LIMA — Presiden Argentina, Javier Milei, terlihat mendarat di Bandara Internasional Jorge Chávez, Lima, pada Selasa, 28 Juli 2026, untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden terpilih Peru, Keiko Fujimori. Kedatangan Milei menjadi sorotan tersendiri dalam rangkaian acara kenegaraan yang berlangsung di ibu kota Peru tersebut.
Milei tiba dengan pesawat kepresidenan Argentina dan disambut oleh pejabat protokol Kementerian Luar Negeri Peru. Ia langsung menuju lokasi upacara yang dipusatkan di gedung Kongres Peru, tempat Fujimori akan mengambil sumpah jabatan sebagai kepala negara untuk periode 2026–2031. Kehadiran Milei menandai langkah diplomatik penting antara Buenos Aires dan Lima di tengah dinamika politik kawasan Amerika Latin.
Latar Belakang Kunjungan
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Milei, yang dikenal dengan agenda reformasi ekonomi pasar bebas, memiliki kedekatan ideologis dengan Fujimori yang mengusung platform keamanan dan pertumbuhan ekonomi. Keduanya sama-sama mengedepankan kebijakan deregulasi dan investasi asing sebagai motor penggerak utama. Pertemuan bilateral di sela-sela pelantikan diperkirakan membahas kerja sama perdagangan, energi, dan keamanan perbatasan.
Dalam konteks regional, kehadiran Milei memperkuat poros kanan-tengah di Amerika Selatan. Peru dan Argentina tercatat sebagai dua ekonomi terbesar di kawasan yang tengah berupaya menstabilkan inflasi dan menarik modal asing pasca pandemi. Data Bank Dunia menunjukkan perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 mencapai sekitar US$2,1 miliar, dengan komoditas utama berupa gas alam, produk pertanian, dan manufaktur ringan.
Rangkaian Acara Pelantikan
Upacara pelantikan dijadwalkan dimulai pukul 10.00 waktu setempat. Fujimori akan menerima estafet kepemimpinan dari Presiden incumbent dalam sebuah sesi sidang paripurna yang dihadiri lebih dari 1.200 tamu undangan, termasuk kepala negara dan kepala pemerintahan dari 14 negara. Selain Milei, sejumlah pemimpin kawasan dikabarkan turut hadir, meski beberapa delegasi memilih mengirim perwakilan tingkat menteri.
Setelah prosesi sumpah, Fujimori dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan perdana yang berfokus pada tiga pilar: pemberantasan korupsi, percepatan infrastruktur, dan reformasi sektor pertambangan. Pidato ini akan menjadi acuan arah kebijakan Lima selama lima tahun ke depan dan menjadi sinyal bagi investor global yang memantau stabilitas politik Peru.
Reaksi dan Dinamika Politik
Di dalam negeri Peru, pelantikan Fujimori menuai reaksi beragam. Pendukungnya menilai kemenangan tersebut sebagai mandat untuk melanjutkan program pembangunan yang sempat terhenti. Sebaliknya, sejumlah kelompok oposisi menyuarakan kekhawatiran terkait konsentrasi kekuasaan dan independensi lembaga yudisial. Aparat keamanan mengerahkan lebih dari 5.000 personel untuk mengamankan jalannya upacara di sekitar pusat kota Lima.
Bagi Argentina, kunjungan Milei ke Lima menjadi bagian dari rangkaian lawatan internasional yang ia lakukan dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Argentina menyatakan bahwa kehadiran kepala negara merupakan bentuk penghormatan terhadap proses demokrasi di Peru sekaligus upaya memperkuat jaringan diplomasi ekonomi di kawasan Pasifik Selatan.
Pengamat hubungan internasional menilai pertemuan Milei–Fujimori berpotensi menghasilkan kesepakatan awal di sektor energi, mengingat Argentina memiliki cadangan gas serpih besar di Vaca Muerta sementara Peru membutuhkan pasokan energi untuk kawasan industri selatan. Kesepakatan semacam itu dapat menjadi fondasi kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
Upacara pelantikan diperkirakan selesai menjelang sore waktu setempat, dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan di Istana Pizarro. Milei dijadwalkan kembali ke Buenos Aires pada keesokan harinya setelah melakukan pertemuan bilateral tertutup dengan Fujimori dan jajaran kabinet Peru. Publik kawasan kini menantikan apakah momentum ini akan mempercepat integrasi ekonomi Amerika Selatan atau justru mempertegas polarisasi politik yang tengah mengemuka.
Comments (0)