Jerman Terhenti di 32 Besar oleh Paraguay Lewat Adu Penalti
Perjalanan Jerman di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih cepat dari yang diperkirakan. Der Panzer secara dramatis tersingkir dari Paraguay pada babak 32 besar setelah kalah dalam adu penalti dengan ...
Perjalanan Jerman di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih cepat dari yang diperkirakan. Der Panzer secara dramatis tersingkir dari Paraguay pada babak 32 besar setelah kalah dalam adu penalti dengan skor 5-4, menyusul pertandingan 120 menit yang berakhir tanpa gol di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Senin (29/06/2026) waktu setempat. Kegagalan mengeksekusi penalti keempat oleh penyerang muda Nick Woltemade menjadi penentu, setelah tendangannya berhasil ditepis oleh kiper Paraguay, Orlando Gill, yang tampil sebagai pahlawan.
Dominasi Tanpa Ujung di Waktu Normal
Sejak peluit awal dibunyikan, Jerman yang mengusung formasi 4-2-3-1 langsung mengambil inisiatif serangan. Penguasaan bola mereka menyentuh angka dominan 68% sepanjang 90 menit. Strategi pressing tinggi yang diterapkan pelatih Julian Nagelsmann membuat lini tengah Paraguay kesulitan mengembangkan permainan. Namun, solidnya pertahanan La Albirroja yang dikomandoi duo bek tengah Gustavo Gómez dan Fabián Balbuena berhasil meredam setiap ancaman. Hingga babak pertama usai, Jerman mencatatkan 7 shots on target dari total 15 percobaan, namun tak satu pun mampu menaklukkan Gill yang berada di bawah mistar.
Peluang emas hadir di menit ke-78. Umpan tarik mendatar Jamal Musiala dari sisi kiri berhasil disambut tendangan first-time Florian Wirtz di dalam kotak penalti. Bola sempat membentur tiang gawang sebelum akhirnya diamankan Gill. Tidak hanya itu, teknologi VAR sempat meninjau insiden potensi handball di menit ke-85, namun wasit memutuskan untuk tidak memberikan penalti bagi Jerman. Hasilnya, skor kacamata 0-0 bertahan hingga waktu normal usai, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Drama Dua Babak Perpanjangan Waktu
Memasuki extra time, intensitas permainan justru meningkat. Paraguay, yang turun dengan formasi 5-4-1 ultra-defensif, mulai berani keluar menyerang melalui skema serangan balik cepat. Di menit ke-97, penyerang utama mereka, Julio Enciso, nyaris mencatatkan namanya di papan skor andaikan tendangan roket dari luar kotak penalti tidak membentur mistar gawang Marc-André ter Stegen. Ini menjadi shots on target kelima Paraguay dalam laga yang sangat ketat. Meski kondisi fisik pemain sudah sangat terkuras, kedua kubu terus jual-beli serangan. Kartu kuning pun bermunculan; total ada enam kartu kuning yang dikeluarkan wasit, tiga di antaranya untuk pemain Jerman akibat pelanggaran taktis saat meredam transisi ofensif Paraguay.
Di menit ke-112, Jerman mendapat peluang melalui situasi bola mati. Tendangan bebas Joshua Kimmich mengarah tajam ke pojok kanan gawang, namun lagi-lagi Gill menunjukkan refleks kelas dunia dengan menepis bola menggunakan ujung jarinya. Statistik akhir menunjukkan Jerman melepaskan 10 shots on target berbanding 6 milik Paraguay, dengan keunggulan penguasaan bola total mencapai 65%. Namun, gol yang dinanti tak kunjung tercipta. Laga pun harus ditentukan melalui drama adu tos-tosan dari titik 12 pas.
Panggung Senyap untuk Der Panzer
Adu penalti menjadi panggung dramatis di hadapan puluhan ribu penonton. Kelima algojo Paraguay—Ramón Sosa, Enciso, Miguel Almirón, Mathías Villasanti, dan Richard Sánchez—menjalankan tugas mereka dengan sempurna, menyarangkan bola ke gawang tanpa mampu dibaca oleh ter Stegen. Di sisi lain, empat penendang pertama Jerman, yakni Kai Havertz, Musiala, Wirtz, dan Kimmich, juga sukses menaklukkan Gill. Kedudukan imbang 4-4 menambah tekanan pada penendang kelima masing-masing tim.
Sorotan tertuju pada Nick Woltemade, striker muda bertinggi 198 cm yang baru masuk dari bangku cadangan. Mengambil ancang-ancang di penalti keempat, Woltemade berusaha mengecoh Gill dengan penempatan bola ke sisi kanan. Sayangnya, tebakan sang penjaga gawang tepat. Gill melompat ke arah yang benar dan menepis bola dengan tangannya yang kokoh. Kegagalan ini memungkinkan Sánchez sebagai eksekutor terakhir Paraguay untuk dengan tenang mencetak gol penentu kemenangan 5-4 melalui adu penalti. Stadion Boston pun bergemuruh, namun di sisi lain lapangan, para pemain Jerman tertunduk lesu. Woltemade, sebagai penanggung jawab kegagalan, tak kuasa membendung tangis di tengah lapangan.
Hasil ini merupakan sebuah kejutan besar, mengingat status Jerman sebagai salah satu favorit juara. Di sisi lain, keberhasilan clean sheet Orlando Gill sepanjang lebih dari dua jam pertandingan menjadi fondasi monumental bagi Paraguay untuk melaju ke fase 16 besar. Statistik menunjukkan Gill melakukan total 7 penyelamatan krusial sepanjang laga, sebuah performa yang pasti akan dikenang dalam sejarah Piala Dunia.
Comments (0)