Gol Alvarez Menit 112 Bawa Argentina Lumat Swiss di Perempat Final
Argentina memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 1-0 atas Swiss dalam laga yang berlangsung di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) dini hari WIB. Gol tunggal penentu ...
Argentina memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 1-0 atas Swiss dalam laga yang berlangsung di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) dini hari WIB. Gol tunggal penentu lahir di menit ke-112 dari kaki Julian Alvarez, mengakhiri perlawanan sengit tim asuhan Murat Yakin yang tampil disiplin sepanjang 90 menit waktu normal. Skor akhir 1-0 untuk La Albiceleste tercipta setelah kedua tim gagal memecah kebuntuan selama 90 menit dan babak pertama extra time hampir berakhir tanpa gol. Tendangan melengkung Alvarez dari luar kotak penalti memastikan Argentina melaju ke babak empat besar, meninggalkan Swiss yang tampil heroik dengan pertahanan kokoh dan sejumlah peluang emas.
Jalannya Pertandingan: Kebuntuan 90 Menit
Sejak peluit awal, Argentina mendominasi penguasaan bola dengan 63% dan menciptakan 8 tembakan tepat sasaran dari total 19 percobaan, namun kokohnya lini belakang Swiss yang dikawal Manuel Akanji dan Nico Elvedi membuat skor tetap 0-0. Swiss, yang mengandalkan formasi 4-2-3-1, justru nyaris unggul di menit ke-33 lewat sundulan Breel Embolo yang membentur mistar gawang Emiliano Martínez. Di babak kedua, Lionel Messi yang dimainkan sebagai playmaker di belakang Julian Alvarez dan Lautaro Martínez berkali-kali melepaskan umpan terobosan, tetapi penyelesaian akhir masih mentah. Menit ke-67, tendangan bebas Messi dari jarak 22 meter ditepis gemilang oleh kiper Gregor Kobel. Sementara itu, Granit Xhaka sebagai jenderal lapangan tengah Swiss berhasil memutus banyak aliran bola Argentina, memaksa pertandingan berjalan cepat dengan transisi tajam. Statistik menunjukkan Argentina melepaskan 5 tembakan dari luar kotak penalti pada babak kedua, sebuah indikasi betapa rapatnya pertahanan Swiss.
Momen Krusial: Gol Cantik Julian Alvarez di Menit 112
Ketika pertandingan sepertinya akan ditentukan lewat adu penalti, Julian Alvarez menunjukkan kelasnya. Menerima bola dari Enzo Fernández di sisi kanan, striker Manchester City itu melakukan gerakan cut-in cepat melewati dua pemain, lalu melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang meluncur deras ke pojok kiri atas gawang tanpa bisa dijangkau Kobel. Gol tersebut, yang tercatat memiliki kecepatan 94 km/jam dan sudut tembakan 17 derajat dari garis gawang, langsung memecah kebuntuan di menit 112:03. Ini merupakan gol ke-5 Alvarez di turnamen ini, menjadikannya salah satu kandidat Sepatu Emas. Assist dari Enzo Fernández menambah catatan 2 assist gelandang Chelsea itu sepanjang Piala Dunia 2026. VAR sempat memeriksa potensi offside sebelum gol disahkan, memastikan posisi Alvarez sejajar dengan bek terakhir Swiss saat umpan dilepaskan. Sebelumnya, di menit 98, Argentina sempat mencetak gol lewat sundulan Nicolás Otamendi, tetapi dianulir karena pelanggaran terhadap kiper. Gol Alvarez pun menjadi penentu sekaligus penyelamat bagi tim Tango.
Analisis Statistik dan Taktik
Secara keseluruhan, Argentina mencatat penguasaan bola 61% dengan total 21 shots (9 on target), sementara Swiss hanya melepaskan 6 tembakan (2 on target). Keunggulan Argentina juga terlihat dari jumlah operan sukses mencapai 537 berbanding 287. Namun Swiss unggul dalam duel udara dengan persentase 54% dan melakukan 19 tekel sukses, menunjukkan kerja keras lini belakang. Taktik pressing tinggi Argentina di bawah arahan Lionel Scaloni membuat Swiss kehilangan bola di sepertiga akhir lapangan sebanyak 11 kali, namun transisi cepat Swiss melalui Xhaka dan Remo Freuler beberapa kali merepotkan. Kartu kuning diberikan kepada Cristian Romero (menit 55) dan Manuel Akanji (menit 79) setelah duel sengit. Formasi 4-3-3 Argentina dengan Messi sebagai false nine terbukti fleksibel, namun baru benar-benar membongkar pertahanan Swiss setelah masuknya Angel Di Maria di menit 74 yang melebarkan permainan. Gol kemenangan menjadi bukti kualitas individu di momen krusial, sekaligus kegigihan tim yang terus menekan hingga akhir.
Reaksi dan Kutipan Pelatih
Usai laga, pelatih Argentina Lionel Scaloni memuji mentalitas anak asuhnya: “Kami tahu Swiss sangat terorganisir, tapi tim ini tidak pernah menyerah. Alvarez memiliki insting pembunuh di kotak penalti—gol itu murni kelas dunia.” Sementara itu, Murat Yakin menyatakan kebanggaannya: “Kami bertahan dengan luar biasa selama 112 menit melawan salah satu tim terbaik dunia. Satu momen magis mengubah segalanya. Saya bangga dengan perjuangan pemain.”
Dengan hasil ini, Argentina akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Maroko di semifinal yang dijadwalkan pada 15 Juli mendatang. Meski Swiss tersingkir, penampilan mereka menuai pujian, terutama kiper Kobel yang mencatatkan 7 penyelamatan krusial dan Xhaka yang berlari sejauh 13,2 kilometer sepanjang laga. Bagi Argentina, kemenangan ini semakin mengukuhkan status mereka sebagai salah satu favorit juara, dengan catatan hanya kebobolan 2 gol dalam 5 pertandingan sepanjang turnamen.
Baca juga:
Comments (0)