Inggris Kalahkan Meksiko, Lolos ke Perempat Final

Stadion Kota Meksiko bergemuruh, tapi bukan untuk tuan rumah. Inggris memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Meksiko di hadapan hampir 87.000 penont...

Inggris Kalahkan Meksiko, Lolos ke Perempat Final

Stadion Kota Meksiko bergemuruh, tapi bukan untuk tuan rumah. Inggris memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Meksiko di hadapan hampir 87.000 penonton yang memadati venue ikonik tersebut. Skor akhir 3-1 untuk Tim Tiga Singa menegaskan superioritas mereka sepanjang 90 menit, dengan penguasaan bola mencapai 62% dan total 8 shots on target yang terus mengancam gawang Guillermo Ochoa Jr. Malam itu, tim asuhan Eddie Howe tampil klinis, disiplin, dan tak terbendung.

Babak Pertama: Dominasi dan Kecepatan Transisi

Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif dengan formasi 4-3-3 cair yang kerap bertransformasi menjadi 3-2-5 saat menyerang. Tekanan tinggi yang diterapkan Declan Rice dan Jude Bellingham di lini tengah membuat Meksiko kesulitan membangun serangan dari belakang. Menit ke-23, kombinasi apik antara Phil Foden dan Bellingham di sisi kiri berhasil memecah kebuntuan. Bellingham menusuk ke kotak penalti, lalu menyodorkan bola kepada Harry Kane yang dengan cerdik melepaskan tembakan first-time ke sudut kiri gawang. Skor 1-0. Assist tersebut menjadi bukti tajamnya visi Bellingham yang malam itu mencatatkan 3 key passes dan 94% akurasi umpan.

Meksiko bukan tanpa perlawanan. Lewat skema serangan balik cepat yang mengandalkan kecepatan Santiago Gimenez, mereka nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-37. Beruntung, Nico O'Reilly—bek muda berusia 23 tahun yang tampil sebagai starter—melakukan blok krusial di dalam kotak penalti. Penampilan O'Reilly malam itu impresif: 7 sapuan, 2 tekel sukses, dan 0 dribel berhasil dilalui lawan. Duetnya bersama John Stones di jantung pertahanan menjadi fondasi kokoh yang meredam agresivitas tuan rumah. Hingga turun minum, skor tetap 1-0, dengan Inggris memimpin penguasaan bola 60% dan unggul 5-1 shots on target.

Babak Kedua: VAR, Gol Balasan, dan Penegasan Kemenangan

Memasuki babak kedua, Meksiko meningkatkan intensitas. Pelatih Jaime Lozano memasukkan Hirving Lozano untuk menambah daya gedor. Hasilnya langsung terasa. Menit ke-67, dari skema sepak pojok, Meksiko berhasil menjebol gawang Jordan Pickford lewat sundulan Johan Vásquez yang memanfaatkan kemelut di kotak enam yard. Namun, VAR melakukan pengecekan panjang terkait potensi offside terhadap pemain Meksiko yang menghalangi pandangan Pickford. Setelah dua menit peninjauan, gol tetap disahkan. Skor 1-1, dan stadion meledak.

Situasi sempat menguji mental Inggris. Namun, respons mereka luar biasa. Hanya berselang enam menit, menit ke-73, serangan balik yang dibangun dari kaki ke kaki antara Rice kepada Elliot Anderson di sayap kanan menghasilkan gol kedua. Anderson, yang tampil sebagai gelandang box-to-box, melepaskan umpan tarik mendatar yang dituntaskan Bellingham dari tepi kotak penalti. Tendangan melengkungnya bersarang di pojok kanan atas. Gol kedua Bellingham dalam pertandingan itu memulihkan keunggulan, 2-1. Itu adalah gol ketiganya di turnamen, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh: 2 gol, 1 assist, dan rating 8.9 versi statistik pertandingan.

Inggris menutup pesta di menit ke-88. Declan Rice, yang bertindak sebagai jangkar sekaligus motor serangan, mengirimkan umpan terobosan ke ruang kosong yang ditempati Kane. Sang kapten dengan tenang mengelabui kiper sebelum mencetak gol keduanya malam itu. Brace untuk Kane, gol ke-68 dalam 102 caps bersama timnas, dan assist ke-8 Rice di Piala Dunia ini. 3-1. Kemenangan mutlak.

Pemain Kunci dan Statistik Penentu

Kinerja kolektif Inggris malam itu tercermin dalam angka-angka yang sulit dibantah: total 16 tembakan (8 on target), 86% keberhasilan umpan, dan 12 intersepsi yang memutus alur serangan Meksiko. Bellingham pantas dinobatkan sebagai pemain terbaik, tetapi kontribusi Elliot Anderson layak dicatat. Gelandang Newcastle United itu mencatatkan 2 assist, 3 dribel sukses, dan 4 tekel—menunjukkan peran dua arah yang vital. Sementara itu, Nico O'Reilly membuktikan bahwa keputusan Eddie Howe menurunkannya di starting XI adalah tepat. Ia memenangi 7 dari 9 duel udara dan tidak sekali pun terlewati oleh dribel lawan.

Di kubu Meksiko, statistik menunjukkan betapa mereka kesulitan: hanya 38% penguasaan bola, 2 shots on target, dan 13 pelanggaran yang menggambarkan frustrasi. Kartu kuning untuk Edson Álvarez di menit ke-55 dan César Montes di menit ke-79 semakin mereduksi agresivitas mereka. Meski sempat menyamakan kedudukan, Meksiko gagal membangun momentum. Mereka hanya mampu menciptakan 0.8 expected goals (xG) dibanding 2.5 milik Inggris.

Kutipan dan Langkah Selanjutnya

"Kami menunjukkan karakter luar biasa setelah kemasukan gol. Mentalitas tim ini berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Kami tidak panik, tetap pada rencana, dan hasilnya berbicara," ujar Eddie Howe dalam konferensi pers usai laga.

Harry Kane, yang kini mengoleksi 4 gol sepanjang Piala Dunia 2026, menambahkan: "Stadion ini luar biasa sulit, tekanan suporternya luar biasa. Tapi kami datang ke sini untuk menang, dan kami berhasil."

Kemenangan ini membawa Inggris melaju ke perempat final untuk menghadapi pemenang antara Argentina dan Denmark. Dengan performa seperti malam itu—disiplin taktis, efisiensi penyelesaian akhir, dan soliditas pertahanan yang dikawal O'Reilly serta Stones—Inggris pantas bermimpi lebih tinggi. "Kami belum selesai," tegas Declan Rice, mewakili keyakinan seluruh skuat yang tengah mengincar gelar juara dunia pertama sejak 1966.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User