Oct 14, 2026
Nasional

Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok, Hyundai Ioniq 5 Turun 57 Persen

JAKARTA — Pasar mobil listrik bekas di Indonesia memasuki fase yang menegangkan pada Oktober 2026. Harga jual kembali sejumlah model electric vehicle (EV)

Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok, Hyundai Ioniq 5 Turun 57 Persen

JAKARTA — Pasar mobil listrik bekas di Indonesia memasuki fase yang menegangkan pada Oktober 2026. Harga jual kembali sejumlah model electric vehicle (EV) dilaporkan merosot tajam, dengan Hyundai Ioniq 5 mencatat penurunan paling dramatis hingga 57 persen dibandingkan harga perkenalan resminya beberapa tahun lalu.

Penurunan ini bukan gejala tunggal. Dari pantauan di sejumlah platform jual-beli kendaraan bekas, harga Ioniq 5 bekas tahun produksi 2022–2023 kini bergerak di kisaran Rp280 juta–Rp340 juta, jauh dari harga baru saat pertama kali dipasarkan yang menyentuh angka di atas Rp700 juta untuk varian Long Range.

Kronologi Pergerakan Harga

  1. 2022–2023: Ioniq 5 menjadi ikon EV pertama yang dirakit lokal di Indonesia. Permintaan melonjak, bahkan sempat terjadi antrean pengiriman hingga berbulan-bulan.
  2. 2024: Gelombang kedatangan pesaing — dari BYD, Wuling, Chery, hingga Aion — mulai menekan harga baru. Sejumlah merek memangkas harga demi merebut pangsa pasar.
  3. 2025: Penurunan harga baru secara agresif merembet ke pasar sekunder. Deposito nilai mobil listrik yang sebelumnya dipercaya mulai retak.
  4. Oktober 2026: Rata-rata harga bekas EV usia 3–4 tahun menyusut 40–57 persen, dengan Ioniq 5 berada di ujung terendah.

Perbandingan Harga di Pasar Sekunder

Model Harga Baru (Rp) Harga Bekas Okt 2026 (Rp) Penurunan
Hyundai Ioniq 5 Long Range ~710 juta Rp280–340 juta 57%
Wuling Air EV Lite ~240 juta Rp120–145 juta ~46%
BYD Atto 3 ~515 juta Rp300–340 juta ~38%
Hyundai Ioniq 6 ~1,2 miliar Rp700–780 juta ~38%

Empat Faktor Pendorong Anjloknya Harga

Sejumlah pengamat menilai penurunan ini merupakan hasil kumulasi dari beberapa tekanan struktural yang bekerja bersamaan.

  • Perang harga mobil baru. Pemain baru asal Tiongkok memangkas harga secara agresif, sehingga harga mobil baru EV kini hampir setara dengan harga bekas model mapan.
  • Kekhawatiran baterai. Calon pembeli masih ragu terhadap biaya penggantian baterai yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
  • Surplus pasokan. Banyak unit hasil trade-in dan kendaraan operasional perusahaan membanjiri pasar sekunder.
  • Infrastruktur yang belum merata. Ketersediaan stasiun pengisian di luar Jawa masih menjadi pertimbangan utama.
"Depresiasi mobil listrik bukan lagi sekadar isu global. Di Indonesia, kombinasi perang harga dan kecemasan soal umur baterai membuat EV kehilangan pamor sebagai instrumen investasi. Konsumen kini melihatnya murni sebagai alat mobilitas," ujar seorang pengamat otomotif nasional.

Meski demikian, tidak semua pihak melihat kondisi ini sebagai kabar buruk. Justru sebaliknya, harga yang lebih terjangkau membuka akses bagi segmen konsumen baru yang sebelumnya tersisih.

Siapa yang Diuntungkan?

Pembeli di pasar sekunder kini punya posisi tawar yang jauh lebih kuat. Dengan anggaran Rp300 juta, konsumen sudah bisa membawa pulang Ioniq 5 bekas yang masih memiliki riwayat servis lengkap. Namun, ada catatan penting: calon pembeli wajib memeriksa kondisi State of Health (SoH) baterai, riwayat kla im garansi, serta status kepemilikan surat-surat.

Bagi pemilik yang ingin menjual, waktu menjadi faktor krusial. Menunda penjualan enam bulan lagi berpotensi menambah kerugian hingga puluhan juta rupiah, seiring membanjirnya pasokan unit baru dari merek-merek yang terus berekspansi di Indonesia.

Yang jelas, pasar mobil listrik Indonesia kini memasuki fase kedewasaan: harga tidak lagi ditentukan euforia, melainkan oleh nilai guna nyata. Pertanyaannya, akankah tren penurunan ini berhenti, atau justru menjadi standar baru?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User