InJourney Airports Buka Kembali Empat Bandara Pascaerupsi Anak Krakatau

Operasional penerbangan komersial di empat bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports kini telah sepenuhnya pulih dan berop

Sep 10, 2026 - 12:06
0 1
InJourney Airports Buka Kembali Empat Bandara Pascaerupsi Anak Krakatau

Operasional penerbangan komersial di empat bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports kini telah sepenuhnya pulih dan beroperasi normal. Langkah reaktivasi ini diambil setelah otoritas penerbangan dan pemangku kepentingan terkait memastikan ruang udara serta landasan pacu bersih dari ancaman sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya, langkah penutupan operasional sementara (aerodrome closed) diberlakukan demi memprioritaskan faktor keselamatan penerbangan (safety first). Partikel abu vulkanik silika yang tajam berisiko fatal jika terhisap ke dalam turbin mesin jet pesawat maupun mengaburkan visibilitas instrumen navigasi.

Kronologi Penutupan hingga Normalisasi Jalur Udara

Proses pembukaan kembali bandara-bandara tersebut dilakukan secara bertahap melalui pemantauan intensif bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta AirNav Indonesia. Berikut merupakan garis waktu perkembangan situasi operasional di lapangan:

  1. Minggu, 6 September: Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu semburan abu tebal yang terbawa angin ke arah koridor jalur penerbangan. Otoritas penerbangan menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) penutupan operasional di empat bandara terdampak guna mitigasi risiko.
  2. Senin–Selasa: Tim gabungan teknis bandara melakukan uji berkala (paper test) di area sisi udara (airside) dan memantau citra satelit BMKG untuk mendeteksi pergerakan partikel abu vulkanik.
  3. Rabu dan seterusnya: Hasil observasi menunjukkan sebaran abu vulkanik telah menjauh dari kawasan pendekatan (approach) dan ruang udara bandara. Otoritas resmi mencabut NOTAM penutupan dan mengizinkan pembukaan kembali seluruh operasional penerbangan.
"Langkah penutupan maupun pembukaan kembali fasilitas bandara senantiasa berpedoman pada standar operasional penerbangan internasional. Keselamatan dan keamanan penumpang adalah prioritas mutlak yang tidak dapat dikompromikan."

Prosedur Keselamatan dan Evaluasi Teknis

Sebelum izin operasional penuh diterbitkan kembali, pengelola bandara dan regulator wajib memastikan seluruh parameter kelayakan terpenuhi. Sejumlah evaluasi teknis yang dilakukan meliputi:

  • Pembersihan Landasan Pacu: Melakukan penyisiran dan pembersihan sisa-sisa debu vulkanik di area runway, taxiway, dan apron guna mencegah gangguan traksi ban pesawat dan mesin.
  • Verifikasi Negatif Abu Vulkanik: Memastikan hasil paper test di landasan menunjukkan hasil negatif partikel abu tajam secara berturut-turut.
  • Koordinasi Ruang Udara: Sinkronisasi jalur navigasi udara bersama AirNav Indonesia untuk menjamin rute alternatif jika terjadi perubahan arah angin mendadak.

Pemulihan Jadwal dan Penanganan Penumpang

Dengan dibukanya kembali seluruh fasilitas terminal dan landasan pacu, maskapai penerbangan mulai mengatur ulang jadwal penerbangan (reschedule) yang sempat tertunda. InJourney Airports mengimbau seluruh calon penumpang untuk memeriksa status tiket secara berkala melalui kanal informasi resmi maskapai masing-masing.

Manajemen bandara juga menyiagakan personel layanan pelanggan di area terminal guna mengantisipasi penumpukan penumpang dan memfasilitasi proses refund atau perubahan jadwal penerbangan tanpa biaya penalti sesuai dengan regulasi perlindungan konsumen penerbangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User