Gus Ghofur Ajak Nahdliyin Perkuat Moderasi Beragama di Era Digital

SARANG, Rembang — Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofur Maimoen atau yang akrab disapa Gus Ghofur menyerukan pentingnya pengu

Gus Ghofur Ajak Nahdliyin Perkuat Moderasi Beragama di Era Digital

SARANG, Rembang — Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofur Maimoen atau yang akrab disapa Gus Ghofur menyerukan pentingnya penguatan moderasi beragama di tengah gempuran arus digital. Hal itu disampaikan dalam kuliah umum di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Senin (15/7/2024) yang dihadiri lebih dari 2.000 santri dan masyarakat sekitar.

Kronologi Kegiatan di Pesantren Al-Anwar

Rangkaian acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dengan susunan agenda yang padat. Berikut urutan kegiatan berdasarkan pantauan Beritainti.com:

  1. Pembukaan dan Pembacaan Maulid Diba’ – Acara diawali dengan lantunan selawat oleh Tim Hadrah Pesantren Al-Anwar pukul 09.15 WIB, menciptakan suasana spiritual yang mendalam.
  2. Sambutan Pengasuh Pesantren – KH Zaim Ahmad Ma’shoem menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Gus Ghofur dan menekankan pentingnya sinergi ulama dan santri di era digital.
  3. Orasi Kebangsaan Gus Ghofur – Pukul 10.30 WIB, Gus Ghofur naik mimbar. Dalam orasi selama 45 menit, ia mengupas tantangan umat Islam dalam menyikapi arus informasi yang deras serta pentingnya menjaga akidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
  4. Sesi Tanya Jawab – Antusiasme terlihat dari puluhan pertanyaan yang masuk, terutama soal cara membentengi diri dari konten radikal di media sosial.
  5. Doa dan Penutup – Acara diakhiri pukul 12.00 WIB dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Ghofur.

Empat Pilar Moderasi di Ruang Digital

Dalam orasinya, Gus Ghofur merumuskan langkah strategis yang ia sebut sebagai "Empat Pilar Moderasi Digital Nahdliyin":

  • Tawassuth (moderat) – Tidak mudah menghakimi atau mengafirkan sesama muslim hanya karena perbedaan pandangan di media sosial.
  • Tawazun (seimbang) – Menyeimbangkan aktivitas di dunia maya dengan ibadah, belajar, dan kehidupan sosial nyata.
  • Tasamuh (toleran) – Menghargai perbedaan pendapat dalam fikih maupun politik tanpa saling membully.
  • Amar Ma’ruf Nahi Munkar secara digital – Berani menciptakan konten positif yang menyejukkan, bukan justru menyebarkan ujaran kebencian.
"Santri hari ini bukan hanya pejuang kitab kuning, tetapi juga pejuang literasi digital. Jangan sampai medsos kita gunakan untuk mencaci sesama anak bangsa. Kita rawat NKRI dengan jempol yang menebar rahmat, bukan laknat," tegas Gus Ghofur.

Ancaman Radikalisme dan Hoaks

Putra ulama karismatik KH Maimun Zubair itu menyoroti data yang ia terima dari Tim Cyber PBNU. Sepanjang semester pertama 2024 saja, tim tersebut menemukan sekitar 1.300 konten radikal yang menyasar kalangan muda muslim Indonesia. Rata-rata konten tersebut dikemas secara atraktif dengan durasi pendek dan narasi provokatif yang mendangkalkan pemahaman keislaman.

Gus Ghofur menekankan bahwa derasnya konten semacam itu bisa menggerus tradisi keislaman Indonesia yang santun. Ia mengajak para santri untuk aktif memproduksi konten tandingan dengan mengoptimalkan platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram melalui perspektif Aswaja.

"Kalau kita diam, ruang kosong itu akan diisi oleh kelompok ekstrem. Santri harus rebut ruang digital dengan narasi cinta tanah air. Cinta tanah air itu bagian dari iman. Itu bukan sekadar jargon, tapi implementasi dari ajaran para muassis NU," imbuhnya.

Respons Peserta dan Komitmen Pesantren

Muhammad Ihsan, salah seorang santri semester akhir, mengaku mendapat pencerahan baru dari orasi Gus Ghofur. "Saya kira selama ini cukup dengan tidak ikut-ikutan akun aneh. Ternyata kita juga wajib berdakwah lewat konten positif. Tadi Gus Ghofur kasih contoh akun-akun NU yang keren dan bisa kita tiru," ujarnya.

Sementara itu, pihak pesantren berkomitmen menjadikan materi moderasi digital sebagai bagian dari kurikulum ekstrakurikuler wajib bagi santri. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar menyatakan bahwa semester depan akan dibuka kelas khusus produksi konten Islam moderat yang dibimbing langsung oleh para ustadz muda melek teknologi.

Di akhir acara, Gus Ghofur mengajak seluruh hadirin untuk mengamalkan doa Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu — memohon agar selalu ditunjukkan kebenaran dan kekuatan untuk mengikutinya. Ia pun berpesan agar para santri tidak hanya menjadi konsumen media, tetapi juga produsen kebaikan yang menyebarkan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.

[SOCIAL_TWEET]: Santri wajib rebut ruang digital! Gus Ghofur ajak Nahdliyin wujudkan "Empat Pilar Moderasi Digital": Tawassuth, Tawazun, Tasamuh, dan Amar Ma’ruf via konten positif. Jangan biarkan medsos jadi ladang ujaran kebencian. #GusGhofur #ModerasiBeragama #SantriMelekDigital[SOCIAL_TG]: 📢 *Gus Ghofur Beri Kuliah Umum di Pesantren Al-Anwar*: Santri harus jadi pejuang literasi digital yang menebar rahmat, bukan laknat. Ada data mengejutkan dari Tim Cyber PBNU soal konten radikal! 🕌📱

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User