pelatih Yakin pun angkat bicara.
"Kami bermain bagus selama 60 menit, tetapi keputusan itu mengubah segalanya. Breel tahu itu kesalahannya, tapi sepak bola adalah permainan kolektif. Kami tidak bisa menyalahkan satu pemain," ujar Yakin dalam konferensi pers usai laga.
Statistik Kunci dan Jalan Argentina ke Semifinal
Dengan hasil ini, Argentina melaju ke semifinal dan akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Prancis. Statistik pertandingan menunjukkan efisiensi Argentina: dari 14 tembakan, 8 tepat sasaran, dan 2 gol. Swiss dari 9 tembakan, 4 tepat sasaran, dan 1 gol. Kartu kuning tercatat untuk Rodrigo De Paul (Argentina) dan Granit Xhaka (Swiss), sementara kartu merah Embolo menjadi satu-satunya kartu merah di laga ini. Offside juga sempat menjadi drama kecil: gol kedua Argentina sempat dianulir karena Álvarez terjebak offside pada menit ke-53, sebelum akhirnya gol itu disahkan setelah VAR memastikan posisi Lautaro Martínez tidak offside.
Bagi Swiss, ini adalah pahitnya perempat final kedua dalam tiga edisi Piala Dunia. Mereka pulang dengan catatan clean sheet nol di fase gugur, tetapi performa Embolo tetap menjadi sorotan. Argentina sendiri mencatat clean sheet? Tidak, mereka kebobolan satu gol, tetapi kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 9 laga beruntun di Piala Dunia 2026. Scaloni menyebut kemenangan ini sebagai "uji mental" terbesar bagi timnya. "Kami tahu Swiss akan menyulitkan. Kartu merah menguntungkan kami, tapi kami tetap harus bekerja keras. Lautaro dan Julián luar biasa hari ini," kata Scaloni.
Pertandingan ini juga mencatatkan 28 pelanggaran, terbanyak di babak perempat final sejauh ini. Empat pemain Swiss mendapat kartu kuning, sementara Argentina hanya dua. Dengan tambahan waktu 7 menit, Argentina berhasil mengunci kemenangan. Bagi Embolo, ini adalah momen yang ingin ia lupakan. Bagi Argentina, ini adalah langkah nyata menuju final. Pertanyaan besarnya: siapa yang akan menjadi lawan mereka di semifinal, dan akankah disiplin menjadi faktor penentu berikutnya?
Comments (0)