Oct 14, 2026
Olahraga

Gaspart Serang Messi: Kritik Pedas Eks Presiden Barcelona

BARCELONA — Ketegangan di tubuh Barcelona kembali memanas. Mantan presiden klub, Joan Gaspart, melontarkan kritik tajam kepada Lionel Messi terkait hubungan sang megabintang dengan presiden saat ini...

Gaspart Serang Messi: Kritik Pedas Eks Presiden Barcelona

BARCELONA — Ketegangan di tubuh Barcelona kembali memanas. Mantan presiden klub, Joan Gaspart, melontarkan kritik tajam kepada Lionel Messi terkait hubungan sang megabintang dengan presiden saat ini, Joan Laporta. Gaspart menilai situasi ini sebagai salah satu episode terburuk dalam sejarah modern Blaugrana, menciptakan drama di luar lapangan yang mengalihkan fokus dari performa tim di atas rumput.

"Ini bukan sekadar masalah komunikasi, ini soal masa depan klub," tegas Gaspart dalam pernyataannya, seperti dikutip dari berbagai media Spanyol. Kritik ini muncul setelah serangkaian insiden yang memperlihatkan pendinginan hubungan antara Messi dan Laporta, termasuk pernyataan publik yang saling bersitegang. Gaspart, yang memimpin Barcelona pada 2000-2003, dikenal sebagai sosok yang tidak ragu bersuara keras ketika klub berada dalam tekanan.

Kronologi Ketegangan Messi vs Laporta

Puncak ketegangan terjadi setelah Laporta memberikan komentar tentang masa depan Messi yang dikaitkan dengan kepulangan ke Camp Nou. Messi, yang kini berseragam Inter Miami di Major League Soccer (MLS), disebut-sebut merasa tidak dihormati. Padahal, secara statistik, kontribusi Messi bersama Barcelona tidak perlu diragukan: 672 gol dalam 778 pertandingan di semua kompetisi, dengan 303 assist, serta 10 gelar La Liga dan 4 trofi Liga Champions. Angka-angka ini menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.

Di sisi lain, Laporta menghadapi tekanan finansial yang berat. Barcelona masih bergulat dengan batasan gaji La Liga dan utang yang mencapai miliaran euro. Kondisi ini memaksa klub mengambil keputusan sulit, termasuk tidak memperpanjang kontrak Messi pada 2021. Gaspart menilai Laporta seharusnya lebih bijak dalam menangani komunikasi dengan legenda klub.

"Seorang presiden harus bisa menjaga hubungan baik dengan ikon klub. Jika tidak, itu adalah kegagalan kepemimpinan," ujar Gaspart.

Dampak ke Performa Tim di Lapangan

Kritik Gaspart bukan tanpa dasar. Sejak kepergian Messi, Barcelona kesulitan menemukan konsistensi. Pada musim 2023-2024, penguasaan bola rata-rata Barcelona di La Liga mencapai 63,5 persen, tetapi shots on target hanya 5,2 per pertandingan — turun dibanding era Messi yang rata-rata mencatat 6,8 shots on target. Formasi 4-3-3 yang menjadi ciri khas klub pun kerap berubah menjadi 4-2-3-1 untuk menutupi kelemahan lini depan.

Pelatih Xavi Hernandez sempat mencoba berbagai skema, termasuk memberi peran lebih besar kepada Robert Lewandowski dan Lamine Yamal. Namun, ketajaman di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah. Dalam El Clasico terakhir, Barcelona mencatat 54 persen penguasaan bola tetapi kalah 1-2 dari Real Madrid, dengan hanya 4 shots on target. Statistik ini memperlihatkan bahwa kehilangan Messi bukan hanya soal nama besar, tetapi juga produktivitas nyata.

Reaksi Publik dan Masa Depan Barcelona

Pernyataan Gaspart memicu perdebatan di kalangan penggemar. Sebagian menilai kritik itu tepat karena Laporta dianggap terlalu banyak berbicara di media. Sebagian lain menilai Gaspart hanya mencari panggung. Yang jelas, isu ini menambah beban bagi Barcelona yang sedang berjuang di La Liga dan Liga Champions.

Messi sendiri belum memberikan tanggapan resmi. Agennya, Jorge Messi, juga memilih bungkam. Namun, sumber dekat pemain menyebut Messi kecewa karena namanya terus dikaitkan dengan konflik internal klub yang ia tinggalkan. Padahal, secara statistik, Messi masih bersinar di MLS: 12 gol dan 8 assist dalam 18 pertandingan musim ini.

Gaspart menutup kritiknya dengan pesan tegas: "Barcelona harus kembali fokus pada sepak bola, bukan drama politik." Jika tidak, klub berpotensi kehilangan identitas yang dibangun selama puluhan tahun. Pertanyaan besarnya: akankah Laporta merespons, atau justru membiarkan konflik ini menggerogoti stabilitas tim?

Yang pasti, publik Barcelona menanti bukti di lapangan. Statistik dan trofi adalah bahasa universal yang tidak bisa dibantah oleh pernyataan politik apa pun. Clean sheet, assist, dan gol tetap menjadi tolok ukur utama. Sampai saat itu, kritik Gaspart akan terus bergema di Camp Nou.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User