Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Real Madrid atas Villarreal di Santiago Bernabeu nyaris tenggelam oleh satu momen kontroversial yang melibatkan Vinicius Junior. Pemain asal Brasil itu mencatatkan namanya di papan skor, tetapi juga harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah VAR mengubah keputusan lapangan menjadi kartu merah langsung. Sebuah ironi yang jarang terjadi: mencetak gol, lalu menjadi pesakitan di laga yang sama.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Madrid di Babak Pertama
Formasi 4-3-1-2 yang diterapkan Carlo Ancelotti menempatkan Vinicius sebagai penyerang kedua mendampingi Kylian Mbappe. Sejak menit awal, Madrid menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 63 persen di babak pertama. Villarreal yang bermain dengan formasi 4-4-2 bertahan dalam blok rendah, mencoba mengandalkan serangan balik melalui sayap kanan.
Menit ke-17, tekanan Madrid berbuah. Vinicius menerima umpan terobosan dari Jude Bellingham, melewati satu bek, lalu melepaskan tendangan kaki kanan yang menghujam sudut kanan gawang. Skor berubah 1-0. Itu adalah gol kelimanya dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Statistik menunjukkan Vinicius mencatatkan 3 shots on target dan 2 dribel sukses hanya dalam 45 menit pertama.
Villarreal merespons di menit ke-34 melalui gol penyama kedudukan. Kesalahan koordinasi di lini belakang Madrid dimanfaatkan oleh penyerang lawan yang melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Madrid mencatatkan 8 shots di babak pertama, sementara Villarreal hanya 3 shots dengan 1 on target.
Babak Kedua: Drama VAR dan Kartu Merah Vinicius
Memasuki babak kedua, Ancelotti mengubah taktik dengan mendorong Vinicius ke sisi kiri. Perubahan itu membuahkan hasil di menit ke-58. Mbappe melepaskan tembakan yang diblok, bola memantul ke arah Vinicius yang langsung menyontek ke gawang. Skor menjadi 2-1. Namun, VAR kemudian memeriksa potensi offside pada Mbappe sebelum bola jatuh ke Vinicius. Setelah pengecekan selama dua menit, wasit mengesahkan gol tersebut. Papan skor mencatat assist untuk Mbappe.
Insiden kontroversial terjadi di menit ke-72. Vinicius terlibat duel dengan bek Villarreal di tepi kotak penalti. Wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Vinicius karena dianggap melakukan pelanggaran. Namun, VAR mengintervensi dan meminta wasit meninjau ulang melalui monitor di pinggir lapangan. Rekaman menunjukkan Vinicius mendorong lawan dengan tangan terbuka di area dada. Wasit kemudian mengubah keputusan menjadi kartu merah langsung. Vinicius meninggalkan lapangan dengan ekspresi tidak percaya, disoraki sebagian penonton Bernabeu.
Statistik pertandingan mencatat Vinicius sebagai pemain dengan 4 shots on target, 1 gol, 1 assist tidak resmi (gol kedua melalui pantulan), 5 dribel sukses, dan 1 kartu merah. Menariknya, ini adalah kali pertama dalam karier Vinicius mencetak gol dan mendapatkan kartu merah dalam pertandingan yang sama di La Liga. Penguasaan bola Madrid di babak kedua turun menjadi 55 persen setelah kehilangan Vinicius.
Reaksi Pelatih dan Dampak bagi Madrid
"Saya tidak akan mengomentari keputusan wasit secara detail. Yang jelas, Vinicius bermain luar biasa sebelum insiden itu. Kami kehilangan pemain penting, tetapi tim menunjukkan karakter untuk bertahan," ujar Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.
Sementara itu, pelatih Villarreal menyatakan bahwa keputusan VAR sudah tepat. "Aturan jelas. Jika ada kontak fisik yang berlebihan, itu kartu merah. Kami menerima keputusan itu," katanya.
Madrid akhirnya menutup pertandingan dengan gol ketiga di menit ke-88 melalui sundulan Antonio Rudiger memanfaatkan sepak pojok. Villarreal memperkecil kedudukan di menit ke-90+3 melalui tendangan bebas, tetapi waktu tidak cukup untuk mengejar. Skor akhir 3-2 untuk Madrid. Hasil ini membuat Madrid tetap di puncak klasemen sementara dengan 68 poin dari 30 pertandingan, unggul 5 poin dari peringkat kedua.
Vinicius akan absen minimal satu pertandingan akibat kartu merah tersebut, tergantung keputusan komisi disiplin. Madrid selanjutnya akan menghadapi laga tandang melawan Athletic Bilbao tanpa pemain sayap andalan mereka. Statistik menunjukkan Madrid kehilangan 1,8 peluang bersih per pertandingan ketika Vinicius tidak bermain sejak awal musim ini. Sebuah pukulan telak di momen krusial perburuan gelar.
Laga ini akan dikenang bukan karena kemenangan Madrid, melainkan karena ironi Vinicius: mencetak gol, merayakan, lalu diusir wasit setelah intervensi VAR. Sepak bola memang penuh drama, dan Bernabeu menjadi saksi bagaimana teknologi bisa berubah dari pahlawan menjadi algojo dalam hitungan menit.
Comments (0)