Gianni Infantino Usulkan Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara

Zurich, Swiss — Presiden FIFA Gianni Infantino kembali mengguncang dunia sepak bola dengan mengajukan rencana ekspansi besar-besaran untuk Piala Dunia 2030

Gianni Infantino Usulkan Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara

Zurich, Swiss — Presiden FIFA Gianni Infantino kembali mengguncang dunia sepak bola dengan mengajukan rencana ekspansi besar-besaran untuk Piala Dunia 2030. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (11/6/2026), ia mengungkapkan keinginannya agar turnamen empat tahunan itu diikuti oleh 64 negara, menggandakan jumlah peserta dari edisi 2026 yang baru akan digelar dalam beberapa hari ke depan. “Ini adalah bagian dari visi kami untuk membuat sepak bola benar-benar global dan demokratis,” tegas Infantino.

Usulan ini menandai lompatan ambisius dari format 48 tim yang baru akan diperkenalkan di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Jika disetujui, Piala Dunia 2030 yang akan dihelat di tiga benua—Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa—akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah olahraga dari sisi jumlah peserta.

Sejarah Ekspansi: Perjalanan Menuju Inklusivitas

Sejak digelar pertama kali pada 1930 di Uruguay dengan hanya 13 tim, Piala Dunia terus memperluas pintunya. Pada 1982, jumlah peserta naik menjadi 24, lalu berkembang menjadi 32 tim pada 1998. Format 48 tim—yang akan diterapkan di edisi mendatang—sebenarnya sudah menuai pro dan kontra, namun Infantino tampaknya ingin melangkah lebih jauh. Berikut adalah evolusi jumlah peserta sepanjang sejarah:

TahunJumlah TimFormat
193013Grup + Gugur
198224Grup + 16 Besar
1998328 Grup × 4
20264816 Grup × 3
2030 (usulan)64Belum ditentukan

Para sejarawan sepak bola mencatat bahwa ekspansi selalu dibarengi dengan perdebatan sengit, namun setiap kali berhasil meningkatkan pendapatan dan perhatian global terhadap turnamen.

Alasan di Balik Ambisi 64 Tim

Infantino menekankan bahwa banyak negara—khususnya di Asia, Afrika, dan Karibia—memiliki potensi besar namun belum pernah merasakan atmosfer Piala Dunia. “Kami ingin setiap anak di seluruh dunia memiliki mimpi yang realistis untuk melihat negaranya berlaga di panggung tertinggi,” ujarnya.

“Dengan 64 tim, kita akan menyaksikan cerita-cerita luar biasa dari negara-negara yang sebelumnya hanya menjadi penonton. Ini adalah perayaan sepak bola sejati, bukan sekadar kompetisi.” — Gianni Infantino, Presiden FIFA

Selain aspek idealisme, motif komersial juga tak dapat dipungkiri. Lebih banyak peserta berarti lebih banyak pertandingan (bisa mencapai 128 laga), yang berpotensi mendongkrak pendapatan FIFA melalui hak siar, tiket, dan sponsor. Piala Dunia 2026 sendiri diperkirakan meraup lebih dari 11 miliar dolar AS; angka itu bisa melonjak drastis dengan format baru.

Beberapa federasi anggota FIFA dari Asia dan Afrika dikabarkan menyambut antusias rencana ini. “Ini adalah kesempatan emas bagi negara-negara seperti kami untuk bermimpi lebih tinggi,” cuit akun media sosial resmi Federasi Sepak Bola Tanzania, yang mewakili suara banyak negara di benua tersebut.

Kontroversi dan Tantangan Logistik

Namun, di balik optimisme itu, kritik tajam bermunculan. Banyak pengamat menilai bahwa menambah jumlah peserta justru akan menurunkan kualitas permainan, terutama di fase grup yang berpotensi dipenuhi tim-tim dengan level yang terlalu timpang. “Risiko terbesarnya adalah kita akan menyaksikan terlalu banyak pertandingan yang tidak kompetitif, yang bisa membuat penonton bosan,” kata Dr. Javier Morales, analis olahraga dari Universitas Barcelona.

Beban fisik pemain juga menjadi perhatian serius. Format 64 tim dapat membuat turnamen berlangsung lebih dari 40 hari—lebih panjang dari biasanya—sehingga meningkatkan risiko cedera dan bentrok dengan jadwal kompetisi klub. Pelatih-pelatih top Eropa mulai menyuarakan kekhawatiran bahwa para pemain bintang mereka akan semakin rentan.

Belum lagi tantangan logistik. Piala Dunia 2030 akan dimainkan di enam negara tuan rumah: Argentina, Uruguay, Paraguay, Maroko, Spanyol, dan Portugal. Mengkoordinasikan perjalanan, akomodasi, dan venue untuk 64 tim di tiga benua adalah pekerjaan rumah besar yang belum pernah dihadapi FIFA sebelumnya. Legenda Brasil, almarhum Pelé, pernah berpesan bahwa “Piala Dunia harus tetap menjadi panggung bagi yang terbaik, bukan sekadar pesta partisipasi.” Pesan itu kini terasa semakin relevan.

Dampak Finansial dan Politik

Ekspansi ke 64 tim juga dipandang sebagai langkah politis Infantino untuk memperkuat dukungan dari federasi-federasi kecil yang menginginkan akses lebih mudah ke turnamen utama. Dengan perhitungan sederhana, alokasi slot untuk setiap konfederasi akan meningkat signifikan—misalnya, Afrika yang saat ini memiliki 9,5 slot di format 48 tim bisa mendapatkan lebih dari 12 slot, sementara Asia bisa menyodok hingga 15 slot. Ini akan menjadi keuntungan elektoral bagi Infantino di Kongres FIFA mendatang.

Di sisi lain, sponsor dan pemegang hak siar belum memberikan sikap resmi. Meskipun lebih banyak pertandingan berarti lebih banyak inventaris iklan, ada kekhawatiran bahwa over-komersialisasi bisa merusak eksklusivitas Piala Dunia yang selama ini menjadi nilai jual utamanya.

Langkah Selanjutnya Menuju Keputusan

FIFA menjadwalkan pembahasan intensif usulan ini dalam Kongres FIFA yang akan digelar pada akhir tahun 2026. Keputusan akhir memerlukan persetujuan mayoritas dari 211 anggota federasi. Jika disetujui, format 64 tim akan mulai berlaku pada Piala Dunia 2030, mengubah wajah sepak bola global selamanya.

Apakah ini langkah revolusioner yang akan mendemokratisasi sepak bola, atau sekadar mimpi ambisius yang mengorbankan kualitas? Publik sepak bola dunia kini menanti jawaban dari para pemangku kepentingan.

[SOCIAL_TWEET]: 🚨 BREAKING: Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan Piala Dunia 2030 diikuti 64 negara! Setelah 48 tim di 2026, apakah ini mimpi atau bencana buat sepak bola? #PialaDunia2030 #Infantino #FIFA[SOCIAL_TG]: ⚽️ Infantino usung Piala Dunia 2030 dengan 64 tim! Ambisi besar atau sekadar proyek bisnis baru? Baca selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User