Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan

Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan

Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan

Profil Singkat

Inspektur Jenderal Polisi Andi Rian Ryacudu Djajadi merupakan salah satu perwira tinggi Polri dengan rekam jejak operasional yang kuat. Lahir di Makassar pada 26 April 1968, ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1989/1990. Sosoknya dikenal sebagai tipikal pemimpin lapangan yang mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas dalam penegakan hukum. Sebelum menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan, Andi Rian meniti karier dari bawah, dimulai sebagai perwira pertama di jajaran Brimob hingga menduduki posisi strategis di Mabes Polri.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Andi Rian identik dengan satuan elite dan wilayah rawan konflik. Berikut tonggak jabatan penting yang membentuk kapasitasnya:

  • Dansat Brimob Polda Sulawesi Selatan — Di posisi ini ia menangani gangguan keamanan di Poso dan konflik komunal di Ambon, serta kasus terorisme domestik pada awal 2000-an.
  • Kapolres Metro Jakarta Selatan (2015-2016) — Mengawal isu strategis ibu kota, termasuk penanganan demonstrasi besar dan kejahatan transnasional. Di sinilah pendekatan analitisnya pada data kriminalitas mulai terasah.
  • Wakapolda Jawa Timur (2019-2020) — Berperan dalam stabilisasi keamanan pasca-Pilkada dan penanganan pandemi COVID-19 gelombang pertama. Data internal Polda Jatim mencatat tingkat penyelesaian kasus (clearance rate) naik 8% selama masa tugasnya.
  • Kapolda Sumatera Selatan (Juni 2024 – sekarang) — Dilantik berdasarkan Keputusan Presiden No. POL/34/VI/2024, ia menggantikan Irjen Pol. Albertus Rachmad Wibowo.

Kinerja dan Program Unggulan

Selama 18 bulan pertama kepemimpinannya (2024–2026), Polda Sumsel mencatat beberapa capaian kuantitatif yang signifikan:

  • Penurunan gangguan kamtibmas: Data semester I 2025 menunjukkan penurunan 18,2% pada kejahatan konvensional (pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan penganiayaan) dibandingkan rata-rata semester yang sama pada 2022-2023. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata penurunan nasional sebesar 12,5%.
  • Pemberantasan narkotika: Operasi Antik 2025 mengungkap 1.234 kasus dengan barang bukti 158 kg sabu dan 62.000 butir ekstasi—naik 40% dari tahun sebelumnya. Pendekatan supply-demand reduction diterapkan melalui program "Kampung Tangguh Bersinar" di 12 kabupaten/kota.
  • Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla): Sumsel, yang pada El Niño 2023 mencatat 106.000 hektare lahan terbakar (sumber: BPBD Sumsel), menerapkan strategi deteksi dini berbasis drone dan patroli terpadu. Hasilnya, luas karhutla 2025 berhasil ditekan menjadi 31.000 hektare, atau turun 70%.
"Keamanan adalah prasyarat investasi. Sumsel harus am

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User