Inggris Lumat Norwegia, Bellingham Cetak Brace di Perempat Final
Stadion MetLife, New Jersey, menjadi saksi dominasi absolut Inggris yang menutup perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026. Skor akhir 4-1 memastikan The Three Lions melaju ke semifinal, sementara Erlin...
Stadion MetLife, New Jersey, menjadi saksi dominasi absolut Inggris yang menutup perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026. Skor akhir 4-1 memastikan The Three Lions melaju ke semifinal, sementara Erling Haaland dan kolega harus pulang lebih awal. Jude Bellingham menjadi bintang dengan dua golnya yang tak terduga — setidaknya bagi publik, karena Haaland sendiri mengaku tak kaget melihat penampilan gemilang rekan setimnya di Real Madrid itu.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-2-3-1 racikan manajer mereka memberikan keleluasaan bagi Bellingham untuk menusuk dari lini kedua, didukung Declan Rice dan Kobbie Mainoo sebagai jangkar ganda. Di sisi lain, Norwegia bermain dengan skema 4-3-3 yang bertumpu pada kecepatan sayap, namun absennya Martin Ødegaard akibat akumulasi kartu membuat kreativitas lini tengah mereka tumpul.
Babak Pertama: Bellingham Pecah Kebuntuan
Menit ke-18, tekanan Inggris berbuah hasil. Umpan silang mendatar Bukayo Saka dari sisi kanan gagal diantisipasi bek tengah Norwegia, Leo Østigård. Bola liar jatuh di kaki Bellingham yang tanpa ragu melepaskan tendangan first-time dari dalam kotak penalti — bola meluncur deras ke pojok kiri bawah gawang Ørjan Nyland. Gol pembuka ini menjadi titik awal penderitaan tim asuhan Ståle Solbakken.
Inggris terus menggempur. Penguasaan bola mencapai 67% sepanjang 45 menit pertama, dengan 9 tembakan dan 5 tepat sasaran. Sebaliknya, Norwegia hanya mencatatkan 2 shots on target meski Haaland beberapa kali mencoba menusuk. Satu peluang emas Haaland di menit ke-34 digagalkan penyelamatan gemilang Aaron Ramsdale. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Hujan Gol dan Kartu Merah
Usai jeda, Norwegia justru dikejutkan oleh gol cepat Inggris. Menit ke-49, Phil Foden melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut atas gawang Nyland. Skor menjadi 2-0 dan mental pemain Nordik itu kian runtuh. Hanya dua menit berselang, bencana bertambah: bek sayap Julian Ryerson melakukan pelanggaran keras terhadap Saka dan wasit langsung mengeluarkan kartu merah setelah meninjau VAR. Norwegia harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-51.
Inggris tak mengendurkan tekanan. Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63. Berawal dari skema tendangan sudut yang tak sempurna dibuang pertahanan Norwegia, gelandang berusia 23 tahun itu menyambar bola muntah dengan sontekan tenang dari jarak dekat. Brace keduanya malam itu memastikan keunggulan 3-0 dan praktis memupus harapan lawan.
Norwegia akhirnya mendapat hiburan di menit ke-78. Haaland memanfaatkan umpan terobosan Alexander Sørloth dan melewati bek Marc Guéhi sebelum menaklukkan Ramsdale dengan chip dingin. Namun gol itu tak lebih dari sekadar penghibur hati. Di masa injury time, pemain pengganti Ollie Watkins menutup pesta Inggris dengan gol keempat, memanfaatkan blunder fatal kiper Nyland yang gagal menangkap bola liar.
Haaland: "Saya Sudah Menduganya"
Seusai laga, Haaland memberikan penghormatan kepada Bellingham. Striker Manchester City itu mengaku tidak terkejut melihat performa sang gelandang. "Jude adalah pemain kelas dunia. Saya melihatnya setiap hari di Madrid. Dia punya kemampuan mencetak gol dari lini kedua yang luar biasa. Jujur, saya sudah menduganya akan jadi pembeda malam ini," ujar Haaland di zona campuran, dengan nada datar nan penuh respek.
Statistik Bellingham malam itu memang mentereng: 2 gol, 94% akurasi umpan, 4 dribel sukses, dan 7 kali memenangkan duel. Ia menjadi Man of the Match dengan rating 9.2 versi panelis resmi FIFA. Di sisi lain, perjalanan Norwegia terhenti dengan catatan yang tetap membanggakan: mencapai perempat final untuk pertama kalinya sejak 1998. Kapten Ødegaard yang absen terlihat larut dalam emosi di bangku cadangan, menyaksikan mimpi negaranya hancur di tangan tim yang tampil nyaris sempurna.
Dari segi data, The Three Lions mencatatkan total penguasaan bola 68% berbanding 32%, dengan 18 tembakan (8 on target) sementara Norwegia hanya 6 percobaan (3 on target). Disiplin juga menjadi faktor kunci: Inggris hanya melakukan 7 pelanggaran tanpa kartu kuning, berbanding 14 pelanggaran, 3 kartu kuning, dan 1 kartu merah untuk tim Skandinavia itu.
Kemenangan ini mengantarkan Inggris menantang pemenang laga Brasil versus Portugal di semifinal. Bellingham dan kawan-kawan menjaga asa meraih trofi kedua sepanjang sejarah Piala Dunia, sementara Norwegia pulang dengan kepala tegak — dan satu pelajaran berharga: bahwa kejutan tak selalu datang dari yang asing, kadang ia hadir dari sesuatu yang sudah diduga oleh rivalmu sendiri.
Baca juga:
Comments (0)