Gol Tunggal Ederson Bungkam AC Milan di San Siro
MILAN — Atalanta sukses mencuri tiga poin krusial dari markas AC Milan dalam lanjutan Serie A, Minggu (20/4/2025) waktu setempat. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung Rossoneri di San Siro, La ...
MILAN — Atalanta sukses mencuri tiga poin krusial dari markas AC Milan dalam lanjutan Serie A, Minggu (20/4/2025) waktu setempat. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung Rossoneri di San Siro, La Dea memaksa tuan rumah menyerah dengan skor akhir 1-0 lewat gol tunggal gelandang asal Brasil, Ederson.
Babak Pertama: Pertarungan Taktik dan Gol Pembuka
Pertandingan dibuka dengan intensitas tinggi. AC Milan yang turun dengan formasi 4-2-3-1 langsung mengambil inisiatif serangan, mencatatkan penguasaan bola 62% di 20 menit pertama. Meski mendominasi, lini belakang Atalanta yang dikawal tiga bek tengah tampil disiplin. Tuan rumah hanya menciptakan satu peluang berbahaya melalui tendangan Rafael Leão di menit ke-15 yang mampu dimentahkan kiper Marco Carnesecchi.
Atalanta justru mencetak gol di momen yang tidak terduga. Menit ke-23, serangan balik cepat diawali dari sektor kiri. Ademola Lookman menusuk hingga kotak penalti sebelum melepaskan umpan silang mendatar. Bola sempat membentur bek Milan, sampai akhirnya jatuh di kaki Ederson yang berdiri bebas di tepi kotak penalti. Tanpa ragu, pemain bernomor punggung 13 itu melepaskan tendangan first-time kaki kanan yang melesat deras ke pojok kanan bawah gawang Mike Maignan. Skor 1-0 untuk Atalanta dan para pemain tim tamu larut dalam selebrasi di hadapan Curva Sud yang membisu.
Hingga turun minum, AC Milan terus menggempur. Statistik mencatat shots on target Milan 3 berbanding 2 Atalanta, namun solidnya organisasi pertahanan La Dea membuat kedudukan tak berubah. Pelatih Gian Piero Gasperini terlihat tenang di area teknis, sementara Sergio Conceicao terus memberi instruksi dari pinggir lapangan.
Babak Kedua: Tekanan Milan dan Kartu Merah Dramatis
Usai jeda, AC Milan meningkatkan intensitas. Conceicao memasukkan Christian Pulisic dan Noah Okafor untuk menambah daya gedor. Hasilnya, penguasaan bola Milan melonjak menjadi 68% di babak kedua. Peluang emas didapat pada menit ke-58, ketika sundulan Olivier Giroud dari jarak enam meter masih membentur mistar gawang.
Atalanta nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-67 lewat skema serupa. Kembali dari serangan balik, Ederson kali ini berperan sebagai pemberi assist. Umpan terobosannya ke Charles De Ketelaere berhasil dikonversi menjadi gol, tetapi VAR menganulirnya karena sang striker sudah lebih dulu berdiri dalam posisi offside.
Insiden kontroversial terjadi di menit ke-78. Bek Milan, Fikayo Tomori, melakukan pelanggaran keras terhadap Lookman. Wasit setelah berkonsultasi dengan VAR memutuskan memberikan kartu merah langsung kepada Tomori. Keputusan ini memicu protes dari pemain dan ofisial Milan, tetapi tayangan ulang menunjukkan tekel two-foot yang membahayakan. Bermain dengan 10 orang sejak menit tersebut membuat peluang tuan rumah semakin menipis.
Di sisa waktu, Gasperini menarik Ederson dan memasukkan Mario Pasalic untuk memperkuat lini tengah. Atalanta total bertahan dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Clean sheet penting bagi Carnesecchi yang melakukan total lima penyelamatan sepanjang laga.
Analisis Pemain: Ederson, Jantung Serangan La Dea
Gelandang 26 tahun itu layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Selain mencetak gol penentu, Ederson mencatatkan akurasi umpan 92%, tiga tekel sukses, dan satu intersep vital. Perannya sebagai box-to-box midfielder menjadi pembeda—ia mampu memutus serangan lawan sekaligus menjadi motor transisi menyerang. Statistik mencatat ia berlari sejauh 10,8 kilometer, terbanyak di antara pemain Atalanta.
Di kubu Milan, Ismaël Bennacer menjadi kreator utama dengan dua key passes, tetapi minimnya penyelesaian akhir menjadi masalah klasik Rossoneri. Leão yang dimainkan sejak menit awal gagal mencatatkan satu pun dribel sukses, statistik terburuknya musim ini.
Kemenangan ini membawa Atalanta kokoh di papan atas klasemen Serie A, sementara AC Milan harus rela kehilangan momentum dalam perburuan zona Liga Champions. Gol tunggal Ederson di San Siro menjadi penegas kualitas La Dea sebagai kuda hitam yang selalu merepotkan tim-tim besar Serie A.
Comments (0)