Inggris Berencana Gandakan Kapasitas Sel Prefabrikasi demi Atasi Krisis Penjara

Kementerian Kehakiman Inggris menghadapi sorotan tajam setelah dokumen internal yang bocor mengungkap rencana kontroversial untuk menempatkan dua narapidan

Sep 17, 2026 - 04:27
0 0
Inggris Berencana Gandakan Kapasitas Sel Prefabrikasi demi Atasi Krisis Penjara

Kementerian Kehakiman Inggris menghadapi sorotan tajam setelah dokumen internal yang bocor mengungkap rencana kontroversial untuk menempatkan dua narapidana di dalam sel prefabrikasi yang dirancang hanya untuk satu orang. Kebijakan darurat ini menyasar sedikitnya 10 penjara Kategori C di wilayah Inggris dan Wales guna meredam krisis kelebihan kapasitas (overcrowding) yang telah mencapai titik kritis.

Langkah tersebut mewajibkan para kepala lembaga pemasyarakatan (lapas) menyetujui pemasangan tempat tidur susun tambahan pada unit sel cepat rakit (Rapid Deployment Cells/RDC). Keputusan ini menuai kekhawatiran mendalam dari para pengamat peradilan dan serikat petugas lapas, mengingat kebijakan ini dinilai melanggar standar batas hunian aman yang ditetapkan oleh regulasi keselamatan pemasyarakatan.

Kronologi Kebijakan dan Eskalasi Krisis Hunian

Langkah penambahan tempat tidur ini merupakan respons reaktif terhadap tekanan sistemik yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir:

  1. Awal Pemasangan Unit RDC: Pemerintah Inggris meluncurkan proyek sel prefabrikasi cepat rakit sebagai solusi jangka pendek untuk menambah ribuan ruang tahanan sementara yang dirancang khusus bagi kapasitas tunggal.
  2. Lonjakan Populasi Penjara: Tingginya angka penuntutan hukum dan penumpukan kasus di pengadilan menyebabkan populasi penjara melonjak mendekati batas absolut daya tampung nasional.
  3. Instruksi 'Doubling Up': Dokumen bocor mengonfirmasi bahwa HM Prison Service secara resmi meminta para gubernur penjara Kategori C menandatangani persetujuan penempatan ganda narapidana pada unit prefabrikasi tersebut.

Implikasi Keselamatan dan Pelanggaran Standar Layanan

Praktik menempatkan dua orang di dalam ruang sempit yang pada awalnya didesain untuk satu penghuni dinilai memicu berbagai ancaman serius terhadap tata kelola lapas. Unit prefabrikasi memiliki dimensi terbatas dengan ventilasi serta fasilitas sanitasi minimum yang tidak dipersiapkan untuk menampung beban dua orang sekaligus.

"Memaksakan penempatan dua tahanan di dalam sel satu orang bukan sekadar kompromi logistik, melainkan peningkatan risiko nyata terhadap stabilitas keamanan lapas dan degradasi hak asasi narapidana."

Para analis pemasyarakatan mencatat sejumlah dampak krusial akibat kebijakan ini:

  • Peningkatan Risiko Kekerasan: Ruang gerak yang sangat terbatas meningkatkan stres psikologis di antara narapidana, memicu potensi konflik antarsesama penghuni maupun terhadap petugas.
  • Beban Kerja Petugas Penjara: Rasio petugas terhadap jumlah warga binaan kian timpang, memperburuk risiko keselamatan kerja para staf pemasyarakatan.
  • Penurunan Program Rehabilitasi: Kepadatan ekstrem menghambat akses narapidana terhadap fasilitas pendidikan, pelatihan kerja, dan layanan kesehatan mental.

Tantangan Struktural Sistem Peradilan Pidana

Krisis hunian di Inggris dan Wales mencerminkan kebuntuan struktural yang lebih luas antara kebijakan pemidanaan yang kian ketat dan lambatnya pembangunan infrastruktur penjara permanen. Meskipun pemerintah berupaya mempercepat program ekspansi fasilitas pemasyarakatan, laju pertumbuhan populasi tahanan terus melampaui kapasitas riil yang tersedia. Kebijakan tambal-sulam seperti pemaksaan kapasitas ganda pada sel prefabrikasi menunjukkan bahwa sistem peradilan pidana Inggris berada dalam fase darurat operasional yang membutuhkan reformasi menyeluruh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User