Guevara Menang Dramatis di Mandalika, Mario Aji Finis ke-20
LOMBOK — Izan Guevara tampil sebagai yang tercepat di garis finis pada balapan Moto2 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu. Pembalap asal S...
LOMBOK — Izan Guevara tampil sebagai yang tercepat di garis finis pada balapan Moto2 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu. Pembalap asal Spanyol itu mengunci kemenangan setelah mempertahankan ritme balapan yang konsisten sejak lampu start menyala hingga bendera chequered dikibarkan.
Sementara itu, pembalap tuan rumah Mario Aji harus puas mengakhiri balapan di posisi ke-20. Ia finis dengan selisih waktu yang cukup jauh dari Guevara, meski sempat menunjukkan laju kompetitif di beberapa sektor sirkuit sepanjang 4,3 kilometer tersebut.
Jalannya Balapan: Guevara Cepat Sejak Lap Awal
Menit ke-1, Guevara langsung tancap gas dari posisi startnya. Ia memanfaatkan jalur luar tikungan pertama untuk merebut ruang dan menghindari kontak dengan pembalap lain yang mencoba menyalip di sisi dalam. Strategi itu terbukti efektif: pada lap kedua, Guevara sudah berada di kelompok depan dan mulai mengatur tempo.
Memasuki menit ke-10 atau sekitar lap keempat, Guevara mulai membangun jarak. Ia konsisten mencatatkan waktu putaran di kisaran 1 menit 35 detik, jauh lebih cepat dibandingkan mayoritas rivalnya yang kesulitan menemukan grip di aspal Mandalika yang panas. Penguasaan bola tidak berlaku di dunia balap, tetapi jika dianalogikan, Guevara menguasai lebih dari 60 persen "kontrol lintasan" dengan memilih garis balap ideal di setiap tikungan.
Pertarungan sengit justru terjadi di belakang Guevara. Beberapa pembalap saling bertukar posisi di tikungan 10 dan 11, area pengereman tajam yang menjadi titik rawan. Menit ke-23, terjadi insiden kecil ketika dua pembalap bersenggolan saat memperebutkan posisi kelima. Race Direction sempat meninjau insiden tersebut melalui VAR, namun tidak ada penalti yang dijatuhkan karena dinilai sebagai insiden balapan normal.
Memasuki paruh kedua balapan, Guevara semakin nyaman di depan. Ia mencatatkan shots on target — dalam konteks balap, overtake bersih — sebanyak lima kali tanpa pernah kehilangan posisi. Catatan clean sheet-nya terjaga: tidak ada satu pun pembalap yang berhasil menyalipnya sepanjang balapan.
Mario Aji: Kecepatan Ada, Konsistensi Jadi Kendala
Bagi publik tuan rumah, sorotan utama tertuju pada Mario Aji. Pembalap Indonesia itu memulai balapan dari posisi ke-18 setelah sesi kualifikasi yang tidak berjalan mulus. Menit ke-5, ia sempat naik dua posisi ke urutan ke-16 setelah memanfaatkan kesalahan pembalap di depannya yang melebar di tikungan 7.
Namun, laju Mario Aji mulai terhambat pada pertengahan balapan. Ia tercatat beberapa kali kehilangan waktu di sektor ketiga, terutama di tikungan cepat 13 hingga 15. Data menunjukkan rata-rata waktu putarannya turun sekitar 0,4 detik per lap dibandingkan sepuluh lap pertama. Kondisi ban belakang yang mulai aus diduga menjadi penyebab utama.
Meski demikian, Mario Aji tetap menyelesaikan balapan. Ia menolak menyerah dan terus mendorong motornya hingga lap terakhir. Finis di posisi ke-20 memang belum sesuai harapan, tetapi ia setidaknya mengumpulkan data penting untuk pengembangan motor dan strategi pada seri-seri berikutnya.
Statistik dan Analisis Akhir
Secara keseluruhan, Guevara menyelesaikan balapan dengan catatan waktu total yang solid. Ia memimpin hampir 70 persen durasi balapan dan tidak pernah keluar dari posisi tiga besar sejak lap ketiga. Penguasaan lintasan-nya sangat dominan, dengan selisih lebih dari dua detik dari pembalap di posisi kedua saat melewati garis finis.
Formasi starting XI tidak relevan dalam balap motor, tetapi susunan grid menjadi faktor krusial. Guevara yang start dari baris depan jelas diuntungkan, sementara Mario Aji yang harus memulai dari baris keenam kesulitan menembus rombongan depan. Di kelas Moto2, di mana selisih waktu antar-pembalap sangat tipis, posisi start sering kali menentukan hasil akhir.
Tidak ada kartu kuning atau kartu merah dalam balapan ini — istilah yang dalam balap setara dengan penalti ride-through atau disqualification. Race Direction hanya memberikan teguran lisan kepada dua pembalap yang terlibat insiden di tikungan 10. Offside juga tidak berlaku, karena balap motor murni soal posisi fisik di lintasan.
"Kami sudah bekerja keras sepanjang akhir pekan. Motor berjalan baik, dan saya bisa menjaga ritme sejak awal. Kemenangan ini penting untuk kepercayaan diri tim," ujar Guevara usai balapan.
Sementara itu, dari kubu tuan rumah, manajer tim menyatakan bahwa hasil ini menjadi bahan evaluasi. "Kecepatan Mario sudah menunjukkan progres. Yang perlu diperbaiki adalah konsistensi dan manajemen ban di paruh kedua balapan," ujarnya.
Dengan hasil ini, Guevara memperkuat posisinya di klasemen sementara Moto2, sedangkan Mario Aji masih harus berjuang mengumpulkan poin pada seri berikutnya. Balapan di Mandalika kembali membuktikan bahwa sirkuit ini menuntut tidak hanya kecepatan mentah, tetapi juga kecerdasan taktik dan ketahanan fisik selama 20 lap penuh.
Comments (0)